Howitzer Mobil Kaliber Besar (1)

ATMOS
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Sistem senjata howitzer kaliber besar self-propelled (gerak sendiri) sudah banyak diusung oleh kendaraan beroda ban berupa truk taktis, contohnya CAESAR 155/52 dari Perancis.

Caesar awalnya menggunakan platform truk taktis berukuran besar jenis Mercedes-Benz Unimog 6x6 U2450L. Kini memakai truk taktis 6x6 buatan Arquss (Renault Truck Defence) Sherpa dengan kabin berlapis baja.

Sistem howitzer CAESAR (singkatan Bahasa Perancis dari Camion Equipe d’un Systeme d’ARtillerie, atau truk yang dipersenatai dengan sistem artileri), kini terdapat juga yang memakai platform kendaraan truk taktis 8x8 TATRA T-815.

Kaliber 155mm NATO merupakan standarisasi menurut AOP-29 Part 1 dengan referensi STANAG 4425. Tentang munisi tembakan tidak langsung atau tembakan lambung (indirect fire) yang lazim digunakan dalam senjata meriam lapangan dan/atau Howitzer. [NATO - AOP-29 PT 1 NAAG– SURFACE-TOSURFACE ARTILLERY PANEL AC/225 Land Capability Group 3 Sub Group 2 NATO INDIRECT FIRE AMMUNITION INTERCHANGEABILITY PART 1 – 155 MM ARTILLERY AMMUNITION].

Senjata artileri lapangan kaliber 155mm dalam catatan sejarah, pertama kali dikembangkan di Perancis. Lalu dalam era Perang Dunia ke-1 disebut sebagai “Canon de 155 Grande Puissance Filloux (GPF) modèle 1917.”

Untuk Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet memiliki aturan yang sama, hanya menganut ukuran caliber 152mm (5,9”) untuk bagian dalam laras. Bagi Standar Nato, kebanyakan pengguna sistem senjata artileri GS atau SP yang diusung dengan platform kendaraan taktis Truck 6x6 atau 8x8 umumnya memilih kaliber 155mm/52.

Beberapa sistem senjata howitzer gerak sendiri dengan platform kendaraan taktis beroda ban kami coba untuk disajikan kepada pembaca sebagai berikut:

1. ATMOS 2000

Senjata howitzer gerak sendiri ATMOS 2000 merupakan sistem senjata yang dibuat oleh industri militer SOLTAM SYSTEM – Haifa, dari
Israel. ATMOS merupakan kependekan dari Autonomous Truck Mounted Ordnance System. Dibuat tiga jenis laras, yaitu: 155mm/39, 155mm/45, dan 155mm/52. Untuk ATMOS 2000 kaliber 155mm/45 juga dapat diganti dengan meriam Rusia M-46 kaliber 139mm.

Yang dimaksud dengan memiliki kaliber 155mm/52 (diameter bagian dalam laras 155mm, dan panjang laras sekitar 52 kali diameter bagian dalam laras atau sekitar 8,06 meter/diluar panjang muzzle brake), sehingga untuk panjang laras caliber 155mm/39 = 6,045 meter, dan untuk kaliber 155mm/45 – 6,975 meter.

Senjata dipasang pada platform berupakan kendaraan truck taktis 6x6, dan kini digunakan juga truck taktis 8x8 (high-mobility tactical truck).

Meriam ini diawaki oleh 2 personil awak kendaraan dan 4 personil awak senjata. Pengoperasian senjata dilakukan dengan dukungan penuh perangkat elektronik yang juga dapat dengan mudah beradaptasi atau berkoneksi dengan sistem K4I.

Gelar meriam (laying system of weapon) dapat dilakukan secara otomatis. Demikian juga dengan pengisian ulang munisi ke kamar peluru. Kelengkapan perangkat elektronik modern pada sistem senjata ini menjadikan pengoperasiannya lebih efektif dan efisien, serta pencapaian navigasi yang akurat dan mandiri (autonomous). Mulai dicoba oleh pasukan Israel (IDF) pada 2006.

Bobot sistem: 22.000 kg

Lebar pada saat siap jalan: 2,50 meter, dengan panjang: 9,50 meter. Panjang ulir dalam laras: 6,90 meter (Kal.52), Panjang keseluruhan laras: 8,85 meter (termasuk muzzle brake dan chamber). Sudut elevasi hingga +70 derajat. Sudut lintasan: -25 derajat hingga +25 derajat.

Jenis munisi yang dapat ditembakkan: semua jenis munisi standar NATO untuk kaliber 155mm. Jumlah munisi yang dapat dibawa oleh kendaraan: 27 buah proyektil dan pendorongnya (charge).

Jarak tembak maksimum: 41.000 meter dengan menggunakan proyektil jenis Extended Range Full Bore Base Bleed (ERFB-BB). Jarak tembak dengan proyektil High Explosive NATO L15 sejauh 30.000 meter, atau dengan proyektil standard M107 HE jarak tembaknya 22.000 meter.

ATMOS dipasangi sistem paket tenaga hidrolik untuk kestabilan pembidik, didukung dengan sistem penyangga/spade. Panjang recoil (Gerak hentakan mundur – saat penembakan, atau daya tolak-balik) antara 85 cm hingga 110 cm.

