Manggala Agni KLHK Terus Padamkan Karhutla di Sumatera dan Riau

Manggala Agni KLHK tanggulangi karhutla di Sumatera

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK melalui unit Manggala Agni dan tim gabungan terus padam kebakaran hutan dan lahan/karhutla akibat adanya El Nino lemah, di beberapa lokasi di Provinsi Riau dan Sumatera Utara. 

Laporan terakhir di Provinsi Sumut sudah tidak terpantau karhutla. Ini dikonfirmasi dari laporan harian Manggala Agni Daops Pematangsiantar, Daops Sibolangit dan Daops Labuhanbatu (18/2). Sementara di Provinsi Riau berdasarkan patroli udara dengan Heli Bell 412 PK-DAS, lokasi dinyatakan aman karhutla (tidak terpantau fire spot), di Talang Mandau, Bukit Batu, dan Giam Siak Kecil kesemuanya di Kabupaten Bengkalis. Kemudian untuk di Mumugo Kabupaten Rokan Hilir, Bangsal Aceh Kota Dumai, dan Rupat Kabupaten Bengkalis, terpantau kejadian karhutla dan berpotensi meluas akibat bahan bakar yang sangat padat dilokasi kejadian.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan menekankan pentingnya deteksi dini dan sinergitas sampai tingkat tapak dalam pengendalian karhutla. “KLHK melalui Manggala Agni bersama TNI, POLRI, dan masyarakat telah melaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla sejak 2016. Untuk menunjang deteksi dini, KLHK akan membangun tower CCTV di tiga Daops dan melengkapi sarana prasarana Manggala Agni,” ujarnya.

Karhutla di Provinsi Riau dilaporkan masih dibeberapa tempat, yaitu di Jln. Toen Taher Dusun 1 Kampung Sialang Baru Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, seluas sekitar 15 ha sampai kinj sudah masuk hari ke-4 upaya pemadaman oleh Manggala Agni Daops 4. Kemudian di Jln. Perjuangan Kelurahan Teluk Lecah Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis masuk upaya pemadaman hari ke-7 oleh Mangala Agni Wilayah Sumatera Daops Dumai.

Demikian juga pemadaman karhutla di sekitar Dumai, masing-masing telah memasuki hari pemadaman ke-9 dan ke-7. Untuk yang di Jln. Abdullah Ali Kota Dumai dilaporkan karhutla kian meluas lebih kurang 2 Ha. Kejadian Karhutla di Provinsi Riau butuh waktu pemadaman cukup lama dikarenakan terjadi pada tanah Gambut (dh).

Foto: Dok. KLHK
Share:

Arsip