Sinergi Pemerintah-Swasta Perkuat Gim Lokal

Industri Game nasional saat tampil di negeri sendiri
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Dalam upaya pengembangan rantai nilai industri gim (game) lokal dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, wawasan kebangsaan, dan revolusi mental secara menarik dan kreatif serta melestarikan kearifan lokal serta 718 bahasa daerah, perlu diciptakan captive market dengan memproduksi dan menggunakan gim lokal dalam berbagai kegiatan salah satunya adalah media pelatihan dan pembelajaran ASN,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi/Kemenko Marves Odo R. M. Manuhutu.

Ini diutarakan Kemenko Marves saat Konferensi Pers virtual (7/4) tentang peran serta instansi pemerintah dan pengembang lokal menyiapkan konten dan media pembelajaran. Sekaligus tindak lanjut arahan Presiden untuk mengembangkan industri gim lokal, sesuai Surat Edaran Menteri PANRB No. 8/2022 tentang Peran Serta Instansi Pemerintah dan Pengembang Lokal Dalam Penyiapan Konten serta Media Pembelajaran.

Pangsa pasar gim nasional masih didominasi oleh buatan luar negeri sebesar 99,5 persen atau setara lebih dari 1,7 miliar dolar Amerika Serikat pada 2020. Lalu pada 2025, pasar gim Indonesia diprediksi mencapai 2,5 miliar dolar AS dan pasar global mobile gaming akan meningkat hingga 125 miliar dolar AS.

Untuk itu, Kementerian dan Lembaga telah berkoordinasi dalam pengembangan industri gim lokal sesuai arahan Presiden atas hasil Ratas 4 Januari 2022, sehingga tercipta SE Menteri PAN RB No. 8/ 2022 tentang Peran Serta Instansi Pemerintah dan Pengembang Lokal dalam Penyiapan Konten dan Media Pembelajaran.

“Menurut survei dari Megaxus, pelatihan dan pembelajaran akan lebih termovitasi melalui metodi gim. Oleh karena itu, ke depannya ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh tiap kementerian yang bertanggung jawab terhadap hal ini untuk mendukung Surat Edaran ini. Kemenparekraf dapat meningkatkan pengembangan industri gim lokal sebagai kementerian yang memimpin penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” jelas Odo.

Ditambahkan lagi oleh Odo, “Kemendikbudristek dapat menggunakan gim sebagai media pembelajaran dan juga meningkatkan SDM dengan memperbanyak studi terkait komputer, sains, statistika, matematika, dan teknik elektro di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi. Kemendagri juga dapat mengoordinasikan Pemerintah Daerah dalam pengembangan industri gim lokal melalui penyiapan konten dan media pembelajaran ASN.”

Konferensi Pers yang dipandu Koordinator Hubungan Masyarakat Kemenko Marves Khairul Hidayati juga diisi narasumber, seperti Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPANRB,Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Sekretaris Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, CEO Megaxus, CEO Agate, dan Direktur Aplikasi, Permainan, TV, dan Radio Kemenparekraf.

“Pengembangan konten dan media pembelajaran via gim yang dikembangkan oleh industri lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan gairah dan menjadi stimulus ASN untuk dapat belajar secara mandiri sehingga percepatan transformasi dapat terjadi,” papar Deputi Bidang SDM Aparatur KemenpanRB Alex Denni.

Perangkat laptop produksi dalam negeri kini sudah tak kalah dengan produk luar
Perangkat laptop produksi dalam negeri kini sudah tak kalah dengan produk luar
Dari Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam menyebut “kita harus terus mendorong kreativitas bangsa dan ekosistem gim lokal yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah tujuannya untuk membuat bangsa ini semakin kuat dan sejahtera.”

Pihak industri gim, Megaxus dan Agate menyampaikan, “kami bangga dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah sehingga kami dapat bersaing dengan industri gim asing,” ucap CEO Megaxus Eva Mulia. “Mari kita gunakan gim bukan hanya untuk seru-seruan, tetapi juga untuk membawa Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia,” seru CEO Agate Shienny.(ma).

Foto: Istimewa

Lebih baru Lebih lama