Seskoau Gelar Seminar Dampak Konflik Rusia - Ukraina

Duta Besar Rusia untuk Indonesia (tengah) turut hadir di Seskoau
Lembang/Jabar (Indonesia Mandiri) – ”Indonesia sepatutnya mempersiapkan berbagai strategi dikarenakan Indonesia memiliki kedekatan kerjasama pertahanan/militer dengan kedua negara yang berkonflik tersebut,” jelas Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Danseskoau) Marsda TNI Minggit Tribowo, dalam Seminar akhir pendidikan Pasis Seskoau A-59, di Graha Widya Dirgantara, Seskoau, Lembang, Jawa Barat (18/10).

Seminar membahas dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap negara-negara di Asia Tenggara, menghadirkan beberapa narasumber secara daring Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi dan luring Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G. Vorobieva, Rektor Universitas Padjajaran Prof. Dr. Rina Indiastuti dan Analis bidang militer dan pertahanan keamanan Dr. Connie Rahakundini.

Danseskoau mengatakan setiap negara di Asia Tenggara saat ini perlu bekerja keras membangun ketahanan di sektor energi dan ekonomi terhadap guncangan global yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Guncangan pertama dampak pandemi Covid-19, dan kedua dampak konflik Rusia-Ukraina.
Pasis Seskoau berpartisipasi aktif menanyakan dampak Perang Rusia-Ukraina
Menurutnya, meskipun Indonesia tidak secara langsung terlibat dalam konflik antara dua negara tersebut, ini tetap perlu diantisipasi, mengingat lingkungan strategis terus bergerak secara dinamis. Seminar juga diikuti dari Pasis Seskoau A-59, lembaga pendidikan di lingkungan TNI dan Polri serta Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana dari beberapa perguruan tinggi secara daring dan luring (ma).
Lebih baru Lebih lama