Tol Rangkas Akan Gairahkan Ekonomi-Wisata Di Banten

Pembangunan jalan Tol Serang-Rangkasbitung terus dikebut
Banten
 (IndonesiaMandiri) – “Ini harus selesai (pembangunan jalan tol). Karena kalau ini selesai nanti meningkatkan perekonomian di Banten. Misal wisatawan Tanjung Lesung akan meningkat karena mereka bisa menghemat waktu kesana, sehingga lebih banyak pengunjung,” kata Menko  Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat kunjungi gerbang tol Rangkas di Serang Panimbang, Banten, beberapa hari lalu.

Luhut optimis, kehadiran tol tersebut sebagai salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten. Dalam kunjungan ini, diketahui jalan tol dengan seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) sudah beroperasi dengan ruas 26,5 KM, sedangkan untuk seksi 2 dan seksi 3 masih dalam proses konstruksi dan beberapa kendala lainnya.

“Nanti saya akan undang MenPUPR, MenATR/BPN, Perhutani dan beberapa pihak terkait untuk merapatkan ini, untuk bahas apa masalahnya. Saya sudah bicara dengan Presiden, dan beliau bilang ini semua jadi, tapi harus rapi,” jelas Luhut.

Usai meninjau jalan tol, Luhut menghadiri Tasyakuran sambut Bulan Suci Ramadhan di Kediaman Tokoh Lebak, Banten, Mulyadi Jayabaya. Luhut menyampaikan, dengan dibangunnya jalan tol, bukan hanya ekonomi saja yang bergerak, tspi sektor lainnya sejalan dengan kemajuan di Banten dengan salah satunya di kawasan Lebak ini.

“Jadi jalan tol akan diselesaikan, nanti sekitar Selasa-Rabu akan dirapatkan penyelesaiannya. Kalau benar ini jadinya, insyaAllah ekonomi jalan dan juga pendidikan jalan, kemudian kawasan industri kita akan dukung, sehingga KEK (Kawan Ekonomi Khusus) di Tanjung Lesung bisa diselesaikan,” tambahnya.

Mulyadi Jayabaya menyampaikan kepada Luhut, pihaknya memberikan sekitar 200 hektar tanah untuk pengelolaan sampah atau limbah di Banten. Selain itu, pemerintah daerah juga menggagas sekitar 10.000an hektar tanah menjadi kawasan industri.

“Jadi nanti Banten ini maju untuk investasi karena ada 10.000an hektar kawasan industri di sini. Ini hebat. Juga Pak Jayabaya bilang ada sekitar 200 hektar tanah untuk pengolahan sampah atau limbah. Ini akan menjadi hal luar biasa hebat,” puji Luhut.

Kehadiran tol di Banten gairahkan pertumbuhan ekonomi
Karena, sambung Luhut, “sampah ini tanpa diketahui atau disadari, dia berdampak ke macam macam. Jadi masalah pembersihan sampah ini pemerintah akan dukung penuh.” Sampah bisa diolah untuk menciptakan lapangan kerja, membuat Banten jadi bersih dan produktif (lw).

Lebih baru Lebih lama