Swedia Gabung Inggris Kembangkan Fighter Next Generation

Pesawat tempur “next generation” Inggris
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Swedia akan menjadi mitra internasional pertama bagi Inggris untuk bergabung dalam program pengembangan pesawat tempur generasi ke-6 “Tempest”. Kerjasama ini melibatkan pihak kedua pemerintahan dan industridimana program ini sudah terlebih dahulu dimulai oleh pihak Inggris dengan memanfaatkan kemampuan teknologi industri kerdirgantaraannya.

Untuk mendukung program tersebutpihak Pemerintah konservatif Inggris telah alokasikan anggaran sebesar 2 milyar Pound Sterling atau setara dua setengah milyar Dollar Amerika Serikat untuk membiayai tahap awal program. Pelaksanaan program akan melibatkan pihak industri utama seperti BAE Systems, Rolls-Royce, pembuat misil MBDA dan Industripersenjataan Inggris Leonardo.

Pemerintah Inggris membuka kesempatan kerjasama dengan negara asing dengan syarat bahwa mereka juga membwa permodalanteknologi dan potensi pasarMenurut analisa militer, negara-negara yang memiliki program pengembangan pesawat tempur generasi baru canggih diantaranyaJepangItaliTurkidan Swedia serta Inggris sendiri, dengan harapan sudah bias dioperasikan pada 2035.

Kerjasama Swedia dan Inggris ini bukan merupakan yang pertama kali dibidang pesawat tempur. BAE yang dulu bernama British Aerospace pernah membantu SAAB Swedia dalam memasarkan pesawat tempur GripenSAAB kini telah menjual versi mutakhir dari Gripen E ke Brazil. Menurut satu sumber, Brazil memesan 108 unit pesawat tempur GripenSementara BAE, bersama mitranya Airbus dan Leonardo yang memproduksi pesawat tempur Eurofighter, melanjutkan pembuatan versi mutakhir pesawat Typhoon baik untuk pasar domestik maupun  ekspor.  Inggris sendiri menjadwalkan mengganti Typhoon dengan pesawat tempur baru pada 2040 (mah/ab).
Share:

Arsip