Kendaraan Lapis Baja Produk Dalam Negeri

Berbagai jenis kendaraan lapis baja dari PT SSE
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Sejak 2014 Pemerintah telah membuat kebijakan memajukan industri pertahanan dari dalam negeri.  Perubahan sebutan dari Industri Strategis menjadi Industri Pertahanan agar lebih mengerucut kepada tujuan produksi dan kemandirian.  Pemerintah juga membentuk sebuah Badan Khusus guna memantau, membina,dan mendorong kemajuan Industri Pertahanan, dengan nama Komisi Kebijakan Industri Pertahanan atau KKIP, berada dalam struktur di Kementrian Pertahanan RI (Kemhan).

Salah satu dari sekian banyak Industri Peratahanan adalah Industri Otomotif pertahanan. Sektor industri pertahanan ini boleh dikatakan cukup dinamis, dan telah menunjukkan hasil. Sebagai upaya kemandirian dan memperkecil ketergantungan dari produksi luar negeri, sektor Industri Pertahanan ini tak hanya didominasi Badan Usaha Milik Negara Indutri Peratahanan (BUMN-IP). Tapi juga swasta nasional tak kalah kualitas produksinya, termasuk dibandingkan dengan produksi dari luar negeri.

 

Salah satu Industri Peratahan bidang Otomotif swasta nasional adalah PT. SENTRA SURYA EKAJAYA/SSE, yang sudah cukup berpangalaman, sejak didirikan dan berproduksi di Jalan Raden Saleh 58, Karang Mulya, Tangerang, Provinsi Banten,  PT. SSE dikomandoi oleh pendirinya, Eka Suryajaya.

 

Setelah melampaui serangkaian suka-duka selaku Industri Strategis di Indonesia, kini PT. SSE dapat berdiri kokoh dengan lokasi yang baru di Jalan Arya Kemuning, Kampung Pengasinan, Tangerang, Banten, dan Eka masih berada dalam jajaran komando perusahaan dengan posisi sebagai Chief Executive Officer atau CEO.

 

Pengalaman Produksi Kendaraan Lapis Baja

 

Dengan segala kendala yang pernah dihadapi, PT. SSE selama pengalaman panjang dalam dunia otomotif militer, perusahaan ini telah memproduksi berbagai tipe kendaraan lapis baja. Mulai dari fungsinya pengangkut personel, hingga kendaraan taktis untuk peperangan jarak dekat – close quarter combat - seperti P6 ATAV.

 

Perkenalan kami dengan industri PT. SSE ketika ada pertemuan di Direktorat Teknik dan Industri Kementrian Pertahanan yang saat itu masih berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan (Ditjen Ranahan) Kemhan.

 

Dalam waktu cukup singkat, produk dari industri otomotif tersebut sudah dikenal dan digunakan baik dalam jajaran TNI mapupun Polri, seperti P2 Komando, P2 KM, P2 APC Kepolisian, P3 Ransus Kepolisian, dan P6 ATAV.

 

Dalam proses pembuatan kendaraan militer, PT. SSE memiliki ketelitian yang tinggi, mengawali proses dengan perancangan design, pada tahap awal dengan model 3D yang memanfaatkan teknologi CAD – Computer Aided Design, hingga pembuatan jig untuk model awal, sampai pada tahap produksi. Selama ini PT SSE sudah memasok berbagai jenis produksinya kepada TNI maupun POLRI.

 

Beberapa Produksi SSE


Dari berbagai jenis kendaraan taktis dan kendaraan lapis baja yang telah diproduksi oleh PT. SSE, diantaranya;

 

Kendaraan Taktis Beroda Ban P2

Basis kendaraan taktis ini menggunakan rancangan body monocoque dengan bahan pelindung lapis baja tahan terhadap serangan proyektil munisi kaliber kecil dengan standard NATO STANAG 4569 Level 1. 


Menggunakan mesin penggerak turbo diesel M16 Steyr 6 silinder 3200 cc, menghasilkan power output 160 kW/217,6 hp pada 3600 rpm, torsi 500 Nm pada 2000 rpm.

 

SPESIFIKASI                                      

P2 APC                   P2 COMMANDO

Berat kosong :                                     3.520kg                    5.520kg

Berat tempur                                       4.500kg                     7,000kg

Panjang :                                             3.890mm                  5.500mm

Lebar :                                                 2.010mm                  2.260mm

Tinggi :                                                1.950mm                  2.210mm

Rentang jelajah :                                 450km                      800km

Kecepatan :                                         110km/jam              ---

Mesin :                                               

Turbo Diesel           Turbo Diesel                    

130 HP                    215 HP

Rintangan vertikal :                            300mm                    300mm

Sudut tanjakan :                                   

60%                         60%

Awak + Penumpang :                          

2+2 orang                2+8 orang

 

TNI dan Polri telah memakai produksi PT SSE
Dalam Jajaran TNI, P2 Commando 4x4 produksi PT. SSE antara lain digunakan oleh Pasukan Khas TNI Angkatan Udara.  Penggunanya adalah Satuan Bravo ’90.

KENDARAAN TAKTIS RINGAN P6 ATAV ini dikategorikan sebagai Kendaraan Taktis Serang Kelas Ringan produksi PT. SSE dibuat dengan kerangka tubular dan body terbuka..Material utama yang digunakan untuk penyusunan struktur kendaraan adalah bahan baja dengan kualitas tinggi dan dual aluminium.

 

Kendaraan digerakan oleh mesin turbo diesel berkapasitas 2.300 cc.  ARAV sendiri merupakan kependekan dari All-Terrain Assault Vehicle.  Sebagai kendarraan serbu, kelengkapan kedaraan disesuaikan dengan kebutuhan operasi penyerbuan dilapangan diantaranya, perangkat sensor berbentuk antenna berupa Gunshot Detection, untuk mengetahui lokasi atau arah penembakan dari pihak lawan.  Kelengkapan lainnya disesuaikan dengan permintaan (operational Requirements) dari pihak users.

 

Spesifikasi Kendaraan:

Berat :                                 2500kg (kosong)

Panjang :                                         4,600mm

Lebar :                                              2.300mm

Tinggi :                                             1,500mm

Ground clearance/bebas 

dasar :     1.200mm

Rentang jelajah :                             500km

Kecepatan maksimum :                120km/jam

 

PT.SSE sebagai salah satu industri pertahanan bidang otomotif swasta nasional, telah mengalami kemajuan pesat, dan dapat terus memenuhi kebutuhan TNI, Polri, maupun pihak lainnya, termasuk kebutuhan swasta – seperti perbankan – yang memerlukan kendaraan khusus untuk mendukung kegiatannya.

 

Upaya kemandirian dan mengurangi ketergantungan dari luar negeri patut didukung oleh semua pihak, terutama – tentu saja – Pemerintah.  Semoga Industri semacam ini dapat mendorong Indonesia Mandiri di bidang produksi alat utama system senjata (alutsista) dalam bidang kendaraan taktis lapis baja.

 

M. ALI Haroen&Abriyanto

Lebih baru Lebih lama