Di Mesir, Wapres Bahas Perdagangan, Pendidikan Dan Perubahan Iklim

Sharm El Sheikh/Mesir (Indonesia Mandiri) – Mesir merupakan salah satu mitra dagang non-tradisional Indonesia yang terpenting di kawasan Timur Tengah dan berada dalam urutan ketiga dilihat dari total nilai perdagangan bilateral mencapai USD 1,86 miliar pada 2021, setelah Arab Saudi dan Persatuan Emirat Arab (PEA).

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat bertemu Perdana Menteri Mesir Mostafa Kamal Madbouly, di Paviliun Kantor Perdana Menteri Mesir, Sharm El Sheikh International Convention Centre (SHICC), Sharm El Sheikh, Mesir (8/11) meyakini kerja sama kedua negara dapat diperkuat melalui pembentukan Joint Trade Committee dan pengembangan Preferential Trade Agreement (PTA).

PM Kamal Madbouly menyampaikan, Mesir juga ingin terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia. Ia ingin melanjutkan jalinan kerja sama kedua negara yang sangat baik sejak zaman Presiden RI Soekarno dan Soeharto, serta Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser.

Sebagai informasi, selama 2021 nilai ekspor beberapa komoditas non-migas Indonesia ke Mesir meningkat, yaitu minyak sawit, ban kendaraan, produk kayu, kendaraan penumpang, kelapa, saus dan bumbu masakan, produk kimia, alas kaki dan sabun.

Bahkan selama 3 tahun terakhir, Mesir selalu menjadi salah satu penyumbang transaksi terbesar di Trade Expo Indonesia (TEI). Pada TEI 2019, Mesir di peringkat pertama dengan USD 270,51 juta. Pada TEI 2020 dan 2021, Mesir berada di peringkat kedua dengan transaksi USD 244,29 juta dan USD 560,2 juta.
Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan) turut mendampingi Wapres dalam acara COP27
Wapres yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf, juga membahas isu Seputar Perubahan Iklim, dan Pendidikan. “Kepemimpinan Mesir pada COP27 dan Indonesia pada G20 menjadi momentum untuk menangani berbagai isu krusial terkait ekonomi dan lingkungan hidup,” bahas Wapres.

Sementara di bidang pendidikan, Wapres menyatakan rasa terima kasihnya atas pemberian beasiswa serta fasilitas bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang studi di Mesir (kini ada sekitar 10.300 mahasiswa Indonesia di Mesir). Ke depan, diharapkan dapat terus diperkuat dan semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat belajar di Mesir, begitu juga sebaliknya (ma).
Lebih baru Lebih lama