Kiprah Literasi Kaum Muda Papua Barat Dibahas Satupena

Anak-anak di Papua Barat
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena akan bahas kiprah orang muda dalam memperkuat literasi dasar di Papua Barat. Belakangan, telah bermunculan gerakan peduli literasi yang digawangi anak-anak muda di Papua Barat.

Obrolan Hati Pena #53 akan diadakan di Jakarta pada Kamis, 1 September 2022, pukul 19.00-21.00 WIB. Sebagai narasumber adalah Lamek Dowansida, aktivis literasi dan pendiri Komunitas Suka Membaca, serta dipandu Teti Sanda dan Anick HT.

Menurut panitia webinar, pada 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat buta aksara Indonesia pada posisi 1,93%. Namun jika dilihat lebih rinci, Papua menjadi provinsi dengan tingkat buta aksara paling tinggi, yakni mencapai 21,9%.

Provinsi lainnya dengan tingkat buta aksara tinggi, yakni Nusa Tenggara Barat 7,46%, Nusa Tenggara Timur 4,42%, Sulawesi Selatan 4,22%, Sulawesi Barat 3,9%, dan Kalimantan Barat 3,81%. Sebagian besar masyarakat buta aksara berada di wilayah-wilayah terluar ataupun wilayah dengan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang kurang baik.

Literasi aksara di Indonesia termasuk Papua Barat menjadi masalah besar kita. Profil wilayah yang memiliki banyak kawasan terpencil atau pedalaman berkontribusi terhadap kurangnya sarana dan prasarana pendidikan. Sinergi dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat perlu terus didorong untuk mempersempit jarak ketimpangan dengan daerah lain di Indonesia.
Webinar berlangsung kamis malam 1 September
Menariknya, Papua Barat lebih baik dari DKI Jakarta dalam hal survei literasi digital 2021 versi Kominfo. Padahal Jakarta dianggap lebih maju teknologinya.

Webinar ini bisa diikuti di link zoom: https:// s.id/hatipena53. Juga melalui livestreaming, Youtube Channel: Hati Pena TV. Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena. Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan (ma).

Foto: abri
Lebih baru Lebih lama