Bukan Terkini tapi Penting

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 19.5 Miliar Di Jambi

Penyelundupan Baby Lobster di Jambi digagalkan TNI AL

Palembang (IndonesiaMandiri) - TNI AL melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Posmat Kampung Laut Jambi dan Tim Intel Lanal Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan 128.000 ekor Baby Lobster lewat laut, diangkut menggunakan speedboat 40 PK di Perairan Lambur Luar Tanjung,  Jabung Timur Jambi (21/4).


Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) Saryanto menjelaskan, penangkapan speedboat bermuatan ilegal tersebut berawal dari informasi dihimpun tim intel Lanal Palembang akan ada speedboat masuk ke Perairan Jabung Timur Jambi membawa Baby Lobster. Dari informasi tersebut, Tim F1QR Lanal Palembang terdiri Tim Intel Lanal dan Pers Posmat Kampung Laut bertindak.



Setelah dicegag, speedboat tanpa nama tersebut dilanjutkan dengan proses pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen, dan ABK, ditemukan 20 Box berisi benih Lobster. Temuan tersebut dibawa menuju Posmat Kampung Laut guna penyelidikan lebih lanjut dimana Lanal Palembang telah berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM)  Jambi untuk pengecekan jumlah baby lobster secara keseluruhan.



Dari hasil pemeriksaan lebih mendalam, ditemukan baby lobster total jumlah 130.600 ekor baby lobster jenis mutiara dan pasir. Saat jumpa pers, pihak TNI AL menyatakan barang bukti tersebut senilai kurang lebih Rp. 19.520.000.000. Barang bukti Baby Lobster diserahkan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi (bp).



Foto: Dispen Koarmada I
Share:

“Kartini Flight” Persembahan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia beri layanan spesial di Hari  Kartini

Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Penerbangan “Kartini Flight” Garuda Indonesia pada tahun ini secara khusus dilayani oleh seluruh awak kabin pria sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap seluruh perempuan hebat Indonesia. Memang berbeda dengan sebelumnya yang di momen sama, justru awak pesawatnya semua diisi perempuan. Layanan “Kartini Flight” dipersembahkan pada rute Jakarta - Yogyakarta pp GA 206& GA 207 Yogyakarta - Jakarta.


Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah menyampaikan, “Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, pada 21 April 2019, kami menghadirkan suasana yang sedikit berbeda di penerbangan ini. Di mana awak pesawat di penerbangan ini kesemuanya adalah laki laki".



Untuk itu, beragam program menarik mulai dari voucher gratis Taman Sari Royal Heritage, pembagian bunga oleh perwakilan Direksi Garuda Indonesia, spesial cabin crew announcement dengan tema Hari Kartini, bahkan special inflight meals juga disajikan untuk semua penumpang.



"Mengusung tema apresiasi wanita hebat Indonesia, kami menyadari sepenuhnya bahwa perempuan ingin dimengerti, hadirnya awak kabin pria di penerbangan ini merupakan representasi komitmen apresiasi kami atas seluruh perempuan hebat Indonesia yang tanpa kenal lelah terus menebar inspirasi dalam nilai-nilai kehidupan,” jelas Pikri (fm).



Foto: HumasGA
Share:

Mira Rochyadi-Reetz: “Pendidikan Akan Membuka Kesempatan Lebih Baik”

Mira kini mengajar di Universitas Ilmenau Jerman
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Beragam kisah perempuan hebat senantiasa hadir di peringatan Hari Kartini. Termasuk sosok Mira Rochyadi-Reetz, yang kini menjadi dosen di Universitas Ilmenau, Jerman. Boleh sedikit diceritakan bagaimana perjalanan karir dan pendidikannya hingga ke Jerman (termasuk sejumlah sekolah yang diikuti mulai di Bandung).


Mira, bisa dibilang tak pernah jemu mengejar ilmu. Ia sadar betul dengan segala keterbatasan yang melingkupi keluarganya, yang tinggal di daerah Cikadut, Bandung, Jawa Barat. “Orang tua saya tak pernah memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan menengah karena kesulitan ekonomi. Ibu saya lulusan SD menjadi buruh pabrik di Bandung dan ayah juga hanya lulus SMP. Saya adalah yang pertama di keluarga besar kami yang mengenyam bangku perguruan tinggi. Ibu saya selalu bilang bahwa pendidikan akan membukakan berbagai kesempatan yang lebih baik. Baik itu kesempatan untuk mengalami berbagai pengalaman hidup maupun kesempatan dari sisi ekonomi,” kisah Mira yang kini telah dikarunia seorang anak dan bersuami orang Jerman.


Pendidikan S1 Mira jurusan Manajemen Universitas Widyatama di Bandung, lalu berlanjut S2 di Teknik Industri ITB. “Tapi selama saya kuliah selalu bekerja di bidang yang berhubungan dengan komunikasi dan media. Misalnya menjadi penyiar radio dan TV lokal di Bandung, menjadi redaktur sebuah majalah anak muda dan majalah anak-anak di Bandung,” lanjut Mira. Pada 2009, Mira ditempatkan oleh Departemen Luar Negeri RI sebagai staff lokal di KJRI Frankfurt selama tiga tahun (sampai akhir 2012). 

Mira saat perkenalkan budaya Indonesia kepada warga Jerman

Selama di KJRI, Mira sering mengunjungi beberapa universitas di Jerman dan sangat tertarik dengan kualitas pendidikan di Jerman, dengan biaya kuliah sangat murah. Oleh karena itu, pada 2012 Mira mengundurkan diri dari KJRI Frankfurt dan kembali mengambil Master di Institute of media and communication science technische Universität Ilmenau dan menjadi terbaik di 2014. Lalu pihak kampus menawarkan mengajar mata kuliah communicator research dan metode penelitian qualitative dan quantitative. Dan di 2017 Mira mendapatkan fellowship dari Stiftung der Deutsche Wirtschaft beasiswa S3/Doktor untuk ilmuwan muda berprestasi di Jerman. 