Sistem senjata menggunakan pembukaan kamar peluru dengan sistem geser horizontal kea rah kanan yang dipasangi cincin obturating (penutup lubang) dari bahan metal. Terdapat dua pneumatic equilibrator, satu silinder hidraulik buffer, dan hydro-pneumatic recupertaor.

Penembakan rata-rata dengan bantuan sistem pemuatan munisi yang baru adalah tiga proyektil untuk waktu 20 detik. Untu penembakan berkelanjutan, dapat mencapai 70 proyektil dalam waktu 60 menit.

DATA PLATFORM TRUCK 6x6

Platform pengusung unit meriam berupa truck taktis dengan mobilitas tinggi TATRA 6x6 yang menggunakan mesin diesel V-12 berkekuatan
315hp pada 2.200 rpm. Memiliki transmisi 10-kecepatan dengan power-assisted mechanical gear shifting.
2S22 BOHDANA
Kecepatan maksimum di jalan raya: 80 km/jam, dengan jarak tempuh maksimum dijalan raya 1.000 km. Bebas dasar: 40 cm, kemampuan menapak rintangan vertical setinggi 60 cm, Kemampuan melintas air hingga kedalaman 1,40 meter.

Truck TATRA 6x6 juga diproduksi di India dibawah lisensi dari TATRA TRUCK A.S. Chech Republic. Untuk ATMOS 2000, kabin kendaraan dilindungi dengan pelat baja tahan peluru caliber kecil serta tahan terhadap pecahan proyektil artileri pada jarak sekitar 5 meter dari pusat ledakan. Di Asia Tenggara sistem ATMOS antara lain digunakan oleh Angkatan Darat Philippina dan Thailand.
ri GS atau SP 155mm/52 2S22 Bohdana merupakan sistem senjata buatan Ukraina yang diusung oleh kendaraan truck
taktis KrAZ 63221 6x6 buatan pabrik AutoKrAZ. Bohdana disebut juga sebagai Bogdan atau Bogdana, dan diproduksi oleh pabrik traktor Kharkiv Tractor Plant (KhTZ), Ukraina. Dirancang untuk menghancurkan batere artileri, pos komando-kendali, unit lapis baja atau kavaleri, dan unit infanteri mekanis, serta pusat konsentrasi pertahanan musuh.

Pertama kali diperlihatkan kepada umum pada acara Parade Kemerdekaan Ukraina ke-27 di kota Kyiv pada Agustus 2018. Memiliki jarak tembak maksimum hingga 40 km, dengan penembakan rata-rata enam proyektil per menit. Uji tembak dilakukan pada Mei 2021 bertempat di medan uji Shiroky. Munisi yang digunakan dipasok oleh Excalibur Army, Chech Republic pada tahun 2020. Hingga Januari 2022, kegiatan uji lapangan yang dilakukan di medan uji Alibey, Odesa Oblast dinyatakan sukses, dengan jumlah penembakan sebanyak 450 kali, dan jarak maksimum yang dapat dicapai sejauh 42 km.

Dalam posisi non-steling (posisi traveling) unit 2S22 memiliki panjang 8,50 meter, lebar 2,70 meter, tinggi 4 meter, dan bobot tempur 25 ton. Sudut elevasi meriam antara 5 derajat hingga 65 derajat.

Kabin kendaraan berlapis baja yang dapat mengakomodasi 5 personil, serta terdapat tempat penyimpanan munisi cadangan untuk 20 proyektil dan peledaknya. Sistem kendali penembakan dengan dukungan sistem komputer, kalkulator balistik, sistem navigasi dan automatic gun laying system Siemens SIPLUS automated data driver.

Angkatan Darat Ukraina belum memiliki jumlah banyak sistem senjata howitzer SP ini karena sebulan setelah uji lapangan, Ukraina diserbu oleh Rusia. Kementrian Pertahanan Ukraina segera mengeluarkan perintah untuk menghancurkan prototype 2S22 Bohdana agar tidak direbut oleh pihak Rusia.

SWEDIA MEMBELI TAMBAHAN HOWITZER SP 155mm ARCHER

Baru-baru ini pihak BAE Systems Bofors baru saja menandatangani kontrak dengan pihak Swedia untuk memasok sistem senjata Howitzer GS atau SP kaliber 155mm ARCHER. Penandatanganan kontrak dilakukan di paris dalam acara pameran persenjataan Eurosatory 2022, 17 Juni yang lalu.

Swedia merupakan customer pertama yang membeli sistem senjata artileri GS Archer. Sebelumnya pada Kontrak Pertama, pihak Swedia membeli sebanyak 48 unit ARCHER, dan sudah selesai diserahkan oleh BAE Systens, bahkan sudah berada dalam jajaran Korps Artileri Swedia selama 5 tahun. Kontrak kali ini merupakan kontrak yang kedua.

Sejak pecahnya perang di Ukraina, BAE System mengalami peningkatan pesanan untuk sistem senjata Archer, demikian yang diutarakan oleh BAE Systems Vice President of Platform and Services.
Swedish ARCHER
Ditengah-tengah gencarnya pengembangan sistem senjata untuk bantuan penembakan jarak jauh seperti senjata peluncur rocket HIMARS dan sebagainya, pengembangan sistem senjata Aritileri masih menjadi perhatian baik dari kalangan pengguna maupun dari kalangan industri (M.ALI Haroen).

Foto: Istimewa
Lebih baru Lebih lama