Pushidrosal-Ditjen Hubla Tingkatkan Keselamatan Navigasi Pelayaran

Berbagai masalah tentang keselamatan navigasi pelayaran dibahas
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) terus meningkatkan  sinergitas dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan dalam forum pembahasan keselamatan navigasi  pelayaran.

Danpushidrosal Laksdya TNI Nurhidayat saat membuka secara resmi forum tersebut menyampaikan, Pushidrosal sebagai representasi dari IHO berharap mampu mendukung Dirjen Hubla sebagai representasi dari IMO sebagai operator di laut dalam menjamin keselamatan navigasi di laut sehingga kerjasama antara keduanya akan semakin erat.

Forum ini juga dihadiri Wadanpushidrosal Laksda TNI Budi Purwanto , Dirjen Hubla Ir. Arif Thoha, Direktur Kenavigasian Hengky Angkasawan, Direktur kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Dr.Capt. Mugen S. Sartoto, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt.Hendri Ginting beserta jajaran lainnya.

Topik bahasan sekitar Pengembangan Stasiun Pasut dan Operasionalnya, Peningkatan Kolaborasi data SBNP, Kolaborasi Pemanfaatan data kerangka kapal, Kolaborasi pengembangan peta laut skala besar dengan pemanfaatan data penetapan alur laut pelabuhan dan data hasil survey Pushidrosal, pembahasan tentang Timnas Penataan Pipa/kabel bawah laut, pengembangan profesi Hidrografer, Program Mimnas serta  Penajaman perjanjian kerjasama.

Ditjen Hubla juga menuturkan mengenai banyaknya hal yang perlu dikolaborasikan, karena Hubla sebagai representasi dari IMO sangat memerlukan pelayanan dari Pushidrosal terutama dalam menyiapkan Peta Laut yang akurat dan update yang digunakan oleh pelaut panduan dalam melaksanakan pelayaran.

Sementara Kepala Dinas Nautika Pushidrosal Kolonel Laut (P) Sinung Budi Prasojo memberikan paparan tentang sinergitas dibangun antara Ditjen Hubla terkait menyangkut tentang pengembangan pasang surut dan operasionalnya serta peningkatan kolaborasi data SBNP.

Penggunaan teknologi satelit batimetri juga akan dipakai
Kepala Dinas Hidrografi Pushidrosal Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo mengulas tentang data Batimetri berbasis optic atau yang sering disebut dengan Satelite Derived Bathymetri (SDB) yang dapat meneropong sampai dengan kedalaman 10 meter dengan persyaratan perairan jernih. Teknologi ini sangat membantu khususnya untuk menemukan kedangkalan pada daerah-daerah  yang memiliki data batimetri kurang baik (ma).


Lebih baru Lebih lama