Peradaban Digital Munculkan Teknologi Pembebasan

Media sosial menjadi kekuatan baru peradaban
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Salah satu hal penting yang diberikan peradaban digital adalah datangnya apa yang disebut sebagai teknologi pembebasan. Ini adalah teknologi yang memperkuat individu. Hal itu diungkapkan oleh Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA.

Ia berbicara dalam Webinar di Jakarta (15/9). Sebagai narasumber adalah Alimatul Qibtiyah, Komisioner Komnas Perempuan. Pemandu diskusi adalah Anick HT dan Amelia Fitriani.

Denny menuturkan di era ini, siapapun dia --walaupun individu tak dikenal sebelumnya, individu yang anonim-- tapi seketika bisa berhasil mempengaruhi lingkungan yang luas, bila sukses sebarkan pikirannya di media sosial. “Salah satunya, jika ia berhasil membikin video di Youtube dan kemudian video itu viral, ditonton oleh begitu banyak orang dan dibicarakan oleh kalangan yang sangat luas,” lanjut Denny.

Dicontoh lagi oleh Denny, bahkan individu yang awalnya tak dikenal, melalui Youtube bisa mencapai pemasukan iklan luar biasa. Diperkirakan, Youtube Mr. Beast (Jimmy Donaldson) berada di peringkat pertama di seluruh dunia, dengan perolehan mendekati 54 juta dollar AS (setara Rp 783 triliun, dengan kurs 1 dollar AS = Rp 14.500).

Menurut Denny, yang jadi soal selanjutnya adalah masalah etika. Jika teknologi sudah memungkinkan banyak hal, maka pertanyaannya adalah apa, yang boleh atau tidak boleh dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sangat canggih itu.
Denny JA
Jadi, Denny menunjukkan kekuatan Youtube. Menurut Satista 2022, statistik dari Youtube, saat ini ada 2,6 miliar manusia yang menonton Youtube setidaknya sekali per bulan. Itu artinya adalah 35 persen dari populasi dunia. Setiap hari, ada 1 miliar jam konten Youtube ditonton orang. Tiap menit, lebih dari 500 jam konten baru diunggah ke Youtube.

“Belum ada media se-powerful Youtube dalam sejarah,” jelas Denny. Dan iklan di Youtube tiap tahun dahsyat. Perolehan iklan Youtube pada 2021 diperkirakan mencapai 28,84 miliar dollar AS (setara Rp 418 triliun, dengan kurs 1 dollar AS = Rp 14.500). “Hari ini tidak ada TV manapun yang bisa menyaingi hebatnya iklan di Youtube,” ulasnya (dh).

Foto: Istimewa/abrui
Lebih baru Lebih lama