TNI AU-USAF Gelar Latihan Bersama Cope West 2019 Di Manado

TNI AU-USAF latihan militer bersama di Manado
Manado (IndonesiaMandiri) - Dengan melibatkan 13 pesawat tempur dari TNI AU dan USAF (United States Air Force), Latihan Bersama/Latma Cope West 2019 yangbdidukung hampir 300 personel dari kedua Angkatan Udara di angkasa Manada, Sulawesi Utara, dilaksanakan (17/6). TNI AU kerahkan 7 pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun sementara USAF dengan 6 pesawat dari 14th Fighter Squadron yang berpangkalan di Misawa Jepang.

Perkokoh persahabatan RI-AS yang telah terjalin selama 70 tahun, menjadi tujuan TNI AU dan USAF menggelar latihan bersama di Lanud Sam Ratulangi (Sri) Manado, Sulawesi Utara yang bersandi "Cope West 2019". Latma dibuka secara resmi dengan upacara militer oleh Komandan Wing/Danwing Udara 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, didampingi Vice Commander 35th Fighter Wing Colonel Paul Donald Kirmis selaku Exercise Director dari TNI AU dan USAF.

Kolonel Satriyo menyampaikan, “yang terpenting adalah mempererat hubungan bilateral, tidak hanya antara kedua angkatan udara, tetapi juga antara kedua negara, yang akan sangat berguna bagi kita di masa yang akan datang.”

Senada dengan Danwing 3, Colonel Paul D. Kirmis juga mengatakan, "kami semua sangat bersemangat untuk melaksanakan latihan ini. Bersama kita akan mendorong keamanan, stabilitas dan kemakmuran di seluruh wilayah Indo-Pasifik” (ma).
Share:

Kinerja Keuangan Kementerian Pariwisata Raih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian

Ni Wayan Giri (tengah) mewakili Kemenpar saat terima laporan WTP dari BPK

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kinerja keuangan Kementerian Pariwisata meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian/WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga 2018.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan yang juga ditunjuk sebagai Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani saat menerima penghargaan di Auditorium Lantai.2 Tower BPK RI Jakarta Pusat, mengatakan prestasi ini buah dari hasil kerja keras aparatur Kemenpar sekaligus kepatuhan seluruh jajarannya terhadap undang-undang yang berlaku (17/6).

“Ada 38 Kementerian/Lembaga yang meraih WTP di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III. Ini sebuah prestasi tersendiri bagi Kemenpar,” ucap Ni Wayan Giri Adnyani.
Menurut Giri, prestasi ini diperoleh dengan upaya dan usaha keras. Lalu disertai komunikasi yang baik, sehingga dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan tingkat profesionalisme tinggi.

Opini WTP tersebut berhasil diraih Kemenpar empat tahun berturut-turut dari 2015 hingga 2018 selama kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempertahankan opini WTP,” harap Giri (ma/pn).
Share:

Diplomasi Pushidrosal di Forum Hidrografi Pasifik Barat Daya

Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro saat ceramah di Hari Hidrografi Dunia
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Beberapa tahun terakhir ini, kinerja Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL/Pushidrosal di kancah internasional kian tajam. Perlahan tapi pasti, penguatan kerjasama bidang hidrografi dengan Kantor Hidrografi Dunia (IHO) dan regional, terus dibangun. Di lingkup regional samping dengan Asia Timur melalui EAHC (East Asia Hydrographic  Commission) dan negara di Samudera Hindia dengan NIOHC (North Indian Ocean Hydrographic Commission), juga ke kawasan Pasifik Barat Daya dalam SWPHC (South West Pacific Hydrographic Commission).
Uniknya keterlibatn Pushidrosal di SWPHC, sekaligus menjadi diplomasi internasionalnya guna turut meredam konflik sosial yang sering berkecamuk di Papua. “Kita ikut meredam kepada negara-negara di Pasifik Barat Daya soal Papua. Karena ini kan sama dari kawasan Melanisa,” ucap Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro, saat memberi ceramah dalam Saresehan Hari Hidrografi Dunia, di Kantor Pushidrosal, Jakarta (16/6).
“Negara seperti Fiji dan Vanuatu, misalnya, meskipun kecil di Pasifik Barat Daya, tapi suaranya sama di Forum Internasional seperti PBB dengan Indonesia yang besar. Kita perlu beri penjelasan kepada mereka tentang kondisi yang terjadi di Papua,” jelas Harjo. Melalui pendekatan diplomasi maritim, Pushidrosal melakukan lobi kepada negara-negara pulau yang relatif kecil di Pasifik Barat Daya. Walhasil, beberapa negara tersebut memahami bahwa yang terjadi di Papua bukanlah seperti yang sering dikampanyekan gerakan Organisasi Papua Merdeka/OPM.
Peran Pushdirosal perlahan tapi pasti di kancah dunia, memang kian diakui. Lalu lalangnya kapal-kapal internasional yang melintas perairan Indonesia, selalu mesti melihat peta yang dikeluarkan oleh Pushidrosal, sebagai satu-satunya lembaga hidrografi di Indonesia yang diakui dunia. Inilah yang menjadi tekad Pushidrosal kedepan menjadi lembaga hidrografi terbaik dan pusat informasi geospasial kelautan terbaik di dunia (ma).
Foto: abri
Share:

