Sah, Wartawan Satrio Arismunandar Terima Sertifikat Rumah Dari BTN

Satrio dan isteri (paling kanan), bersama perwakilan BTN dan Denny JA
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Konflik antara wartawan Satrio Arismunadar dengan Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terkait utang yang dilakukan Satrio dan berbuntut akan ada pengosongan rumah (IndonesiaMandiri, 10/6), akhirnya dapat diselesaikan dengan mediasi yang baik.

Melalui berbagai cara, Satrio yang yang mantan wartawan Harian Kompas dan Produser di Transtv, ternyata mendapat banyak simpati dari kerabatnya, sehingga mendapat banyak bantuan moril mauoun ekonomi. Dan, pihak BTN pun juga melakukan mediasi ke pihak Satrio yang berujung damai.

Setelah diselesaikan utangnya kepada BTN, Satrio menerima sertifikat rumahnya di Kawasan Depok, Jawa Barat (5/7). Hal ini dilakukan BTN sesudah seluruh tunggakan utang Satrio dan istrinya Yuliandhini sebesar Rp 422 juta dilunasi. Penyerahan sertifikat rumah ini sekaligus mengakhiri konflik Satrio dengan BTN, yang nyaris mengakibatkan Satrio dan keluarga kehilangan rumah satu-satunya.

Dalam acara serah terima sertifikat di kantor LSI-Denny JA Rawamangun, Jakarta Timur, selain perwakilan BTN, Satrio dan istrinya, hadir pula Denny JA, yang memfasilitasi dan berperan penting dalam pelunasan utang ke BTN tersebut.

Pelunasan utang itu tak mungkin terjadi tanpa dukungan dan bantuan ikhlas banyak pihak. Ratusan (mungkin lebih dari seribu) teman, rekan, sahabat, kolega, dan kalangan lain menunjukkan simpati dan solidaritas yang luar biasa terhadap Satrio dan keluarga.

Tanpa diminta, mereka berinisiatif bergotong royong dan urunan dana, untuk menyelamatkan rumah Satrio dan keluarga dari penyitaan oleh BTN. Dari hasil urunan itu diperoleh Rp 153 juta. Denny memberi sumbangan pribadi Rp 60 juta. Sedangkan kekurangan sebesar Rp 209 juta ditalangi oleh Denny sebagai utang yang akan dicicil tanpa bunga oleh Satrio.

Cicilan itu dibayarkan Satrio dalam bentuk kerja untuk Denny JA selama sekitar 3,5 tahun. Selama periode pembayaran cicilan itu, sertifikat rumah Satrio disimpan oleh Denny. Satrio mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan kalangan, yang telah membantu dan memberi dukungan.

Denny JA (tengah berkaca mata) banyak berperan membantu pelunasan utang Satrio
Khusus untuk pelunasan rumah ke BTN, ada bantuan hasil urunan dari: Alumni FTUI & Lintas Fakultas NKRI; Alumni Gatrik Elektro FTUI; dan teman-teman di Jurusan Elektro Angkatan ‘80 FTUI Rp 6.873.112. Juga, ada Pengumpulan Dana SAVE SATRIO. Ini adalah kelompok individu dari berbagai latar belakang: dosen/akademisi, aktivis 1998, relawan, pejabat/staf ahli kementerian, aktivis Indonesia Maju, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, dan lain-lain.

Bantuan juga datang dari: Organisasi AJI Indonesia dan para jurnalis anggota AJI, teman-teman wartawan Kompas, Trans TV, Kelompok Studi Proklamasi, Pusat Dokumentasi Guntur 49, alumni Suratkabar Kampus Warta UI, teman di grup WhatsApp, teman-teman di Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), kantor pengacara dan lain-lain, yang tak bisa disebut satu-persatu (ma).
Lebih baru Lebih lama