Langgar Wilayah Indonesia, TNI AU Perintahkan Pesawat Asing Mendarat

Pihak TNI AU di Bandara Hang Nadim amankan pesawat udara asing
Batam/Kepri
 (IndonesiaMandiri) – Sebuah pesawat sipil asing Unschedule dengan Call Sign VOR06 nomor registrasi G-DVOR tipe DA62 yang sedang terbang dari Kuching ke Senai Malaysia, diperintahkan mendarat oleh TNI AU, di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (13/5).

Pesawat yang diterbangkan oleh MJT warga negara Inggris dan TVB (Copilot) serta CMP (Crew) diperintahkan mendarat di Batam, karena terbang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin dan tidak punya kelengkapan dokumen penerbangan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan,  Indonesia berkewajiban menjaga kedaulatan wilayahnya termasuk wilayah udara. Tuga tersebut diperankan oleh TNI AU dengan melakukan patroli dan pengawasan wilayah udara yurisdiksi nasional, baik menggunakan radar pertahanan udara/Hanud maupun pesawat tempur sergap.

"Apa yang terjadi di Lanud Hang Nadim Batam, menunjukkan tingginya kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga setiap jengkal wilayah udara nasional. Kita tidak akan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran wilayah udara," jelas Kadispenau.

Kronologis kejadian, papar Marsma TNI Indan, bermula terdeteksinya satu pesawat melanggar wilayah udara RI oleh Satrad 213 Tanjung Pinang. Lalu diinstrusikan, TNI AU siagakan satu flight  F-16 dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk melakukan intersepsi. Namun urung dilakukan, karena kru pesawat mentaati instruksi dan petunjuk Kosek IKN (Komando Sektor Ibukota Negara)  melalui MCC (Maintenance Control Centre) Cengkareng, agar pesawat kembali ke Kuching, Malaysia.

Mempertimbangkan keterbatasan bahan bakar pesawat, maka atas perintah Pangkoopsudnas, MCC mengarahkan pesawat mendarat di Lanud Hang Nadim Batam. Mobil VCP (Vehicle Control Post) Lanud Hang Nadim dan mobil AMC (Apron Movement Control) Bandara langsung memandu pesawat  menuju apron. KKP )Kantor Kesehatan Pelabuhan) bandara langsung cek kesehatan Pilot dan kru, termasuk persyaratan covid 19.

Lalu, diperiksa dokumen penerbangan oleh Staf Intel dan Satpomau, Pasport oleh Imigrasi Bandara. Sementara Bea dan cukai serta Karantina hewan dan tumbuhan Bandara melakukan pemeriksaan seluruh barang-barang yang dibawa. Pilot dan kru dibawa ke ruang isolasi di Airnav Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pesawat tersebut tak dilengkapi dokumen kelaikan mengudara
Dari hasil pemeriksaan, penerbangan tersebut tak dilengkapi FC (Flight Clearence) dan FA (Flight Aproval). Kemudian Lanud Hang Nadim Batam berkoordinasi dan melaporkan ke Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak PPNS (penyidik pegawai negeri sipil).  Tidak ditemukan barang berbahaya atau ilegal.

Pesawat milik sebuah perusahaan Malaysia ini, tengah melaksanakan misi kalibrasi alat bantu navigasi pesawat oleh pilot perusahaan FCSL Inggris (ma).

Lebih baru Lebih lama