Sebagai anak terbesar dari tiga bersaudara, Mira sudah terbiasa mandiri mulai dari mengorder sembako dari koperasi di pabrik tempat ibu bekerja sampai menjadi asisten dosen di kampus. Kini, dengan berbagai raihan prestasi di Jerman, ia tetap sering mempromosikan budaya Indonesia dalam berbagai kesempatan. Soal nilai-nilai Kartini, menurutnya masih sangat relevan. “Pendidikan harus dilihat bukan hanya dibangku sekolah atau kuliah, tapi juga pendidikan lainnya seperti pendidikan politik atau literasi media di era digital seperti sekarang,” pesan Mira (ma).


Foto: Dita Silvada&Ilmenau Stadt Bibliothek

Share:

Festival Teluk Tomini Hadirkan Beragam Fashion Carnival

Kabupaten Parigi Moutong jadi tuan rumah Festival Teluk Tomini
Tomini/Sulteng (IndonesiaMandiri) - Festival Teluk Tomini (FTT) yang sejak 2012 digelar Kabupaten Parigi Moutong terue bergulir setiap tahunnya. Bahkan di 2015, pernah menjadi perhelatan akbar berskala Internasional bertajuk “Sail Tomini”. Nah, di 2019 ini, FTT resmi dibuka di halaman kantor Bupati Sulawesi Tengah. Lewat tema “Parigi Moutong Truly Indonesia“ oleh Menteri Pariwisata diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti (19/4).

Esthy Reko Astuti didampingi Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Staf Ahli Gubernur Norma Mardjanu, Bupati Parigi Moutong Samsurizal, Kadis Pariwisata Parigi Moutong, Zulfinachri Achmad serta beberapa lembaga terkait seperti Ketua TP PKK Kab. Parigi Moutong, Ketua DPRD Kab. Parigi Moutong, bersama-sama melakukan pemukulan alat musik Gimba sebagai tanda dibukanya FTT. “Saya sangat apresiasi kesinambungan festival ini, yang juga merupakan tindak lanjut dari event sebelumnya Sail Tomini dan terus digelar sampai sekarang”, ungkap Esthy Reko Astuti. 

Sulteng juga ingin menjadi kiblat festival carnival

Selanjutnya Esthy juga mengatakan untuk lebih meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, maka pemda perlu membuat even sejenis yang berkelas sebagai daya tarik wisatawan. Sebagai sebuah event, FTT sendiri mengalami kemajuan ditandai dengan berhasilnya masuk ke dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenerian Pariwisata. “Ini patut diapresiasi, karena untuk dapat masuk ke dalam 100 CoE, FTT harus melalui kurasi oleh tim khusus dengan menilai 5C yakni creativity, communication, commercial, commitment dan consistency,” papar Esthy.

Pada seremoni pembukaan FTT 2019, sejumlah penari mementaskan "Tari Mokambu" sebagai tari selamat datang menyambut tamu tamu besar ke provinsi Sulawesi Tengah. Tarian ini bernuatan pesan untuk mendatangkan keselamatan dan rezeki bagi mereka yg berkunjung di tanah Kaili Parimo. FTT yang berlangsung pada 19-23 April ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Pemilihan Putra Putri Bahari, Fashion Carnival, Lomba Fotografi Objek Wisata, Festival Musik Tradisional, serta Festival Kuliner dan Pameran Kerajinan Rakyat. FTT juga bertujuan menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah pelopor pelaksana Fashion Carnival di Provinsi Sulawesi Tengah (jh/ma).


Foto: Dok Kemenpar

Share:

KLHK Pantau Terus Hotspot dan Lakukan Pemadaman

Manggala Agnis KLHK sigap padamkan api
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK secara kontinyu pantau berbagai titik panas yang ada guna antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (kathutla) dengan Groundcheck atau pengecekan lapangan dilakukan pada areal terpantau titik panas atau hotspot berdasarkan satelit, baik Satelit MODIS atau pun NOAA.


Di Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, misalnya, Manggala Agni Daops Sangkima melakukan pengecekan lapangan pada titik panas terpantau (18/04). Setelah groundcheck, tak ditemukan karhutla, namun ada areal bekas terbakar yang sudah padam . 


Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan, Manggala Agni secara rutin setiap hari melakukan pemantauan cuaca dan pemantauan hotspot. “Hotspot atau titik panas yang tertangkap satelit tidak selalu merupakan kebakaran hutan dan lahan. Satelit menangkap titik panas dari bumi jika suhunya relatif tinggi dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Untuk memastikan panas yang tertangkap satelit tersebut merupakan karhutla atau bukan, dilakukan groundcheck,” jelas Raffles (19/4).


Sementara itu, Manggala Agni Daops Palangkaraya, melakukan pemadaman pada karhutla yang terjadi di Jalan Mahir Mahar km 4 Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Keberadaan sumber air yang dekat, mendukung pemadaman kebakaran pada lahan gambut, dan karhutla ini pun berhasil dipadamkan. Hal serupa dilakukan Manggala Agni Daops Sibolangit di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Sebanyak 30 personil diterjunkan ke Aceh Selatan untuk melakukan pemadaman karhutla yang terjadi pada lahan gambut seluas 9 hektar (dh).


Foto: Dok. KLHK


Share:

Arsip