Ukraina Akhirnya Bisa Ekspor Hasil Bumi

Kapal “Glory” diambil pada 9 Agustus 2022 di Istambul, Turki (Anadolu Agency/Getty Images)
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Sebanyak 58.000 metrik ton produksi pertanian diijinkan untuk dikapalkan keluar negeri dari Ukraina. Terlaksananya kegiatan ekspor tersebut merupakan kesepakatan dicapai oleh Rusia, Ukraina, Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB yang tergabung Joint Coordination Center (JCC). Demikian berita yang dilansir oleh CNBC, Jumat lalu (26/8).

JCC telah melakukan inspeksi kapal di Istambul, Turki pada 9 Agustus 2022. Sebelumnya pihak Rusia, Ukraina, dan PBB telah teken perjanjian kesepakatan untuk membuka tiga pelabuhan di Laut Hitam Ukraina, yaitu; Odessa, Chornomorsk, dan Pivdennyi/Yazhny. Tumpukan biji-bijan dan gandum hasil pertanian Ukraina telah menumpuk di Pelabuhan akibat adanya perang yang sudah berjalan setengah tahun ini.

Ukraina sudah dapat melakukan pengapalan ekspor gandum dan biji-bijian keluar negeri. Setidaknya sudah dua kapal disetujui untuk mengangkut barang komoditas ekspor Ukraina keluar dari Laut Hitam. Kapal tersebut mengangkut sekitar 58.750 ton gandum dan produk makanan dibawah kesepakatan Black Sea Grain Initiative.

Adapun kapal niaga yang pertama mengangkut komoditas ekspor pertanian dari Ukraina tersebut adalah kapal MV Razoni.

Sejauh ini JCC telah menyetujui keberangkatan 30 kapal niaga dari pelabuhan Ukraina. Adapun Negara tujuan ekspor sementara ini yang tercatat adalah Lebanon, Inggris, Tuski, Iran, dan Singapura. Kesepakatan untuk ekspor hasil bumi Ukraina dibawah Black Sea Grain Initiative sudah mulai berlaku sejak 1 Agustus 2022.

Sebagai bagian dari JCC dan juga anggota NATO, Turki akan memeriksa kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor tersebut diwilayah perairan teritorialnya, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran dari perjanjian seperti pengangkutan persenjataan atau peralatan militer.

Hingga menjelang akhir Agustus 2022 ini setidaknya telah dikapalkan hasil bumi Ukraina seberat 437.804 metrik ton – demikian catatan yang diperoleh dari VesselFinder yang memonitor data AIS pengapalan dari setiap kapal niaga yang menuju Istambul ataupun Utara Bosphorous.

UPAYA KEMANUSIAAN
Black Sea Grain Initiative dapat dikatakan sebagai upaya kemanusiaan yang ditempuh diluar situasi perpolitikan yang melelahkan, terlebih menjelang masuknya musim dingin.
Pengapalan pertama (3/8)dibawah perjanjian Black Sea Export Deal, sebanyak 26.000 ton hasil pertanian Ukraina menuju berbagai negara (OCHA/Levent Kulu)
Semoga saja dengan dibukannya pelabuhan serta keran ekspor hasil bumi ini tidak dikacaukan oleh komentar politisi amatir yang justru akan menimbulkan peperangan berkepanjangan (M. Ali Haroen).
Lebih baru Lebih lama