Galeri Jalasveva Jayamahe Sarana Edukasi Kemaritiman

Kadisjarahal Laksma TNI Eko Gajah Seno ST (pegang mic) tengah sosialisasi sejarah TNI AL
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Kota Jakarta kian diperkaya lagi dengan kehadiran wisata edukasi yang satu ini. Namanya Museum Galeri Jalasveva Jayamahe (JJM), dikelola oleh TNI AL, khususnya dari Dinas Sejarah Angkatan laut (Disjarahal).

Galeri JJM terletak di tengah kota Jakarta, yakni Jalan Raden Saleh, sebentar lagi akan diresmikan. Tak jauh dari lokasi ini, ada beberapa tempat bersejarah lainnya, seperti Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional dan Gedung Juang. Jadi, tepat sekali bila TNI AL memilih lokasi Galeri JJM di pusat keramaian kota.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Galeri JJM, baru-baru ini IndonesiaMandiri (IM) mengunjunginya dan sekaligus mendapat kesempatan bertemu dengan Kepala Disjarahal, Laksamana Pertama TNI Eko Gajah Seno (EGS). Ini bertepatan pula dengan Hari Ulang Tahun TNI AL ke-77, yang jatuh pada 10 September.

Laksamana Pertama TNI Eko yang lulusan AAL 33-1988, menegaskan, “intinya bangsa akita adalah bangsa yang besar, dua pertiga wilayahnya adalah laut. Yang selama ini sepertinya terlupakan. Dan kita kini sudah waktunya kembali ke laut.” Berikut petikan wawancaranya:

IM. Apa sebenarnya tugas utama Disjarahal?

EGS. Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) sebagai badan pelaksana pusat yang berkedudukan langsung di bawah Kasal (Kepala Staf Angkatan Laut) memiliki tugas utama menyelenggarakan fungsi sejarah Angkatan Laut, meliputi pembinaan riset dan penulisan sejarah, dokumen arsip sejarah dan museum monumen dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AL. Tugas tersebut tertuang dalam Perkasal Nomor 41 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Prosedur Disjarahal.

IM. Cukup luas ya perannya?

EGS. Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut Disjarahal menyelenggarakan antara lain: merumuskan dan menyusun petunjuk-petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan sejarah, museum dan dokumentasi arsip sejarah TNI AL, melaksanakan pembinaan sejarah dalam mendukung doktrin TNI AL, melaksanakan penelitian sejarah melalui riset lapangan, pustaka, dan wawancara (sejarah lisan), melaksanakan penulisan dan penyajian sejarah TNI AL dalam berbagai platform guna mempublikan sejarah TN AL, melaksanakan pembinaan museum dan monumen guna pembinaan identitas, tradisi dan pembentukan karakter, mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program Disjarahal, guna menjamin pencapaian sasaran secara berhasil guna dan berdaya guna, melaksanakan pembinaan dokumentasi arsip sejarah serta fungsi pembinaan umum, mencakup sumber daya manusia, material, fasilitas dan jasa serta pembinaan non struktural.
Galeri JJM terletak di tengah kota, Jalan Raden Saleh
IM. Jadi, sangat strategis peran Disjarahal?

EGS. Yang diemban Disjarahal sangat penting dan strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AL. Oleh karena itu secara embrional kehadiran Disjarahal di organisasi TNI AL sudah ada sejak 1961 – 1966 dengan nama Seksi Sejarah Angkatan Laut dan Maritim (Seksi S), dipimpin setingkat Mayor. Lalu berturut-turut dipimpin seorang Perwira Tinggi bintang satu pada saat menjadi Direktorat Sejarah dan Perpustakaan Angkatan Laut (1966-1971), Dinas Sejarah Angkatan Laut (1971-1984). Setelah itu mengalami degradasi menjadi Sub Direktorat Sejarah Ditwatpersal (1984-1993) dan Sub Dinas Sejarah Dispenal (1993-2020) dipimpin seorang Pamen berpangkat Kolonel. Kemudian pada 2019 melalui Perpres RI Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, lahir kembali Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) yang diresmikan 30 Juli 2020, dipimpin oleh Perwira Tinggi bintang satu.

IM. Apa yang melatar belakangi dibangunnya museum TNI AL di jalan Raden Saleh?

EGS. Di kota Jakarta, yang nota bene merupakan salah satu basis kekuatan para pejuang maritim dan tempat lahirnya embrio TNI AL (BKR Laut) pada 10 September 1945, belum ada satu pun Museum TNI AL yang merepresentasikan jejak pengabdian TNI AL secara komprehensif. Namun museum atau galeri yang merepresentasikan jejak pengabdian satuan sudah ada seperti Museum Korps Marinir dan Museum Koarmada I maupun satuan-satuan TNI AL yang bermarkas di Jakarta.

