Home » » Musrembang Pertanian Fokus Berdayakan Petani Di Tengah Pandemi

Musrembang Pertanian Fokus Berdayakan Petani Di Tengah Pandemi

Posted by INDONESIA MANDIRI on Juli 16, 2020

Lima tahun kedepan Kementan genjot semua sektor untuk bekerja optimal
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Kasdi Subagyono meminta seluruh perangkat kerjanya melakukan terobosan dan inovasi sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. "Program tersebut antara lain pengembangan logistik benih, peningkatan produk serta produktivitas dan optimasi lahan, peningkatan nilai tambah daya saing dan pangsa pasar," ujar Kasdi saat Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) di Auditorium Utama Kementan, Jakarta,(13/7).

Kasdi menyebut, program lainya adalah modernisasi perkebunan dan optimalisasi stake holder. Kemudian melakukan peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan ekonomi pekebun. Menurut dia, pagu anggaran yang digunakan lebih didominasi pada kepentingan logistik benih yang mencapai Rp442,8 miliar dari total Rp 1,192 triliun.
"Untuk peningkatan produksi, kami mengeluarkan sebesar Rp 332 miliar, Optimasi jejaring stakeholder Rp 170 miliar, peningkatan nilai tambah, daya saing dan pangsa pasar Rp 152 miliar, peningkatan SDM dan kelembagaan ekonomi perkebunan Rp. 74 miliar, dan modernisasi perkebunan Rp. 20 miliar," terang Kasdi.
Sedangkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan sejauh ini ada enam kegiatan prioritas yang terus dikerjakan, sesuai program jangka panjang Mentan, yaitu pengembangan produksi padi, jagung, dan serealisasi lainnya, pengelolaan kedelai dan aneka kacang umbi, pengelolaan perbenihan, perlindungan tanaman dari OPT (organisme pengganggu tanaman) dan DPI (dampak perubahan iklim)."Selanjutnya kami juga memfokuskan pada pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan serta gaji, operasional kantor, pengelolaan satker, honor petugas lapangan dan monev," sambungnya.
Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dedi Nursyamsi memaparkan, indikator kinerja dalam peningkatan SDM pertanian terus mengalami peningkatan kualitas. Selama ini Kementan juga fokus pada kegiatan prioritas peningkatan produktivitas yang terintegrasi dengan keberlanjutan SDM dan kepastian pasar. Di samping itu, Kementan terus melakukan penguatan basis data petani dan pendidikan.
"Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian, akan memprioritaskan kegiatan berbasis industri dengan reformasi penyelenggaraan pendidikan dan vokasi serta penguatan sistem sertiffikasi kompetensi," urainya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang diwakili Direktur Alsintan Andi Nur Alam Syah menargetkan peningkatan ketersediaan pangan naik secara signifikan. Ditargetkan akses dan kualitas konsumsi pangan terus membaik, diantaranya meliputi produksi padi 62,5 juta ton GKG, produksi jagung 25,38 juta ton PK, dan produksi daging sapi/kerbau 463,22 ribu ton.
"Untuk itu kamu melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 269,884 hektare, irigasi perpompaan 1,100 unit, irigasi pempipaan 138 unit, embung pertanian 600 unit, optimasi lahan 100,000 ha, serta pengembangan dari rehabilitasi JUT 20,000 ha," ungkapnya (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala