Satupena Pererat Keberagaman Warga Negara Saat Lebaran

Pengurus Satupena bergembira pererat persatuan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, memilih cara yang menarik dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pesan yang disampaikan bukan hanya untuk para anggota dan simpatisannya saja. Tapi untuk seluruh warga negara Indonesia.

Halal Bihalal/HBH Satupena yang digelar di Jakarta (17/5), mengusung tema “Mengakrabkan Warga Negara Merayakan Perbedaan,”. Hal ini ditekankan Denny JA, Ketua Umum Satupena, dalam pesannya merayakan Lebaran yang dihadiri lebih dari 50 anggota komunitas dan Dewan Penasihat Satupena.

Karena warga negara Indonesia, belakangan ini, rentan terimbas konflik sosial karena hanya perbedaan sikap politik, agama dan masalah sosial yang membelahnya. Nah ,HYBH Satupena justru  membawa persatuan sesama anak  bangsa.

Acara yang dipandu oleh Amelia Fitriani dan Elza Peldi Taher itu disertai iringan musik dari The Playsets Band yang dipimpin Chappy Hakim, Dewan Penasehat Satupena yang juga mantan Kepala Staf TNI AU. Juga ada pembacaan puisi oleh Eka Budianta, Monica JR, Swary Utami Dewi, Nurhayati, Nia Samsihono, Soen’an Hadi Poernomo, dan Jose Rizal Manua.

Tokoh senior yang hadir, antara lain: Wina Armada, Gemala Hatta, Bachtiar Aly, Hery Sucipto, dan Budiman Hakim. Juga hadir perwakilan dari komunitas penulis The Writers dan komunitas penulis buku Kompas. Acara berlangsung meriah sampai ditutup pukul 17.30.

Para tamu yang hadir sepakat untuk terus merajut keberagaman
Denny JA sempat menyampaikan hasil penelitian Pew Research Center terkait indeks permusuhan sosial (social hostilities index). Permusuhan sosial berkisar mulai dari pelecehan atas identitas agama seseorang hingga kekerasan massa terkait agama, konflik sektarian, dan terorisme.

Ironisnya, Indonesia termasuk negara yang indeks permusuhan sosialnya tinggi. Dalam kaitan itulah, acara halal bihalal menjadi penting. “Tradisi halal  bihalal adalah asli temuan Indonesia sendiri. Tradisi ini tidak terdapat di Timur Tengah,” ujar Denny (ma).

Lebih baru Lebih lama