Bung Hatta Tak Pernah Ragu Niat Baik Bung Karno

Bung Karno dan Bung Hatta
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta, pernah melakukan kritik pada Demokrasi Terpimpin yang digagas Soekarno. Namun Bung Hatta tidak pernah meragukan niat baik Bung Karno untuk kemajuan Indonesia dan rakyatnya.

Cara pandang Bung Hatta yang unik itu diungkapkan sejarawan Bonnie Triyana, dalam Webinar di Jakarta (11/8).

Webinar itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, bertema “Karsa Bung Hatta Untuk Bangsa.'

Bonnie menuturkan, Bung Hatta membandingkan sosok Bung Karno dengan Mephistopheles, tokoh dalam drama “Faust” karya sastrawan besar Jerman, Goethe.

“Mephistopheles adalah tokoh yang niatnya selalu jahat, tetapi menghasilkan hal-hal yang baik. Sedangkan Bung Karno adalah tokoh yang selalu berniat baik, tetapi yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diniatkan,” papar Bonnie.

“Bung Hatta adalah pribadi yang otentik. Banyak orang tahu bahwa dia hidup begitu sederhana dan tak mampu membeli sepatu Bally. Atau aliran listrik rumahnya yang terancam diputus, karena menunggak bayar. Uang pensiunnya sebagai Wapres sangat kecil. Sulit dicari padanannya hari ini,” lanjut Bonnie.
Bonnie Triyana
Pembicara lain, aktivis Taufik Rahzen berkomentar, kalau Bung Hatta adalah anugerah terbesar bangsa ini.

“Pikirannya menjadi jangkar kesadaran, hidupnya menjadi jiwa yang menganyam kebersamaan, kejujurannya membuat kita percaya pada kebenaran,” sebut Taufik.

“Dalam kegelapan yang rumit, kegalauan yang cepat, hidup Bung Hatta menjadi bintang pemandu. Hatta duduk berdampingan dengan Gandhi,” pujj Taufik, yang pernah jadi penganjur gerakan tanpa-kekerasan (ma).

Foto: Istimewa
Lebih baru Lebih lama