Pameran Deep and Extreme Perkuat Potensi Wisata Selam Indonesia

Potensi wisata selam Indonesia banyak diminati
Jakarta (Indonesia Mandiri) – “Kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya 'Deep and Extreme Indonesia 2022' menjadi bagian dalam pemulihan ekosistem wisata selam kita yang dua tahun lebih ini menghadapi suatu pukulan sangat dahsyat," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno, saat membuka secara resmi pameran olahraga esktrem terbesar Indonesia (1/9).

Pameran yang menjadi wadah bagi para pecinta diving (menyelam) juga petualangan outdoor, juga menyediakan berbagai informasi mengenai produk destinasi wisatanya. Wisata luar ruang termasuk wisata selam disebut Sandiaga merupakan salah satu kegiatan wisata yang berpotensi menjadi pandemic winner.

Hal ini lantaran pandemi COVID-19 telah mengubah minat dan tren wisatawan di Indonesia bahkan dunia yang lebih mengarah kepada wisata yang personalize, localize, customize, and smaller in size.

"Karenanya kami sekarang betul-betul all out untuk mendorong wisata minat khusus, termasuk wisata selam di mana Indonesia yang memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi destinasi selam terbaik di dunia," kata Sandiaga.

Di masa pandemi, Indonesia berhasil naik 12 peringkat dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2021 yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF). Kini Indonesia di peringkat 32 mengalahkan Thailand, Malaysia, juga Vietnam. Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN dengan komitmen dalam penurunan emisi karbon di sektor pariwisata sebesar 50 persen pada 2035 dan net zero emission di 2050.
Pameran Deep and Extreme Kembali dibuka setelah absen karena pandemi
Faktor keselamatan menjadi prioritas utama Kemenparekraf dalam menerapkan aturan wisata selam. Dalam rancangan roadmap ini Kemenparekraf bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) yang merupakan kelompok organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk meningkatkan keselamatan menyelam bagi semua penyelam (ma).
Lebih baru Lebih lama