Home » » Mira Rochyadi-Reetz: “Pendidikan Akan Membuka Kesempatan Lebih Baik”

Mira Rochyadi-Reetz: “Pendidikan Akan Membuka Kesempatan Lebih Baik”

Posted by INDONESIA MANDIRI on Minggu, 21 April 2019

Mira kini mengajar di Universitas Ilmenau Jerman
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Beragam kisah perempuan hebat senantiasa hadir di peringatan Hari Kartini. Termasuk sosok Mira Rochyadi-Reetz, yang kini menjadi dosen di Universitas Ilmenau, Jerman. Boleh sedikit diceritakan bagaimana perjalanan karir dan pendidikannya hingga ke Jerman (termasuk sejumlah sekolah yang diikuti mulai di Bandung).


Mira, bisa dibilang tak pernah jemu mengejar ilmu. Ia sadar betul dengan segala keterbatasan yang melingkupi keluarganya, yang tinggal di daerah Cikadut, Bandung, Jawa Barat. “Orang tua saya tak pernah memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan menengah karena kesulitan ekonomi. Ibu saya lulusan SD menjadi buruh pabrik di Bandung dan ayah juga hanya lulus SMP. Saya adalah yang pertama di keluarga besar kami yang mengenyam bangku perguruan tinggi. Ibu saya selalu bilang bahwa pendidikan akan membukakan berbagai kesempatan yang lebih baik. Baik itu kesempatan untuk mengalami berbagai pengalaman hidup maupun kesempatan dari sisi ekonomi,” kisah Mira yang kini telah dikarunia seorang anak dan bersuami orang Jerman.


Pendidikan S1 Mira jurusan Manajemen Universitas Widyatama di Bandung, lalu berlanjut S2 di Teknik Industri ITB. “Tapi selama saya kuliah selalu bekerja di bidang yang berhubungan dengan komunikasi dan media. Misalnya menjadi penyiar radio dan TV lokal di Bandung, menjadi redaktur sebuah majalah anak muda dan majalah anak-anak di Bandung,” lanjut Mira. Pada 2009, Mira ditempatkan oleh Departemen Luar Negeri RI sebagai staff lokal di KJRI Frankfurt selama tiga tahun (sampai akhir 2012). 

Mira saat perkenalkan budaya Indonesia kepada warga Jerman

Selama di KJRI, Mira sering mengunjungi beberapa universitas di Jerman dan sangat tertarik dengan kualitas pendidikan di Jerman, dengan biaya kuliah sangat murah. Oleh karena itu, pada 2012 Mira mengundurkan diri dari KJRI Frankfurt dan kembali mengambil Master di Institute of media and communication science technische Universität Ilmenau dan menjadi terbaik di 2014. Lalu pihak kampus menawarkan mengajar mata kuliah communicator research dan metode penelitian qualitative dan quantitative. Dan di 2017 Mira mendapatkan fellowship dari Stiftung der Deutsche Wirtschaft beasiswa S3/Doktor untuk ilmuwan muda berprestasi di Jerman. 


Sebagai anak terbesar dari tiga bersaudara, Mira sudah terbiasa mandiri mulai dari mengorder sembako dari koperasi di pabrik tempat ibu bekerja sampai menjadi asisten dosen di kampus. Kini, dengan berbagai raihan prestasi di Jerman, ia tetap sering mempromosikan budaya Indonesia dalam berbagai kesempatan. Soal nilai-nilai Kartini, menurutnya masih sangat relevan. “Pendidikan harus dilihat bukan hanya dibangku sekolah atau kuliah, tapi juga pendidikan lainnya seperti pendidikan politik atau literasi media di era digital seperti sekarang,” pesan Mira (ma).


Foto: Dita Silvada&Ilmenau Stadt Bibliothek

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri