Bali Tampak Kian Bersih Jelang KTT G20

Bali terus berbenah untuk memelihara kebersihan lingkungan
Bali (Indonesia Mandiri) – “Kita sedang membangun 3 TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terakhir) di Denpasar, akan selesai pada minggu kedua Oktober dan dapat segera beroperasi. Sehingga ketika pada pelaksanaan KTT G20 bulan November mendatang, Bali sudah bersih dari sampah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, saat berkunjung ke Bali (31/8).

Mesin pengolah sampah pada TPST di Bali ini bakal dikembangkan di Indonesia, “Pemerintah akan mengembangkan 52 titik TPST di seluruh Indonesia dan nantinya mesin utamanya akan diproduksi di berbagai pabrik di Indonesia untuk mendukung produk dalam negeri,” tambahnya.

Ketiga TPST ini dipergunakan untuk menggantikan TPA Suwung yang sudah melebihi kapasitas. Nantinya sampah yang sudah tertimbun, diolah di TPST, “Kita juga sedang menyiapkan upaya penanganan TPA Suwung pasca-penutupan melalui pemadatan dan pelapisan,” jelasnya.

Pemerintah gandeng Universitas Udayana (UNUD) untuk melakukan penelitian terkait sisa sampah yang tersisa di TPA Suwung, termasuk membuat inovasi baru pada pengelolaan sampah, “Perlu dibuatkan studi pengelolaan sampah basah maupun sampah kering, dengan UNUD terlibat terus nanti apapun yang kita buat semua berdasarkan pada ilmu,” harap Luhut.

Saat memimpin rakor persiapan Acara Presidensi G20 Indonesia, Luhut mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, dan menyatakan Indonesia 100 persen siap menyelenggarakan KTT G20. “ Saya berharap bahwa kita memang harus menjadi tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang bisa memberikan pelayanan yang sempurna dan memberikan kesan bagi para delegasi,” pesan Wapres.

Selain itu, Wapres juga menegaskan agar panitia nasional G20 Indonesia agar belajar dari penyelenggaraan KTT G20 sebelumnya. Hal ini karena delegasi yang akan hadir pada KTT G20 nanti adalah para kepala negara dan kepala lembaga internasional, sehingga harus membawa citra yang baik dari Indonesia.
Wapres Ma’ruf Amin beserta sejumlah Menteri melihat persiapan G20 di Bali
Luhut menambahkan, acara Presidensi G20 Indonesia tak hanya berfokus pada puncak KTT (15-16 November 2022). Namun, seluruh rangkaian acara yang mengawalinya juga perlu diperhatikan kelancaran serta kesuksesan penyelenggaraanya.

“Oleh sebab itu, perlu diperhatikan segala aspek, mulai dari keamanan, logistik dan infrastruktur, kesehatan, komunikasi dan media, serta side events yang sudah mulai diselenggarakan sejak beberapa bulan yang lalu,” pesan Luhut (lw).
Lebih baru Lebih lama