Home » » Hidupkan Musik Daerah Melalui Program Silaturahmi Bunyi Nusantara

Hidupkan Musik Daerah Melalui Program Silaturahmi Bunyi Nusantara

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 08, 2020

Potensi musik daerah harus selalu dilestarikan sebagai aset nasional
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menginisiasi program akselerasi digital untuk menghidupkan kembali musik tradisional.

Menurut Josua Puji Mulia, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, saat acara Silaturahmi Bunyi Nusantara (SILABUN) bertema “Musik Tradisi, Jurus Bertahan Dari Gempuran Zaman” (5/8), kini musik tradisi atau tradisional sangat jarang diminati masyarakat khususnya anak-anak muda, karena dianggap kuno dan tidak modern.
“Musik tradisional merupakan identitas bangsa yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Jangan sampai tidak ada regenerasi. Untuk itu, Kemenparekraf menginisiasi program akselerasi digital untuk menciptakan inovasi dan menghidupkan kembali musik tradisi agar ciri khas dari suatu daerah tidak hilang,” ujar Josua.
Josua melanjutkan, salah satu tujuan dari akselerasi digital musik tradisi ialah mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk bertransformasi dari offline ke online dengan memanfaatkan teknologi, namun tetap memperhatikan dasar-dasar atau ciri khas dari musik tradisional. Hal ini dilakukan untuk memperluas pasar musik tradisional.
“Kita digitalisasikan musik tradisi agar dunia mengetahui kualitas musik tradisi Indonesia yang pantas diperhitungkan,” ajak Josua. Selain itu, Kemenparekraf juga memberikan perhatian penuh untuk menyejahterakan musisi tradisi dengan melakukan berbagai pendampingan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif agar memiliki semangat enterpreneurship.
Etnomusikolog, Amin Abdullah, menyebut, jurus yang harus dipunyai musisi untuk bertahan dari gempuran zaman ialah melakukan transformasi digital dan memiliki jiwa entrepreneurship. Musik tradisi dalam kacamata ekonomi kreatif dinilai sebagai investasi yang harus dipertahankan eksistensinya. “Seperti lagu Lathi yang memberikan kejutan luar biasa. Positioning dan inovasi yang menarik untuk memberikan kreasi kekinian tanpa meninggalkan ciri khas musik tradisional dengan memanfaatkan transformasi digital dari mulai produksi hingga ke penjualan,” tambah Amin.
Musisi Dewa Budjana, menekankan, penting sekali seorang musisi untuk melibatkan musik tradisi demi memperindah harmonisasi dalam sebuah karya musik. “Saya berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan ruang untuk bisa mengembangkan musik tradisi ke kancah internasional,” harap Dewa (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala