Indonesia Teken Komitmen USD 1 Juta Dukung Penanganan Krisis Perubahan Iklim

Menlu Retno Marsudi (kiri), Menko Maritim Luhut&Pejabat UNDP Christophe Bahuet
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) menandatangani perjanjian pembiayaan dengan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) di Jakarta (16/7). Secara resmi, pembiayaan yang diinisiasi Pemerintah RI, perjanjiannya diteken oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Purbaya Yudhi Sadewa dan Resident Representative UNDP untuk Indonesia Christophe Bahuet serta disaksikan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi.

“Pendanaan ini akan memperkuat berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan memberi dukungan bagi aksi nyata untuk menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya. Ini merupakan bagian komitmen Pemerintah berkontribusi dalam penanganan dampak perubahan iklim yang diumumkan sejak pertemuan Tingkat Menteri Forum AIS (Archipelagic and Island States) di Manado, November 2018.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan UNDP menyalurkan USD 1 juta untuk Forum AIS yang tujuannya membuat mekanisme pembiayaan inovatif untuk aksi iklim dan lautan secara berkelanjutan. Sementara itu, untuk pemanfaatan dana USD 1 juta dolar, Menko Luhut menyebutkan akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan dukungan bagi aksi nyata menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan. "Pendanaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan,” ujar Menko Luhut.

Lebih jauh, Menko Luhut mengatakan bahwa pemanasan global telah mengakibatkan naiknya permukaan laut yang menjadi ancaman bagi negara kepulauan dan negara pulau, terutama yang kecil. Sebagai negara kunci yang mendukung adaptasi perubahan iklim, Indonesia siap untuk berbagi keahliannya dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, manajemen bencana, restorasi mangrove dan terumbu karang.

Sebagai informasi Kemenko Maritim yang membidani dibentuknya forum AIS pada 2017, dan November 2018 resmi berdiri. Kini telah ada 49 negara yang bergabung didalamnya (dh).
Share:

Kodim 1505/Tidore&Pramuka Galang Dana Bantu Korban Gempa

Prajurit TNI&Pramuka ajak masyarakat bantu korban gempa
Halmahera Selatan/Maluku (IndonesiaMandiri) - TNI AD melalui Kodim 1505/Tidore bersama peserta Pramuka Bhakti Saka Wira Kartika Korem 152/Babullah gelar aksi penggalangan dana korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan/Halsel, yang terjadi hari minggu kemarin (14/07). Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter telah mengakibatkan korban meninggal dunia selain itu ada juga korban luka2 serta banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan.

Sekretaris kegiatan Pramuka Serka Djemi Rondonuwu mengatakan, "dasar dari kegiatan penggalangan dana telah tertuang dalam dasa dharma ke-2 dan 5 berbunyi cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dan rela menolong dan tabah".

Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Yayat Priatna Prihatina selaku Ketua Panitia Bhakti Saka Wira Kartika "berharap agar bantuan ini tepat sampai tujuan sehingga dapat bermanfaat serta meringankan beban korban bencana alam di Halsel dan sekitarnya sehingga bernilai ibadah baik yang memberi bantuan maupun yang menerima bantuan".

“Ucapan terima kasih kepada masyarakat Sofifi dan sekitarnya yang telah menyisihkan rejekinya untuk membantu saudara-saudara terkena musibah", ucapnya (ma).
Share:

Kodam XVI Pattimura Gelorakan Rasa Bela Negara Dengan Kemah Bakti Pemuda

Perkokoh persatuan dengan kegiatan Kemah Bhakti Pemuda di Maluku

Pantai Liang/Maluku (IndonesiaMandiri) - “Ini merupakan bagian dari kegiatan karya Bakti Skala Besar dalam rangka Serbuan Teritorial Kodam XVI/Pattimura di 2019 untuk memajukan generasi muda Maluku sebagai salah satu wadah membina dan membentuk generasi muda yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil dan berjiwa kesatria serta memiliki rasa cinta tanah air dan semangat bela negara,” pesan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq saat membuka kegiatan Kemah Bakti Pemuda yang berlangsung di Pantai Liang Kecamatan Salahutu, Maluku Tenggara (13/7).

Dihadapan sekitar 1500 pemuda-pemudi se-Maluku yang terdiri dari kalangan pelajar SMA/SMK dan Mahasiswa peserta Kemah Bakti Pemuda, Pangdam mengatakan, seluruh peserta dibekali berbagai materi diantaranya penyuluhan Bahaya Narkoba, Kesehatan, Pelestarian Lingkungan, Mitigasi Bencana, Penanaman Pohon, Api Unggun, Pemutaran Film Perjuangan maupun kegiatan Outbond.

