Home » » Lawan Covid-19, Petani Durian Dibantu Inovasi Penjualan Via Online

Lawan Covid-19, Petani Durian Dibantu Inovasi Penjualan Via Online

Posted by Indonesia Mandiri on April 28, 2020

Petani durian diajari penjualan online oleh Kementan untuk tetap bergairah berjualan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Buah durian atau dikenal dengan sebutan “The King of Tropical Fruit”, banyak sekali peminatnya. Namun, saat pandemi Covid-19, cara penjualannya agak terkendala. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian/Kementan membantu petani durian nusantara untuk melakukan inovasi dalam pengembangan dan pemasarannya.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementan, Yasid Taufik menegaskan pihaknya turut memfasilitasi petani agar bisa memasarkan produknya ditengah pandemi Covid-19. “Jangan khawatir, masyarakat masih bisa mengkonsumsi buah durian segar bahkan langsung dari petaninya. Bisa lewat jalur media online, pasar tani maupun start-up yang telah bekerjasama dengan Kementan. Selain itu hilirisasi dalam bentuk olahan juga kita dorong,” ujar Yasid.

Seperti halnya dilakukan Solihin (46), petani sekaligus entrepreneur durian yang mengembangkan kebun agrowisata khusus durian di Dusun Pakis, Desa Songgon Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Kebun koleksi durian yang dinamai Likin Durian Agrotourism, atau dikenal Durian Garden Likin tersebut didesain sebagai tempat khusus untuk menikmati durian, dengan nuansa lebih alami.

“Pengunjung bisa mendapatkan durian eksotik khas Banyuwangi langsung dari pohonnya dan menikmati dibawah pohonnya. Di kebun ada sekitar 31 pohon durian yang telah berusia di atas 50 tahun,” ujar Solihin saat dihubungi (28/4). Menurutnya, ketika pandemi Covid-19 ini kunjungan langsung wisatawan ke kebun duriannya mengalami penurunan tajam. Mensiasatinya, Solihin kini mulai memasarkan melalui layanan online delivery order atau pesan antar.

Terobosan ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). SYL meminta inovasi pemasaran komoditas pertanian dapat memakai teknologi informasi dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas yang dipasarkan. “Biasanya kalau kondisi normal per hari bisa datang 1.000 orang, sepi-sepinya ya 300 orang. Tapi gara-gara Covid-19 ini jauh berkurang, hanya pengunjung lokal aja yang datang,” aku Solihin.

Setelah bisa dijual online, Petani Banyuwangi bisa berjualan hingga ke Papua
Melalui media online seperti grup, hasilnya cukup menggembirakan. “Tiap hari saya kirim paket durian 100 hingga 200 kilogram ke berbagai daerah antara lain Jabodetabek, Sumatera, Kalimantan, Bandung bahkan sampai Papua,” akunya. Durian yang tumbuh di kawasan lereng Gunung Raung, Banyuwangi ini, memiliki banyak varian, seperti durian merah, oranye, pelangi dan kuning serta varian lain yang telah tumbuh alami selama puluhan tahun.

Di Kabupaten Banyuwangi sentra durian ada di Kecamatan Songgon, Kalipuro, Giri, Glagah dan Sempu dengan produksi sekitar 2.280 ton setahun. Hampir sepanjang tahun ada panen durian walapun dalam jumlah sedikit, namun panen raya biasanya terjadi pada Februari hingga April (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala