Kampung Gadis Contoh Kelola Lingkungan Sehat, Produktif Dan Rendah Emisi

Kampung di Cilacap ini bisa menjadi percontohan
Cilacap/Jateng (Indonesia Mandiri) – "Kampung yang kumuh ini kita ubah menjadi kampung yang sehat, bukan hanya ditata untuk menjadi indah saja, tapi juga bagaimana agar juga bisa menghasilkan," tutur Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Tatto menjelaskan keberadaan Kampung Berkualitas Guyub, Aman, Damai, Indah, Sejahtera (GADIS) di Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Jawa Tengah, kepada rombongan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Program GADIS diinisiasi sejak 2017 dengan pendampingan dari PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, kesehatan dan pendidikan.

Menteri LHK berkesempatan melihat pengelolaan Bank Sampah Beo Asri dan meresmikan Program Desa Mandiri Energi melalui inovasi teknologi ramah lingkungan Eco Smart Greenhouse Hidroponik terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 1.000 Watt Peak (WP).

Inovasi Eco Smart Greenhouse Hidroponik bermanfaat bagi masyarakat untuk proses pembibitan hidroponik dengan menggunakan panel surya sebagai sumber listrik untuk otomatisasi penyiraman bibit.

Siti mengapresiasi karena program ini telah membuahkan hasil bagi kelompok petani hidroponik, yaitu berupa peningkatan pendapatan ekonomi kelompok yang berasal tidak hanya dari menjual produk sayuran, namun juga dari menjual bibit-bibit tanaman hidroponik.

"Secara efektif, masyarakat memperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 500.000/bulan dibandingkan dari sebelumnya masyarakat harus membeli bibit Rp1.200.000/unit per bulan," kata Siti.

Diakui oleh banyak orang, kampung di bantaran rel kereta ini awalnya adalah lokasi kumuh, tempat pembuangan sampah, kawasan kenakalan remaja, dan lokasi sering terjadi kecelakan di rel kereta api. Namun setelah bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, lokasi ini menjadi lebih produktif, sehat dan mandiri.

Kelompok petani Kelurahan Tegalreja juga telah mampu mengelola hasil kebun hidroponik dari hulu ke hilir yang banyak mendatangkan manfaat bagi kelompok khususnya dari segi pendapatan. Program Eco Smart Greenhouse telah diekstensifikasi dengan memproduksi jus hidroponik dan makanan ringan yang bernilai jual tinggi. Dampak positif lainnya, kebun hidroponik Tegalreja sering menjadi tempat kunjungan dari wilayah lain baik untuk belajar maupun sekedar berekreasi.

Menteri LHK Siti Nurbata melihat langsung Kampung Gadis 
“Progam Kampung Gadis adalah wujud Komitmen PT KPI mendukung upaya pemerintah Indonesia merespon perubahan iklim didasarkan pada kesadaran penuh dalam mendukung tujuan ke-13 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) terkait penanganan perubahan iklim.” papar Direktur Operasi PT KPI, Didik Bahagia.

Selain Inovasi Eco Smart Greenhouse, rombongan juga melihat program Bank Sampah Beo Asri yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengendalian sampah lingkungan melalui beberapa kegiatan utama, seperti menabung Sampah dengan tabungan SAHARA, produksi kerajinan melalui limbah NonB3, pengelolaan sampah anorganik menjadi pupuk, dan berpartisipasi aktif dalam pemasaran hasil kerajinan. Pengurus Bank Sampah Beo Asri beranggotakan kaum ibu, lansia dan pemuda eks kenakalan remaja (ma).
Lebih baru Lebih lama