Laksdya TNI Aan Bahas Pentingnya Penguasaan Udara Dan Laut

Bakamla RI memiliki pesawat rotary wing untuk kontrol laut
Sumedang/Jabar (Indonesia Mandiri) – “Penguasaan udara berhubungan erat dengan keamanan permukaan termasuk laut, yang pada akhirnya berdampak pada aspek ekonomi,” ujar Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia, Kepala Bakamla RI, saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (UNpad( di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (10/11).

Kabakamla hadir dalam acara Padjajaran Dialektika bertema ”Flight Information Region (FIR) dan Dampaknya untuk Keamanan di Laut dan Udara”. Narasumber lainnya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim dan Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D, membahas FIR dari sudut pandang yang lain.

Laksdya TNI Aan mengatakan, FIR memiliki implikasi terhadap keamanan laut. Hal ini terkait dengan konsep operasi keamanan laut, yaitu penggunaan aset patroli udara seperti pesawat patroli maritim baik fixed wing dan rotary wing serta drone sebagai kepanjangan tangan dan mata dari kapal-kapal patroli permukaan.
Kabakamla Laksdya TNI Aan Kurnia beri kuliah umum 
“Dinamika ancaman selat Malaka dan selat Singapura yang tinggi, membutuhkan penggunaan patroli udara maritim untuk deteksi guna meningkatkan kecepatan reaksi”, jelas Laksdya TNI Aan, sambil mengutip pakar air power Colonel Philip S. Mellinger, “Whoever control the air, control the surface” dan Penjelajah Inggris Sir Walter Raleigh,”Whosoever control the sea, control the trade”.

“Terlepas dari beragam perspektif tentang FIR, ancaman faktual akan membawa dampak sehingga perlu untuk diantisipasi dengan melakukan modifikasi standar operating prosedur dan upaya lain” ungkap Laksdya TNI Aan, dihadapan hingga 200an peserta secara daring dari berbagai kalangan yang dipandu moderator Garry Gumelar Pratama, S.H., M.H (ma).
Lebih baru Lebih lama