Kapal Perang Indonesia Pimpin Latihan Perang Di Lebanon

Personil KRI SIM-367 dalam misi perdamaian PBB di Lebanon
Lebanon
 (Indonesia Mandiri) – Kapal Perang Republik Indonesia Sultan Iskandar Muda (KRI SIM-367)  dengan komandan Letkol Laut (P) Abdul Haris selaku Komandan Satgas (Dansatgas) MTF XXVIII-M/UNIFIL memimpin latihan peperangan Anti Udara (PAU) atau Air Defense Exercises 322 (ADEX322) di Laut Mediterania, Lebanon (6/6).

Latihan ini diikuti oleh dua unsur kapal perang negara yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL yaitu Kapal Perang Turki TCG YAVUZ (YAV) dan Kapal Perang Yunani HS NIKIFOROS FOKAS (NIF).

Rangkaian latihan ADEX 322 diawali dengan Helikopter AS 565 MBE Panther yang onboard di KRI SIM-367 take-off dari atas geladak heli. Helikopter Panther dengan sebutan “Garuda” bertindak sebagai Helikopter musuh yang terbang rendah atau Low Slow Flyer (LSF). 

Selanjutnya “Garuda” mendapatkan tugas untuk melaksanakan skenario profil serangan terhadap convoy sebanyak dua kali dan direspon oleh KRI SIM-367 dengan mengisyaratkan pembentukan tabir sektor kepada dua kapal perang lainnya untuk melakukan aksi pertahanan udara.

Peran Indonesia sangat strategis dalam UNIFIL
Di sela-sela latihan, Letkol Laut (P) Abdul Haris menyampaikan, suatu kehormatan untuk KRI SIM-367 didaulat sebagai pemimpin serial latihan dan bertindak selaku High Value Unit  sekaligus sebagai Anti Air Warfare Commander.

Menurutnya, tujuan dari latihan bersama yang dilaksanakan secara periodik oleh seluruh kapal perang UNIFIL Maritime Task Force (MTF) di perairan Lebanon untuk menguji respon serta kesiapan unsur-unsur MTF UNIFIL dalam melaksanakan pertahanan menghadapi bahaya ancaman udara (ma).

Lebih baru Lebih lama