Home » » Enam Langkah Strategis Kemenparekraf Di Masa Darurat Covid-19

Enam Langkah Strategis Kemenparekraf Di Masa Darurat Covid-19

Posted by Indonesia Mandiri on April 23, 2020

Kemenparekraf/Baparekraf kawal usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar tetap jalan di masa darurat covid-19
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah menetapkan langkah strategis bagi sektor parekraf di masa tanggap darurat Covid-19. Menparekraf/Baparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19, yakni masa tanggap darurat, pemulihan (recovery) dan normalisasi (22/4).

"Kami telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19. Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan langsung penanganan Covid-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama.

Di masa tanggap darurat, digulirkan diantaranya enam program sesuai kewenangan Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya mitigasi terhadap sektor parekraf. Program tersebut meliputi penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi bagi tenaga medis dan tenaga pendukung RS Rujukan penanganan Covid-19 sesuai rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. "Hingga saat ini ada lebih dari 2000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya," jelas Wishnutama.

Berbagai kegiatan secara daring digalakkan agar industri parekraf tetap bergairah
Selanjutnya, berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, Kemenparekraf/Baparekraf secara intensif mengusulkan berbagai program yang dapat memberi keringanan bagi industri dan pekerja parekraf di tengah pandemi Covid-19. Kemenparekraf telah mengusulkan lapangan usaha sektor parekraf masuk dalam Permenkeu 23/PMK.03/2020. Subsektor yang masuk dalam usaha parekraf akan dapat memanfaatkan insentif berupa Subsidi PPh 21, Pembebasan PPh 22 Impor, dan pengurangan PPh sebesar 30 persen.

Kemenparekraf/Baparekraf secara mandiri menggulirkan program untuk memberdayakan pelaku UMKM di sektor parekraf. Diantaranya melalui kampanye nasional #GerakanMaskerKain, #GerakanLaukSiapSaji, dan Gerakan #SatuDalamKopi yang bertujuan menggerakkan perekonomian dalam masa penanganan dampak Covid-19 (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala