Kamis, 18 Oktober 2018

Suasana Haru&Bangga Warnai Lepas Sambut Panglima Koarmada II
Surabaya (IndonesiaMandiri) - Panglimq Koarmada II baru, Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, beserta Ketua Daerah Jalasenastri Armada II Ibu Dien Mintoro Yulianto bersama ribuan Prajurit dan PNS, dalam acara tradisi farewell, mengantar mantan Pangkoarmada II Laksda TNI Didik Setiyono dan isteri dari Dermaga Madura, Ujung Surabaya (17/10).

Prosesi pelepasan diawali dengan penurunan rapati, pengalungan bunga kepada Laksda TNI Didik Setiyono dan penyerahan hand bouquet kepada Ibu Retno Didik Setiyono. Selanjutnya dilaksanakan penyerahan Simbol Cakra dari Laksda TNI Didik Setiyono kepada Pangkoarmada II baru Laksda TNI Mintoro Yulianto.

Pangkoarmada II beserta Istri dengan menaiki Mocap KRI Ahmad Yani-351 tidak henti-hentinya menyapa dan melambaikan tangan kepada barisan ribuan prajurit Koarmada II yang berjajar rapi sepanjang jalan kanan dan kiri, yang dilalui dengan rute dari Dermaga Madura tengah sisi dalam melintas hingga menuju rute akhir depan kantor Spotmar Koarmada II.

Dalam pelepasan tersebut, dengan memberikan ucapan selamat jalan dan pembacaan filosofi senjata cakra, Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto dan Kaskoarmada II Laksma TNI I N.G. Sudihartawan turut mengantar kepergian Laksda TNI Didik Setiyono beserta Ibu sampai keluar meninggalkan Mako Koarmada II.

Setelah pelepasan Laksda TNI Didik, seluruh prajurit dan PNS Koarmada II menyambut kedatangan Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto sebagai pemimpin dengan bersepeda didampingi para Staf menuju awal tugasnya sebagai  orang nomor satu di Koarmada II (rm).

Foto: Dispen Armada II 
Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto Resmi Sebagai Pangkoarmada II
Surabaya (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut/Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji memimpin Serah terima jabatan (Sertijab) tiga jabatan penting di lingkungan TNI AL, yaitu Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan (Kodiklatal), dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya (17/10).

Pergantian ketiga pejabat tersebut diantaranya, Pangkoarmada II dari LaksdaTNI Didik Setiyono kepada Laksda TNI Mintoro Yulianto, Komandan Kodiklatal dari Laksda TNI Darwanto kepada Laksda TNI Dedy Yulianto dan Gubernur AAL dari Laksda TNI Wuspo Lukito kepada Laksma TNI Muhammad Ali.

Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam amanatnya menyampaikan, serah terima jabatan yang telah dilaksanakan memiliki makna penting dan strategis bagi TNI AL. “Koarmada II merupakan Kotama pembinaan dan operasional TNI AL yang bertugas membina peperangan laut serta membina kesiapan operasional guna melaksanakan tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Hal tersebut telah dilaksanakan salah satunya melalui pengiriman satuan tugas KRI, tenaga medis serta pengiriman bantuan dalam penanggulangan korban bencana di Lombok, Palu maupun sekitar Sulawesi Tengah”, ungkap Kasal.

Sekilas profil Laksda TNI Mintoro Yulianto, mengawali karier sebagai Pati TNI AL saat dipromosikan sebagai Komandan Guspurlatim pada 2014. Saat itu beliau juga pernah menjabat orang nomor dua di Koarmatim sebagai Kasarmatim. Setelah itu, Perwira yang lahir di Cimahi, 21 Juli 1962 menjabat Waasops Kasal di 2014, mengawali karier bintang dua pada 2018 sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI dan resmi dilantik sebagai Panglima Koarmada II pada 17 Oktober 2018.

Acara sertijab yang dipimpin Komandan Upacara Letkol Laut (P) Ashari Sunan Abidin, dihadiri 1.928 personel terdiri dari Kompi Gabungan GS Jala Taruna AAL, Pama TNI AL, Pomal, Kowal dan Taruna AAL berjumlah 499 personel. Sedangkan  Brigade 1 Gabungan AAL, Kodiklatal, Satlinlamil berjumlah 380 personel, Brigade 2 Koarmada II 380 personel, Brigade 3 Marinir 380 personel, Kompi Pasukan Khusus 64 personel, Kompi Khusus 63 personel, Kompi Penerbal 63 personel dan Kompi PNS 99 personel. Usai upacara dilaksanakan tari kolosal dengan judul Laksamana Nala, Display Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL, dan diakhiri dengan Defile (rm). 
Indonesia Pertama di Dunia Gunakan CDM Jaring Wisatawan
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menggunakan teknologi CDM (Competing Destination Model) untuk menjaring wisatawan mancanegara/wisman datang berkunjung. Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai inisiator penggunaan CDM sukses menguji coba digital selling tools untuk menjaring wisman dari China.

Bekerjasama dengan Zamplus Technology Inc, Shanghai Data Exchange Corp, perusahaan IT yang sudah bermitra dengan ratusan perusahaan kelas dunia dari banyak negara, Menpar Arief Yahya memantau langsung alur Looking, Booking, Peyment (LBP) dalam teknologi CDM tersebut. “CDM mendapatkan booking wisman China. Wisman dari Chinai yang memilih berwisata ke Indonesia sudah Looking, Booking, Payment. Saya pantau sampai betul-betul konkret. Bulan September naik signifikan,” kata Menpar Arief Yahya dalam kunjungan kerja ke Shanghai, China pekan ini.

VP of Operations and Maintenance Zamplus,  Tony Zhou, mengatakan, Indonesia pionir dalam penggunaan teknologi CDM. “Ini pertama kali, Indonesia pionir, dan langkah awalnya sukses. Kami bangga bisa support jauh lebih dalam dari service yang biasanya kami sediakan. Belum ada negara yang menggunakan teknologi ini sampai ke level selling dan termonitor dengan detail,” ujar Tony Zhou.

Tony Zhou menjelaskan, biasanya klien Zamplus Technology Inc hanya meminta sampai ke impression, click per view, dan memastikan bahwa materi promosinya sudah terbaca dan diterima hingga profile audience yang ditargetkan. Sementara yang diinginkan Menpar Arief Yahya yakni kepastian alur customer dalam membuat pilihan destinasi liburannya, dimulai dari Looking atau Searching (menemukan banyak pilihan destinasi) lalu mempengaruhi mereka agar memilih Wonderful Indonesia (dibandingkan dengan banyak destinasi serupa yang dipromosikan oleh banyak negara) ditandai dengan Booking dan Payment sampai ke Arrival Date atau waktu kedatangan di Tanah Air.

Arief Yahya menyebutkan, di China untuk bisa booking harus sudah payment dulu jadi lebih meyakinkan atau tidak ada pemesanan tanpa pembayaran terlebih dulu. “Secara teknologi, saya bisa membayangkan. Kalau kita bisa membayangkan, maka kita pasti bisa mewujudkannya. Inilah salah satu terjemahan konkret dari apa yang sering saya sampaikan, The More Digital The More Global, The More Digital The More Personal, and The More Digital The More Professional. Teknologi digital bisa menjangkau apa saja yang selama ini terlalu sulit dan dianggap tidak masuk akal,” kata Menpar Arief Yahya.

CDM atau competing sebagai proses mempengaruhi audience atau viewers untuk mengubah keinginan mereka bahkan membelokkan tujuan mereka berwisata dengan menyisipkan promosi Wonderful Indonesia di saat yang tepat. Timeline yang kritis itu adalah ketika mereka sedang searching, sebelum booking, sampai membuat keputusan booking dan payment.

Seperti diketahui 75% travelers Tiongkok sudah melakukan Looking, Booking, dan Payment secara online. Alur kebiasaan mereka dalam berwisata adalah mencari-cari ide atau surfing di internet atau online media. Lalu menemukan banyak content, gambar, video, story yang membuatnya tertarik. Bisa alam, budaya, maupun buatan. Alam sendiri juga bisa gunung, hutan, sawah ladang, pantai, antar pulau, bawah laut. IP gadget yang berulang kali meng-klik tema content yang sama, gambar, video dan cerita yang sama, terbaca sebagai ketertarikan mereka. Inilah profile customers yang potensial untuk di-CDM-kan. Misalnya, mereka suka explore underwater di Thailand, Filipina, Jepang, dan lainnya, saat itulah CDM bekerja dengan mengirimkan aneka keindahan Indonesia langsung ke gadget mereka.

Kemenpar akan menerapkan teknologi CDM untuk menjaring wisman dari seluruh pasar potensial di mancanegara antara lain; Singapore, Malaysia, Australia, Eropa Amerika, dan Timur Tengah (aa/ab).

Foto: Dok. Kemenpar 
Kinerja Positif Babinsa & Babinkamtibmas Bantu Wujudkan Situasi Tentram
Sragen/Jateng (IndonesiaMandiri) - Dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Kabupaten Sragen, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono memimpin Apel Tiga Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades/Lurah) yang digelar di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen (17/10).

Pada kesempatan ini, Pangdam IV/Diponegoro mengungkapkan rasa bangga karena bisa bertatap muka dan bersilaturahmi dengan orang-orang hebat yang telah mengantarkan Sragen menjadi satu wilayah yang paling kondusif dan sukses dalam kegiatan pemilu serentak 2018.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan kepada kinerja bagi tiga unsur pilar di Kabupaten Sragen dan ini patut kita syukuri bersama”, ungkap orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro. Menurut Mayjen TNI Wuryanto, keberhasilan yang dicapai ini tidak secara kebetulan, namun merupakan hasil kerja keras dari para Kepala Desa/Lurah, Babinsa dan Babinkamtibas.

Meskipun kita sudah merasa puas dengan keberhasilan pada Pilkada serentak yang lalu, namun kita masih memiliki tugas kedepan yaitu rangkaian Pemilu tingkat nasional yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan wakil-wakil rakyat yang baik, yang tentunya dapat menjalankan roda pemerintahan agar tercipta masyarakat yang adil, makmur dan mandiri.

Disatu sisi, kita juga harus mengevaluasi kinerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita semua, dan dalam pelaksanaan tugas harus solid, menjaga kebersamaan dan menciptakan sinergitas yang luar biasa.

"Dengan mewujudkan Sragen yang semakin hebat dan luar biasa, tentunya dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jawa Tengah dan bangsa Indonesia. Saya kira bukan hanya ucapan saja terkait dengan pemilu damai dan netralitas, namun harus menjadi keyakinan bagi seluruh perserta Pemilu dan kontestan bahwa aparat TNI, Polri dan Pemda bersikap netral,” ungkap Jenderal bintang dua ini.

Dihadapan para peserta Apel Tiga Pilar, Pangdam IV/Diponegoro mengajak dan menghimbau untuk menjaga kebersamaan soliditas yang akan membawa sesuatu yang luar biasa. Tidak hanya tiga unsur pilar tersebut, namun masyarakat Sragen juga turut berperan dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif, dengan tidak adanya persoalan yang muncul dari tingkat Kabupaten dan Propinsi karena persoalan sudah bisa dideteksi dari desa,dengan kebersaamaan 3 pilar dibantu Toga dan Tomas.
Senada dengan penyampaian Pangdam, Kapolda Jateng juga mengucapkan terima kasih atas kinerja yang luar biasa yang ditunjukkan oleh tiga pilar di Kabupaten Sragen. Diharapkan, tiga pilar dapat menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarkat.

Usai memimpin kegiatan Apel Tiga Pilar, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jateng memberikan penghargaan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas teladan kepada Serka Budi Santoso (Babinsa Kel. Kroyo Kec.Karangmalang) dan Brigadir Ashardika Puasmara (Bhabinkamtibmas Kel.Wonorejo Kec.Kalijambe) atas prestasi terbaik yang telah diberikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pangdam IV/Dip dan Kapolda Jateng juga menyerahkan bantuan 20 tangki air bersih untuk membantu kecamatan yang kekeringan yaitu Kec. Mondokan, Tangen, Gesi, Sukodono dan Jenar. Masing-masing Kecamatan mendapat bantuan 4 tangki.

Turut hadir pada kegitan ini, Bupati Sragen, Dandim 0725/Sragen, Kapolres Sragen, Danramil se-Kodim 0725/Sragen, Kapolsek se-Polres Sragen, dan seluruh Camat se-Kabupaten Sragen, para Tokoh Agama dan perwakilan dari Parpol peserta Pemilu (rm/ded). 
Menteri Pariwisata Hadiri Wisuda 317 Mahasiswa Poltekpar Medan
Medan (IndonesiaMandiri) - Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Rizky Handayani, Direktur dan Kepala Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menghadiri Wisuda ke-20 Politektik Pariwisata/Poltekpar Medan (17/10). Tahun ini Politeknik Pariwisata Medan mewisuda sebanyak 317 orang. Yang terdiri dari 31 orang lulusan Diploma IV dan 286 orang lulusan Diploma III.

Berdasarkan dari hasil tracer study sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan kedepan. Wisuda ini dilaksanakan pada Tanggal 17 Oktober 2018 di Gedung Serbaguna Soemekto Djajanegara Politeknik Pariwisata Medan.
Adapun wisudawan terbaik 2018 adalah Saudari Masrani Grace dengan IPK 3,56 (Terpuji) dari Program Studi Manajemen Divisi Kamar (MDK). Tema wisuda kali ini d "The Millenials Determining The Future of Indonesian Tourism", dengan arti masa depan Pariwisata Indonesia akan ditentukan oleh generasi milenials masa kini.

"Ke depan, industri pariwisata akan jadi industri favorit. Karena tidak akan habis. Bahkan, makin berkembang. Karena itu dibutuhkan tenaga-tenaga kepariwisataan yang kompeten di bidangnya," ujar Menpar Arief Yahya.
Target kunjungan wisata perlu didukung SDM profesional di bidang pariwisata. Menurutnya, saat ini pariwisata sudah menjadi industri mainstream. Artinya, sudah menjadi industri yang diandalkan menjadi penghasil devisa terbesar.

Menteri asal Banyuwangi itu menambahkan, Kemenpar memiliki target pada 2019 adalah kunjungan wisatawan asing sebesar 20 juta. Sementara target jumlah devisa Rp 240 triliun dan perjalanan wisatawan dalam negeri sebanyak 275 jura. “Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB)," pesan Arief Yahya.

Sedangkan Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, wisuda ini adalah moment yang luar biasa. Menjadi kebanggaan bersama melihat Putra dan Putri telah menyelesaikan tahapan awal untuk menuju masa depannya. “Di saat ini, pariwisata kita sedang menjadi pembicaraan dunia karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga kerja, serta peningkatan devisa bagi negara yang jumlahnya luar biasa signifikan. Oleh sebab itu, putra dan putri kebanggan Bapak dan Ibu berada di jalur yang tepat," ujarnya.

Untuk informasi, Poltekpar Medan dalam melaksanakan pendidikannya dibekali dengan program 3C. Yakni Curriculum, Certification, and Centre of Excelent.
"Kurikulum dirumuskan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Mutual Recognition Arrengment on Tourism Professionals ASEAN), dan juga capaian pembelajarannya diselaraskan dengan Global Code of Etic of Tourism by UNWTO," paparnya.

Di Poltekpar Medan, sertifikasi telah berstandar UNWTO Tedqual untuk dunia. Lalu sertifikasi CHE untuk pengajar juga bertaraf dunia. Sementara sertifikasi BAN-PT untuk Program Studi, sertifikasi AIPT untuk institusi, sertifikasi dosen untuk pengajar bertaraf nasional, ISO 9001:2015, dan LSP 1ST PARTY Akpar Medan.

Foto: Dok. Kemenpar 
Kasad Hadiri Chief Of Defence Conference Di Washington
Washington/Amerika Serikat (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono mewakili Panglima TNI menghadiri The 2018 Chiefs Of Defense Conference_di Washinton, D.C, Amerika Serikat (16/10).

Konferensi ini merupakan forum internasional puncak tahunan bagi para Panglima Militer dari mitra pertahanan AS di seluruh dunia dan baru dilaksanakan tiga kali ini, berlangsung selama satu hari penuh dipimpin langsung Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford. Penekanan penyelenggaraan lebih difokuskan kepada kerjasama transregional serta mempertahankan dari ancaman Violent Extremis Organization (VEO) melalui pendekatan strategik hubungan militer guna meng-counter terorisme.

Pada kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono menyampaikan tentang situasi kerjasama _regional trilateral_ antara Indonesia, Philipina dan Malaysia di Laut Sulu atau dikenal dengan _Terrorist Triangle Transit_. Untuk mengantisipasi potensi ancaman tersebut, menurut Kasad, dilakukan kegiatan patroli maritim dan patroli udara bersama serta berbagi informasi antar militer ketiga negara ini.

“Dalam konteks yang lebih luas, karakteristik trans nasional dari terorisme yang memiliki jaringan internasional, untuk menghadapinya membutuhkan pemanfaatan ASEAN sebagai forum utama penting dalam kerja sama penanganan terorisme. Ini semakin urgen, dengan beralihnya pola gerakan terorisme dari semula terpusat di Timur Tengah, menjadi tersebar ke berbagai belahan dunia”, tegas Kasad.

Jenderal Mulyono menjelaskan, menyadari akan kompleksitas permasalahan serta pentingnya strategi yang komprehensif, Pemerintah Indonesia mengupayakan agar pola penanganan yang diambil di tingkat nasional selaras dengan upaya dalam lingkup regional dan global. Disinilah perlunya solusi smart approach yang bersifat multi aspek dan berjangka panjang sangat efektif dalam menghadapi perkembangan organisasi ekstrimis di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini dikarenakan diwilayah ini banyak sekali permasalahan kesenjangan diberbagai aspek kehidupan yang dapat digunakan sebagai ruang hidup organisasi ekstrimis.

“Solusi dengan _hard approach_ tidak akan menghentikan berkembangnya ekstrimisme. Persoalan ini, bukan hanya masalah keamanan dan pertentangan kelompok. Kita harus berjalan bersama dalam suatu wadah internasional, dan merumuskan langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan akar dari permasalahan secara berkelanjutan”, papar Kasad.

Dalam forum ini juga terdapat penyampaian dari beberapa Panglima militer negara lain diantaranya tentang pandangan global tentang ISIS, misi NATO di Irak, G5 Shahel di Afrika Barat, RSM di Afghanistan, OP Sophia/perdagangan manusia di Laut Mediterania serta pada bagian akhir dilanjutkan dengan diskusi (bp).