Indonesia Kirim Re-ekspor Limbah Ke Amerika Serikat

Dengan gunakan kapal 5 kontainer limbah dikembalikan ke AS

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Lingkungan HIdup dan Kehutanan/KLHK koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada 14 Juni 2019, secara bersama-sama menyaksikan pengembalian 5 kontainer milik PT. AS ke negara asalnya atau di re-ekspor ke negara Amerika Serikat/AS.

Kelima kontainer tersebut berdasarkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan izin yang dimiliki sebagai importir produsen limbah Non-B3 berupa kertas dari Kementerian Perdagangan seharusnya hanya boleh memuat scrap kertas dengan kondisi bersih tidak ter-kontaminasi limbah B3 dan tak tercampur sampah. Pelaksanaan pemuatan kontainer ke dalam kapal untuk re-ekspor telah dimulai sejak 13 Juni dan pada 14 Juni 2019 semua kontainer sudah berada dalam Kapal Zim Dalian yang siap berangkat menuju Amerika Serikat. 

Awal teridentifikasinya kontainer yang tertahan ini adalah kecurigaan dari pihak Ditjen Bea dan Cukai sehingga kontainer masuk ke pelabuhan, lalu dialihkan ke jalur merah, berarti memerlukan pemeriksaan lanjut. Dalam pemeriksaan bersama KLHK, ternyata ditemukkan impuritas atau limbah lainnya, atau sampah, antara lain sepatu, kayu, pampers, kain, kemasan makanan minuman dan sejumlah keran plastik dalam jumlah yang cukup besar. 

Pengaturan pelanggaran terhadap masuknya sampah ke wilayah NKRI telah diatur melalui Undang Undang No. 18/2018 tentang Pengelolaan Sampah, sedangkan pengaturan pelarangan masuknya limbah B3 diatur melalui Undang Undang No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Adapun pengaturan perpindahan lintas batas limbah secara Internasional juga telah diatur Konvensi Basel diratifikasi oleh Indonesia melalui keputusan Presiden No.61/1993, dimana vokal poin dari konvensi Basel tersebut adalah Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup.

Re-ekspor ini jadi bukti Indonesia komit menjaga wilayah NKRI untuk tak menambah beban daya dukung lingkungan dengan masuknya sampah atau limbah yang tidak diinginkan dari negara lain (dh).
Share:

Kemenpar-Astra Internasional Sepakat Kembangkan Homestay di Pulau Pramuka

Pemberian peralatan homestay dari Kemenpar ke Desa Wisata di Pulau Pramuka
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gandeng Astra Internasional bekerja sama dengan pegiat homestay desa wisata di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk memberikan pelayanan dengan standar internasional kepada wisatawan. Wakil Ketua I Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Alicia Tiffany Beandda saat sosialisasi dan pelatihan homestay desa wisata di Pulau Pramuka menyebut, Indonesia miliki potensi keberagaman hunian dibanding negara ASEAN lainnya sebagai aset pariwisata (14/6).

“Bangunan dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan iklim lingkungan di sekitar. Dalam hal ini rumah berada di pinggir pantai harus disesuaikan jaraknya dengan bibir pantai, pemilihan material bangunan harus sesuai agar tidak mudah korosi atau berkarat. Selain itu, pemilihan warna cat rumah juga harus disesuaikan dengan suasana alam di sekitarnya” kata Alicia.

Homestay Desa Wisata diarahkan dapat memberikan pengalaman berbeda yang tak dijumpai di hotel atau penginapan lain.
Melalui program ini diharapkan wisatawan tak hanya menginap, namun juga lebih mengenal masyarakat dengan ikut beragam kegiatan yang biasa dilakukan warga setempat.


Turut hadir dalam acara sosialisasi Kepala Kelompok Sadar Wisata Pulau Pramuka, Lurah Kepulauan Panggang, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu. Secara simbolis, Kemenpar beri dukungan bantuan fasilitas meliputi sprei, sarung bantal-guling, handuk, dan selimut untuk menunjang Homestay. Juga diberikan Buku Panduan Homestay kepada Dispar dan Pokdarwis di Pulau Pramuka yang mengacu pada standar ASEAN (pn/ma).
Share:

Arsip