Diharapkan agar seluruh peserta Kemah Bakti Pemuda mengikuti kegiatan, penuh semangat dan bertanggung jawab agar mampu menghasilkan efektifitas pembinaan secara menyeluruh di Maluku, yaitu pembinaan bermuara kepada lahirnya generasi muda, generasi penerus bangsa yang siap menerima tongkat estafet kepemimpinan dalam membangun bangsa dan negara khususnya Maluku pada masa yang akan datang.

Kemah Bakti Pemuda yang berlangsung hingga Minggu (14/07) diisi dengan berbagai kegiatan, seperti menyanyikan lagu-lagu daerah yang dipimpin langsung oleh Pangdam XVI/Pattimura beserta Kapolda Maluku, Display Drumband Pela Gandong Kodam XVI/Pattimura, pembagian 500 paket sembako gratis untuk masyarakat Desa Liang, Pengobatan umum dan Khitanan massal, pemberian secara simbolis kunci bedah rumah tak layak huni sebanyak 21 unit dan Panggung Hiburan Basudara (ma).
Share:

Guna Optimalisasi Layanan Wisatawan, Pemandu Wisata Selam di Manado Dilatih

Pelatihan selam bagi pemandu wisata di Manado

Manado/Sulut (IndonesiaMandiri) - Sejumlah pemandu wisata selam di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), diberi pelatihan khusus guna lebih memahami dan peningkatan kompetensi dalam pelayanan kepada wisatawan. Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ratna Suranti saat kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bagi Pemandu Wisata Selam di Kampus Politeknik Negeri Manado, mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan pelatihan bertujuan agar pemandu wisata memiliki kompetensi dan skill dalam tugasnya sebagai pemandu yang handal dan profesional dalam Rescue Diver dan P3K (13/7).

“Pelatihan ini merupakan program Kemenpar yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia lokal, secara khusus pelaku usaha wisata. Kami berharap masyarakat lokal pemandu selam yang mengikuti pelatihan ini mengikutinya dengan baik hingga selesai sehingga ilmu yang didapat bermanfaat dalam bekerja," jelas Ratna.

Kegiatan dihadiri 25 orang terdiri dari utusan Dive Resort, mahasiswa, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo, Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU), Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja sama Polteknik Negeri Manado, Dra. Maryke Alelo, serta organisasi selam lainnya.

Ratna menyampaikan sumber daya masyarakat lokal harus ditingkatkan terutama yang menekuni usaha jasa wisata agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga (pn/ma).
Share:

ASEAN Sepakat Terapkan Strategi Promosi Pariwisata Bersama

Anggota ASEAN komit promosi potensi pariwisata secara kolektif
Kamboja (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 10 negara ASEAN yang tergabung ASEAN National Tourism Organizations/ASEAN NTOs) sepakat menerapkan enam strategi promosi pariwisata bersama saat pertemuan The 50th ASEAN NTOs di Borei Angkor Resort & Spa, Siem Reap, Kamboja pada 8-12 Juli 2019.

Kesepakatan 6 strategi pemasaran pariwisata bersama atau ASEAN Tourism Marketing Strategy (ATMS) 2017-2020 ini tertuang dalam ATMS Projects in 2019, dibahas dalam forum The 6th ASEAN Tourism Marketing Partnership Working Group (ATMP-WG) Meeting dipimpin Alex M. Macatuno dari Filipina sebagai lead country. Delegasi Indonesia dipimpin Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Anang Sutono.

Dalam ATMS Projects in 2019 disebutkan 10 negara ASEAN sepakat melakukan kampanye pemasaran terpadu dengan mitra dan influencer dalam media online atau media sosial. Kampanye melalui influencer trip tersebut menggunakan nama #WheninSEAsia (When in South East Asia). Dan untuk menyukseskan kampanye tersebut, masing-masing anggota ASEAN mengusulkan satu provinsi untuk dua opsi kegiatan influencer trip dengan kriteria yakni provinsi itu dekat dengan hub utama (sekitar 2-3 jam dengan menggunakan mobil atau pesawat terbang), memiliki fasilitas hotel berbintang maupun atraksi wisata antara lain ziplining, arung jeram, eksplorasi pasar malam, atau panjat tebing.

Anang Sutono menyatakan Indonesia mengusulkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai tempat pelaksanaannya dengan mempertimbangkan Kepri memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ia menjelaskan selain memenuhi keiteria, Kepri adalah destinasi andalan dalam mendukung program border tourism dalam upaya menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya (fm/pn).
Share:

Arsip