Home » » Ekspor Pertanian Sumatera Utara Alami Kenaikan Signifikan

Ekspor Pertanian Sumatera Utara Alami Kenaikan Signifikan

Posted by INDONESIA MANDIRI on Februari 22, 2020

Mentan puji Provinsi Sumut yang miliki volume ekspor pertanian sangat potensial

Medan (IndonesiaMandiri) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri akselerasi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (20/2). Mentan mendengar secara langsung data terbaru lalu lintas ekspor produk pertanian wilayah Sumatera Utara/Sumut) sangat menggembirakan.

Hasilnya, Sumut tercatat mengalami kenaikan luar biasa sebesar 25 persen untuk periode 2018-2019. Kenaikan terjadi karena provinsi ini merupakan wilayah potensial dengan tanah subur menghasilkan sejumlah komoditas unggul siap ekspor. “Ini membuktikan Provinsi Sumut memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan sektor pertanian ke depan. Saya sampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara dan seluruh jajaran dinas pertanian agar terus berkarya dan meningkatkan ekspor yang ada," ucap Syahrul saat melepas ekspor komoditas pertanian asal Sumut (20/2).

Sebagai catatan, Provinsi Sumut memiliki 28 komoditas unggul yang siap ekspor ke 28 negara. Potensi ini memiliki bobot volume hjngga 4.058 ton, 373,6 meter kubik dan 42.500 pcs bibit hortikultura dengan nilai transaksi mencapai Rp 79,6 milyar. Adapun komoditas ekspornya terdiri dari ampas sawit, cengkeh, eucalyptus sawn timber, PKE, karet lembaran lempengan, kayu karet, kulit kayu manis, kelapa parut, kemiri, lidi, minyak sawit, daun nipah, pinang biji, RBD Olein, minyak kelapa mentah dan kopi.

"Nilai ekspor paling besar mencapai 290,7 ton atau setara Rp 97,3 milyar, dengan berat total sebanyak 4.033 ton dan 223.902 meter kubik," jelasnya. Selain itu, ada juga komoditas buah durian pasta dan bibit tanaman hias yang mencapai 12,3 ton atau 42.500 pcs dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,2 milyar.

Pada subsektor tanaman pangan, ubi jalar beku memiliki total volume 11,5 ton atau setara dengan Rp 436,2 juta. “Kemudian dari sektor peternakan yang terdiri dari lipan, sarang barang walet (SBW) dengan volume 1 ton senilai mencapai Rp 1,2 miliar," ungkapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala