Kiprah Komunitas Keluarga Besar Kapal Selam TNI AL

FKPPHK bersama Ktum PPAL Laksamana Purn Ade Supandi saat Hut RI di KRI Semarang (2019)
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Masih hangat dalam ingatan kita, terjadinya musibah kapal selam KRI-Nanggala-402 pada April 2021, di Selat Bali. Salah satu anggota masyarakat kita yang merasakan sekali suasana duka dalam musibah tersebut, disamping keluar besar TNI AL, juga adalah komunitas keluarga prajurit kapal selam, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra Putri Hiu Kencana (FKPPHK).

Ketua FKPPHK saat ini, adalah R.P. Radtya Poernomo, SE, MM, MA, yang juga adalah putera dari Laksamana Pertama TNI Raden Panji Poernomo, Komandan Kapal Selam Pertama dimiliki Indonesia, yaitu KRI Tjakra-401, merangkap sebagai Komandan Satuan Kapal Selam Pertama TNI AL (dahulu ALRI).

Sejak berdirinya pada 15 Agustus 2019, berdirinya FKPPHK menurut Raditya, adalah adanya aspirasi, keinginan dari para putra putri keluarga besar kapal selam dan beberapa purnawirawan TNI AL untuk membuat tempat atau wadah bersillaturahmi, komunikasi dan bertukar informasi bagi kepentingan bersama. Berikut ini petikan wawancara IndonesiaMandiri dengan Raditya:

IndonesiaMandiri (IM). Apa yang melatar belakangi berdirinya forum ini?

Raditya Poernomo (RP). FKPPHK dibentuk bagi putra putri khususnya orang tua purnawirawan korps Hiu Kencana (submariner) generasi pertama sebagai pelaku atau ikut peristiwa sejarah operasi kapal selam TNI AL dari masa pejuang kemerdekaan dari 1959 – 1967.

IM. Sebagai putra dari komandan kapal selam pertama TNI AL, bagaimana anda menilai sosok ayah baik saat tugas maupun sedang bersama keluarga?

Raditya sebagai Ketua FKPPHK (kiri) bersama Kepala Dinas Sejarah TNI AL, Laksma TNI Supardi
RP. Bapak adalah sosok yang memiliki karakter kuat, dedikasi dan semangat tinggi. Sangat disiplin semasa masih dinas aktif. Sebagai pemimpin yang sabar dan cinta pada keluarganya.

IM. Apa yang paling anda banggakan dari sosok ayah?

RP. Memiliki prinsip hidup, pekerja keras, bertanggung jawab serta tabah pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.

IM. Terpikirkah anda untuk menjadi prajurit kapal selam juga saat remaja?

Calon awak kapal selam ALRI saat pendidikan di Gdinia Polandia (1958)
RP. Memang pernah terpikir waktu masih remaja untuk menjadi prajurit kapal selam, namun ibu kurang setuju karena berbagai faktor resiko.

IM. Sering diajak ayahanda untuk melihat dari dekat kapal selam atau ikut dalam pelayaran kapal selam?

RP. Setelah Bapak purna tugas, masih kontak dengan pejabat aktif kapal selam maupun dengan para purnawirawan TNI AL. Beberapa kali mendampingi orangtua pada acara HUT Korps Hiu Kencana. Saya sudah pernah masuk ke kapal selam baik yang tipe Whiskey Class maupun tipe 209/1300.

IM. Dari forum yang anda pimpin itu, tugas utamanya apa?

RP.  FKPPHK adalah forum komunikasi bersifat sosial. Tujuannya adalah komunikasi, koordinasi saling membantu sesama keluarga besar diantaranya mendukung kegiatan acara HUT Satuan Kapal Selam, koordinasi silaturahmi & dialog lintas generasi dengan Paguyuban Hiu Kencana, membantu PPAL dalam kegiatan upacara proklamasi kemerdekaan diatas KRI, memberikan sejumlah foto dokumentasi sejarah dan membantu distribusi buku sejarah Hiu Kencana dengan pejabat Mabes TNI AL dan KOARMADA II. Serta menyampaikan beritaduka jika ada warga keluarga besar yang sakit atau wafat.

IM. Saat musibah KRI Nanggala tahun lalu, apa yang FKPPHK lakukan?

Mayor Laut ( P) R.P.Poermomo diatas kapal selam kelas Whiskeydi laut Baltik (1958-59).
RP. Tidak banyak bisa dilakukan karena saat terjadinya musibah itu April 2021, masih dalam situasi pandemi covid 19 yang sangat beresiko bagi kesehatan & keselamatan aktivitas. Namun kami memberikan paket dan melakukan koordinasi diantaranya mengirimkan paket suvenir dalam rangka HUT ke 62 Satuan Kapal Selam Koamarda II kepada 53 keluarga korban musibah KRI Nanggala -402, Paguyuban Korps Hiu Kencana serta Satuan Kapal Selam pada September 2021 (ma).


Lebih baru Lebih lama