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono telah menggagas lahirnya Museum Galeri JALESVEVA JAYAMAHE (Galeri JJM) di Jalan Raden Saleh No 11 Cikini Jakarta Pusat yang tempatnya berada di bagian depan gedung Kantor Disjarahal. Galeri JJM secara sepintas merepresentasikan jejak pengabdian kejayaan maritim dari masa Kerajaan Nusantara dan jejak pengabdian TNI AL mulai kelahirannya di 1945 hingga saat ini dalam perjalanan menuju Jalesveva Jayamahe. Konten Galeri JJM berisi narasi tentang kisah dan peristiwa sejarah TNI AL serta koleksi asli dan replika yang mewakili zamannya sehingga menjadi ruang memori sejarah maritim dan TNI AL untuk referensi dan Kehadiran Galeri JJM diharapkan menjadi sumber inspirasi, sarana edukasi, tempat penelitian, sarana rekreasi dan sarana pewarisan nilai.

IM. Bisa sebagai sumber inspirasi?

EGS. Galeri JJM diharapkan memberikan inspirasi untuk menciptakan dan mengembangkan sesuatu yang baru, tidak mengulangi suatu kesalahan/kegagalan yang pernah terjadi pada masa lalu dan di masa yang akan datang serta mengajak pengunjung untuk memahami jejak pengabdian TNI AL dari masa ke masa.

Diharapkan berperan sebagai sarana edukasi bagi generasi penerus keluarga besar TNI AL serta para pelajar, mahasiswa dan cendekiawan untuk belajar dari berbagai kisah dan peristiwa sejarah TNI AL. juga dapat membantu para peneliti dalam mengkaji bukti-bukti suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi sebagai kajian akademik serta sarana rekreasi, dengan membawa warisan nilai kejuangan yang bersumber dari kandungan informasi dari berbagai koleksi museum.

IM. Secara keseluruhan di Indonesia, ada beberapa museun TNI AL?

EGS. Secara keseluruhan jumlah Museum TNI AL di Indonesia saat ini data terkininya masih dalam verifikasi, namun secara umum keberadaan Museum TNI AL ada di hampir setiap satuan TNI AL di seluruh Indonesia, baik yang langsung dikelola oleh TNI AL sendiri maupun masyarakat. Selain museum TNI AL juga di seluruh Indonesia banyak dibangun monumen TNI AL yang dibangun oleh TNI AL sendiri maupun masyarakat. Kategori Museum TNI AL terbagi dalam 3 bagian: Museum Pusat TNI AL, didirikan oleh TNI AL dan dikelola oleh Disjarahal. Museum Satuan TNI AL, didirikan TNI AL dan dikelola oleh satuan-satuan TNI AL di mana berada. Museum TNI AL secara umum, yaitu museum yang didirikan dan dikelola oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, baik oleh yayasan atau perorangan yang peduli dengan upaya pembangunan karakter maritim dan pewarisan nilai-nilai luhur serta kejuangan TNI Angkatan Laut.
Galeri JJM merangkai berbagai fakta sejarah kemaritiman dan TNI AL
Untuk Museum Pusat TNI AL, pada 2022 ini sedang dalam proses pembangunan berlokasi di eks Disang Lantamal V Jl. Hang Tuah No 1 Surabaya dengan nama rencananya MUSEUM PUSAT TNI AL JALESVEVA JAYAMAHE. Museum ini untuk tahap-1 akan diresmikan pembangunannya pada akhir 2022. Museum Pusat TNI AL merupakan gagasan langsung dari Kasal Laksamana TNI Yudo Margono yang di dalamnya akan merepresentasikan jejak kejayaan maritim Nusantara pada masa Sriwijaya dan Majapahit serta mengekspresikan jejak pengabdian TNI AL sejak kelahirannya pada 10 September 1945 hingga saat ini.

Museum Pusat TNI AL diformat sebagai museum pintar, memadukan teknologi kreatif, seni arsitektur dan tata pamer dinamis dengan gaya penceritaan, penyajian benda koleksi, tata pamer, artworks serta instalasi seni. Luasnya menncapai 3,2 Ha. Nantinya akan menjadi museum militer terbesar se-kawasan Asia Tenggara, juga menjadi museum pintar berbasis teknologi 4.0 yang merekonstruksi dan merepresentasikan jejak pengabdian TNI Angkatan Laut menuju Jalesveva Jayamahe.

Museum ini akan menjadi ruang terbuka untuk umum dan diproyeksikan sebagai pusat dokumentasi dan penelitian ilmiah, pusat informasi ilmu pengetahuan, obyek wisata, serta media edukasi yang memadukan kemajuan teknologi informasi.

Selanjutnya Museum Satuan TNI AL yang dikelola Satuan TNI AL di mana berada, antara lain Museum Loka Jala Crana di area Akademi Angkatan Laut (AAL) Morokrembangan, Fleet House dan Monjaya di area Komando Armada II Ujung, Surabaya; Museum Puspenerbal di Juanda, Surabaya; Museum KALM di Lanal Malang; Museum Korps Marinir di Kwini, Jakarta dan Galeri Museum Jalesveva Jayamahe (Galeri JJM).

