TNI AL Gelar Pertemuan Organisasi Hidrografi Internasional Di Bali

Danpushidrosal Laksdya TNI Nurhidayat (kiri) membuka ajaran IHO
Bali
 (IndonesiaMandiri) – TNI AL melalui Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar pertemuan  internasional  negara-negara anggota International Hydrographic Organization (IHO) di Hotel Anvaya Beach Resort, Kuta Bali.

IHO merupakan induk organisasi hidrografi internasional bagi negara anggota IHO, tugasnya memberikan regulasi dan panduan teknis terhadap kegiatan survei hidrografi dan pemetaan yang dilaksanakan oleh negara anggotanya untuk mencapai satu standar terkoneksi pemetaan dunia (worldwide charting).

Ada pertemuan Hydrographic Service and Standards Committee (HSSC) meeting, merupakan salah satu komite kelompok kerja IHO. Komite ini  dibentuk guna mengkaji ulang serta melakukan formulasi penyelarasan dan pengembangan standards, spesifikasi dan kriteria panduan teknis untuk produk-produk hidrografi terkait dengan hasil peta dan publikasi, nautika pelayaran lainnya.

Produk ini disusun dan diterbitkan oleh lembaga hidrografi negara anggota sesuai international standards & specification yang telah ditetapkan oleh IHO, guna menjamin keselamatan navigasi pelayaran bagi pengguna laut, khususnya bidang pelayaran dan transportasi laut maupun pengguna aplikasi data hidrografi lainnya seperti perlindungan lingkungan laut ataupun penataan ruang laut (marine spatial planning) untuk kesejahteraan umat manusia.

Peserta yang hadir dari 17 negara seluruh dunia
Kegiatan dibuka Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, digelar secara hybrid mulai 16-19 Mei 2002, diikuti 17  negara anggota. Jumlah peserta sebanyak  123 orang, terdiri dari 38 peserta face-to-face dan 85 peserta via teleconference. HSSC-14 meeting dipimpin Chair: Mr. Magnus WALLHAGEN (Swedia), Vice-Chair: Ms. Nathalie LEIDINGER (Prancis), serta perwakilan IHO sebagai Secretariat: Director Abri KAMPFER (IHO Secretariat), dibantu Assistant Director Yves GUILLAM (IHO Secretariat).  HSSC-14 juga diikuti 6 peserta dari NGIO dan 3 dari pihak Industri.

Bagi Indonesia khususnya Pushidrosal, partisipasi aktif pada forum ini melalui korespondensi atau mengirimkan/kehadiran beberapa perwakilan personel teknis spesialisnya pada HSSC sangat bermanfaat besar terhadap pemahaman serta proses kontribusi penyempurnaan tata aturan, yang akhirnya akan berlaku secara global  dan berdampak pada produk peta diproduksi Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional.

Indonesia dalam hal ini Pushidrosal dapat segera mengambil langkah positif dan adaptif sesuai dengan keadaan dinamika pembangunan maritim di dalam negeri. Selain itu dengan digelarnya kegiatan ini di Bali, diharapkan dapat menumbuhkan  Kembali sektor perekonomian dan pariwisata Bali yang selama ini terdampak pandemi Covid-19 (ma).

Lebih baru Lebih lama