Libur Lebaran Gairahkan Sektor Parekraf

Pegiat usaha parekraf merasakan keuntungan saat Libur Lebaran
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Destinasi-destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif di berbagai daerah semua penuh. Kami mendapatkan laporan maupun beberapa pantauan kami lakukan langsung, jumlah wisatawan sangat besar dan ini sesuai dengan target kita," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat "Weekly Press Briefing" secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona (9/5).

Sandiaga mengungkapkan pergerakan orang saat mudik dan libur lebaran memberikan dampak  sangat besar terhadap sektor parekraf dengan tingginya jumlah wisatawan yang datang ke destinasi wisata dan sentra ekraf di berbagai daerah. Ini tak lepas dari keputusan pemerintah yang memperbolehkan "mudik" setelah 2 tahun terhalang akibat pandemi.

Beberapa destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan terutama di Bali. Termasuk di seputar atau sekitar jalur mudik yang mendapat limpahan kunjungan dari wisatawan lokal. Menurut Sandiaga, perputaran uang di beberapa destinasi dan sentra ekraf di Bali periode libur lebaran dilaporkan bisa mencapai Rp250 miliar. Pemerintah sendiri memproyeksi perputaran uang di libur lebaran sebesar Rp72 triliun secara nasional.

"Dampak ekonomi yang detail akan segera dihitung. Tapi dari kunjungan langsung pantauan kami seperti di Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, ini semua mengalami peningkatan kunjungan dari wisatawan lokal atau wisatawan domestik," ulas Sandiaga.

Masyarakat juga kian disiplin dalam penerapan prokes
Peningkatan ini, lanjut Sandiaga, juga diikuti dengan tingkat penerapan protokol Kesehatan (prokes) yang baik. Mulai dari pengelola destinasi wisata dan sentra ekraf juga wisatawan. Data Monitoring Kepatuhan Prokes sepanjang 2-8 Mei 2022 yang dilansir satgas COVID-19 diketahui, untuk rata-rata disiplin memakai masker di lokasi kerumunan untuk tempat wisata mencapai 84,06 persen.

"Sementara untuk kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat wisata mencapai 83.45 persen. Nah ini tentunya perlu terus kita tingkatkan kepatuhan kita," ujar Sandiaga.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk mitigasi potensi penularan COVID-19 serta memberikan relaksasi agar arus balik tak terlalu penuh, Menparekraf mendorong agar stakeholder sektor parekraf dapat memberlakukan kebijakan work from home. "Waktunya adalah antara 7 sampai 10 hari. Dan untuk Kemenparekraf sendiri kami minggu ini akan melakukan dengan kebijakan WFH 50 persen," sarannya (dh).

Lebih baru Lebih lama