Satrio Arismunandar: Semoga Pelakunya Bukan Mahasiswa

Ade Armando (kaos hitam) dipukul massa sedang diamankan aparat kepolisian
Depok/Jabar
 (IndonesiaMandiri) – Dr Satrio Arismuandar, mantan aktivis mahasiswa era 1980-an dan aktivis serikat buruh, mengaku terkejut mendengar kabar Ketua Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) Ade Armando dipukuli massa hingga babak belur, di area demonstrasi mahasiswa  sekitar gedung DPR RI Senayan, Jakarta (11/4).

Menurut Satrio, sejauh info yang ia peroleh, situasinya belum jelas benar, bagaimana bisa terjadi aksi pemukulan massa tersebut dan siapa saja pelakunya. Sehingga dia belum bisa berkomentar banyak.

“Setahu saya, Ade hadir sekadar untuk memantau aksi demonstrasi. Ade sendiri sependapat dengan tuntutan mahasiswa. Ade menolak wacana penundaan pemilu dan pilpres 2024. Ade juga menolak perpanjangan masa jabatan presiden,” ujar Satrio.

“Di lokasi demo, Ade sempat diwawancarai beberapa media sebelum terjadi aksi pemukulan massa tersebut. Tetapi siapapun pelakunya dan alasannya, tindakan main hakim sendiri dan aksi kekerasan brutal terhadap Ade dan terhadap siapa saja harus dikecam keras,” papar Satrio.

Satrio Arismunandar
“Saya berharap, pelakunya bukan mahasiswa. Karena kalau pelakunya mahasiswa, akan sangat ironis. Mereka mengaku memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, tetapi kok melakukan kekerasan fisik dan main hakim sendiri. Semoga bukan mahasiswa,” ungkap Satrio, prihatin (ma).

Foto: Istimewa

Lebih baru Lebih lama