Pariwisata Tanah Air Pegang Prinsip Konservasi

Pariwisata berkelanjutan sangat diminati wisatawan pasca pandemi
Jakarta (Indonesia Mandiri) – “Prinsip konservasi menjadi hal utama untuk membangun ekosistem pariwisata di Indonesia. Terlebih pembangunan kepariwisataan di era post pandemi harus mempertimbangkan multiple crisis yang dihadapi manusia, antara lain krisis lingkungan, krisis kesehatan, hingga krisis akibat perubahan iklim yang mengancam sumber daya alam, lingkungan, budaya, dan masyarakat,” ucap Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, dalam acara “Sustainable Tourism Development Forum (STDev) Forum Seri-2 secara virtual (25/8).

Pariwisata menjadi sektor yang bergantung pada sumber daya alam, budaya, lingkungan dan masyarakat sebagai daya tarik utama sekaligus menjadi sistem pendukung pembangunannya.

Sehingga, lanjut Giri, prinsip-prinsip konservasi menjadi nilai-nilai yang menjadi acuan bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kemenparekraf dalam mengembangkan destinasi alam dan budaya guna menjaga kualitas dan keberlanjutan.

“Strategi konservasi yang dinamis akan menjadi semakin penting terutama sebagai sarana untuk memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan iklim dan variabilitas serta ekstrem yang menyertainya, seperti kekeringan yang berkepanjangan,” jelasnya.

Kemenparekraf sendiri, tutur Giri, memiliki lima cakupan flagship pariwisata berkelanjutan yang terdiri dari Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI) dan Sustainbale Tourism Management & Marketing.

Dengan sendirinya, cakupan tersebut juga mengembangkan, memperkuat, serta memberlakukan skema Perhitungan Jejak Karbon. “Sementara pada destinasi disertai dengan aksi pengimbangan karbon, menerapkan kebijakan terkait carrying capacity dan visitor management pada destinasi alam dan budaya, serta mengadakan festival dan event budaya daerah dan nasional,” paparnya.

Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kemenparekraf
Hadir pula sebagai narasumber pada STDev Forum Seri-2 antara lain Anggota Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia (ISTC) Prof. Jatna Supriatna; Dosen Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sukma Arida; Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDE) Dr. Ir. Wiratno; Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada Prof. Baiquni; serta Ketua Umum Indonesian Inbound Tour Operators Association Dr. Paul Talo (ma).
Lebih baru Lebih lama