Home » » Sebagai Kodam Muda, Kodam XVIII/Kasuari Terus Benahi Kualitas Prajurit

Sebagai Kodam Muda, Kodam XVIII/Kasuari Terus Benahi Kualitas Prajurit

Posted by INDONESIA MANDIRI on Kamis, 23 Januari 2020


Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye lakukan percepatan kehadiran prajurit di wilayahnya
Manokwari (IndonesiaMandiri) - “Saya menyambut kalian dengan senang hati, karena kalian datang untuk membantu saya. Pada saat Kodam ini dibentuk, personelnya sekitar 10%. Jadi kalau dihitung sesuai DSPP (Daftar Susunan Personel dan Peralatan) sebanyak 17.900, Kodam ini berdiri mungkin seribu orang tidak sampai,” ujar Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau kepada 80 orang prajurit dari Satuan Tugas (Satgas) Tenaga Pendidikan (Gapendik) Gelombang II. Mereka berasal dari berbagai satuan di jajaran TNI AD dan akan ditugaskan di Resimen Induk Kodam (Rindam) XVIII/Kasuari.

Total seluruh personel Satgas Gapendik Gelombang II adalah 93 orang. Adapun ke 80 orang tersebut adalah yang sudah tiba di Manokwari, sedangkan 13 lainnya sedang dalam perjalanan dari kota asal satuannya ke Kodam XVIII/Kasuari. Pangdam menceritakan tentang upaya percepatan Kodam XVIII/Kasuari yang baru berdiri dapat beroperasi dengan baik sebagaimana Kodam lainnya di jajaran TNI AD. Juga tentang latar belakang didatangkannya para prajurit dari berbagai satuan TNI AD untuk membantu proses pendidikan pembentukan prajurit di Rindam XVIII/Kasuari.

“Dalam proses waktu yang berjalan, saya meresmikan Rindam itu pada 28 Februari 2019, jadi 2 tahun setelah Kodam berdiri. Saya resmikan Rindam kemudian lantik Danrindam, tapi tidak mempunyai anggota,” kisahnya. Lalu Pangdam memandang perlu adanya percepatan agar pelaksanaan tugas pokok bisa berjalan optimal. “Harus ada Satgas yang datang membantu supaya Kodam ini bisa mendidik Tamtama dan Bintara. Jadi saya sarankan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), alternatif pertama pindahkan orang ke sini, kasih surat perintah masuk ke Kodam Kasuari. Kalau itu tidak bisa, bentuk penugasan,” ujarnya.

Kepada personel yang akan membantu proses pendidikan di Rindam XVIII/Kasuari sebagai Guru Militer (Gumil) dan Pelatih tersebut, Mayjen Joppye mengingatkan tentang situasi dan kondisi siswa yang akan mereka bentuk menjadi Prajurit TNI AD, sekaligus cara menyikapinya.

“Yang ingin saya sampaikan kepada kalian adalah anak-anak didikan kita di Secata (Sekolah Calon Tamtama) atau Secaba (Sekolah Calon Bintara) ini 80% adalah anak Papua. Sesuai dengan perintah Kasad, kita ambil dari daerah-daerah pelosok, yang mungkin membacanya masih kurang lancar. Oleh karena itu, kalian harus menyesuaikan dan mendalami bagaimana siswa kalian. Bagaimana kalian membawa dan bisa mengajarkan kepada mereka, khususnya pelajaran-pelajaran yang berupa pengetahuan,” paparnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala