Kinerja Keuangan Membaik, Garuda Indonesia Tambah Layanan

Isian penumpang terus membaik  hingga diatas  80 persen di beberapa rute
Jakarta (Indonesia Mandiri) – Jakarta (IndonesiaMandiri) – Seiring telah rampungnya tahapan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ("PKPU") maupun negosiasi bersama lessor yang dilakukan Garuda Indonesia (Garuda). Kini perusahaan pelat merah bidang transportasi udara ini mulai genjot frekuensi layanan  penerbangannya guna meraup untung.

Rencana penambahan frekuensi fase awal tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga Agustus mendatang di sejumlah sektor penerbangan keberangkatan Jakarta, yaitu: Batam, Balikpapan, Denpasar, Medan, Makassar, Surabaya, hingga Singapura.

Adapun penambahan frekuensi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan performa rute secara berkelanjutan serta optimalisasi armada yang akan terus ditinjau dan dievaluasi oleh manajemen Garuda.  

Pada fasel awal ini, Garuda merencanakan tambah kapasitas layanan penerbangan di sejumlah rute domestic setiap minggu, seperti Jakarta – Batam pp, akan beroperasi hingga 11 kali; Jakarta - Balikpapan pp 11 kali; Jakarta - Denpasar pp 45 kali; Jakarta – Kualanamu/Medan pp 21 kali; Jakarta - Makassar pp 32 kali; dan Jakarta - Surabaya pp 35 kali per minggu.

Selain itu, untuk rute internasional Jakarta - Singapura pp akan dioperasikan hingga 14 kali per minggu. Garuda diproyeksikan dapat mengoperasikan sedikitnya 850 penerbangan per minggu selama Agustus 2022 mendatang atau meningkat sebesar 32 persen dibanding Juni lalu berkisar di 650 penerbangan per minggunya.

Dirut Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, “penambahan frekuensi penerbangan ini menjadi bentuk komitmen kami sebagai national flag carrier untuk senantiasa memastikan kebutuhan konektivitas udara bagi masyarakat terpenuhi dengan baik melalui layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan sehat—utamanya dalam mempersiapkan periode peak season jelang akhir tahun nanti.”

Ketersediaan pesawat juga terus ditambah
Optimalisasi performa melalui penambahan frekuensi penerbangan turut didukung ketersediaan jumlah pesawat serviceable yang meningkat secara bertahap, di mana periode Juli sampai awal Agustus, direncanakan kembali mengoperasikan tiga Boeing 737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor. Langkah tersebut selaras dengan tindak lanjut kesepakatan negosiasi yang telah dicapai perusahaan serta didorong kinerja yang mulai positif.

“Selain fokus dalam optimalisasi rute penerbangan, kami juga akan terus mengembangkan peluang pendapatan usaha lainnya dari lini bisnis di luar penerbangan berjadwal seperti optimalisasi angkutan kargo, ancillary revenue, hingga kerja sama bersama mitra strategis kami lainnya,” papar Irfan (ma).

Foto: abri


Lebih baru Lebih lama