Kemudian dalam rangka memperkuat identitas dan kebanggaan para prajurit TNI AL terhadap satuannya, Bapak Kasal telah menginstrusikan melalui Telegram Kasal Nomor : 011/Jarah/0921 TWU. 0301.15.00 menindaklanjuti arahan Bapak Kasal kepada seluruh jajaran TNI AL pada tangal 26 Agustus 2021, agar seluruh satuan TNI AL membuat museum mini atau sejarah satuan dengan memanfaatkan ruangan yang ada. Konten museum mini atau galeri berisi tentang jejak pengabdian satuan masing-masing yang berupa: narasi dan buku-buku sejarah satuan, foto dokumentasi kegiatan dan Komandan satuan dari masa-kemasa dan kegiatan-kegiatan operasi dan latihan yang menonjol serta barang-barang koleksi berupa material, personel dan hasil pembinaan Potensi Maritim yang dilakukan.

Di berbagai wilayah Indonesia terdapat museum TNI AL didirikan, dikelola oleh masyarakat, baik yayasan atau perorangan yang peduli dengan pembangunan karakter maritim dan pewarisan nilai-nilai luhur serta kejuangan TNI AL. Antara lain Museum Galeri bahari (Mugaba) di Batujajar Bandung Barat yang dikelola oleh Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi (mantan Kasal periode 2014 s.d. 2018). Kemudian di Yogyakarta terdapat Museum Bahari yang ddirikan dan dikelola oleh Laksamana madya TNI (Purn) Yosaphat Didik Heru Purnomo (mantan Kabakamla RI).

IM. Untuk menumbuhkembangkan jiwa kebaharian bagi generasi penerus, strategi apa yg ditempuh TNI AL khususnya Dinas Sejarah?

EGS. Strategi yang ditempuh Disjarahal, seperti menerbitkan Majalah Kesejarahan Angkatan Laut “JALAKATHA” dengan platform cetak dan digital yang dipublikasikan lewat website TNI AL. Membuat video pendek kesejarahan Angkatan Laut yang dipublikasikan lewat website TNI AL dan You Tube. Mempublikasikan kesejarahan angkatan laut lewat media sosial Disjarahal. Menggalang kerjasama dengan media massa mainstream dan media online untuk mempublikasikan kesejarahan angkatan laut, terutama yang memiliki rubrik sejarah seperti Melawan Lupa Metro TV, Secret Story Trans TV, dan Jejak Langkah TVRI. Jalin kerja sama dengan komunitas sejarah dan badan kesejarahan pemerintah/lembaga untuk memperkaya sumber sejarah dan mempublikasikan sejarah angkatan laut. Kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang mengembangkan Ilmu sejarah maritim dalam meng-update teori metodologi sejarah dan konten sejarah maritim.

IM. Bagaimana dengan upaya penerbitan buku-buku sejarah TNI AL, apakah akan ada lagi yang mau keluarkan?

EGS. Penerbitan buku merupakan salah satu strategi dan tugas pokok Disjarahal dalam bidang historiografi yang tentunya akan terus dilakukan dan dikembangkan. Buku-buku yang telah diterbitkan Disjarahal, seperti MEWUJUDKAN JALESVEVA JAYAMAHE (2021), sebagai buku souvenir untuk Tamu Kasal. WAYANG DAN GAMELAN BAK RIAK GELOMBANG BAGI SANG JALASENA (2022) yang merupakan autobiografi Laksamana TNI Yudo Margono dalam mengembangkan seni pewayangan dan karawitan.

Laksma TNI Eko terus kumpulkan data sejarah TNI AL
Disamping itu, ada Buku yang sedang disusun, diantaranya: NAKHODA DI TENGAH BADAI PANDEMI, yang merupakan biografi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, GARDA PANTURA PADA MASA PERANG KEMERDEKAAN 1945-1949, yang berisi perjalanan heroik ALRI Pangkalan IV/Tegal dan Corps Armada IV yang berjuang mempertahankan kemerdekaan di wilayah pantai utara Jawa Tengah yang membentang dari Tegal hingga Batang,

Lalu, Buku dalam tahap riset atau pengumpulan data, yakni. BIOGRAFI LAKSAMANA MUDA MAS PARDI, berisi perjuangannya sebagai pendiri TNI AL, perintis pendidikan di Kementerian Perhubungan, dan perannya di Kementerian Luar Negeri sebagai wakil ketua delegasi RI dalam memperjuangkan konsep Negara Kepulauan RI pada Konvensi Hukum Laut Pertama. Serta MUSEUM DAN MONUMEN TNI AL, berisi data, sejarah, koleksi semua museum/monumen tersebar di Indonesia (ma)

Foto: abri/istimewa
Lebih baru Lebih lama