Sandiaga Puji Obyek Wisata Bukit Lawang

Obyek wisata bernuansa alam ini sangat menarik
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya "bercengkrama" dengan seekor orang utan saat berkunjung ke destinasi wisata Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (14/4).

Sandiaga mengkisahkan  rasa kagumnya bisashy bertemu dengan salah satu spesies kera yang dilindungi secara langsung. Di tengah pendakian, tiba-tiba seekor orang utan jantan muncul dari tengah hutan dan menghampirinya.

"Tadi saya sempat menemukan suatu sensasi luar biasa. Memang saya sempat dilarang oleh Pak Bupati untuk ke atas karena makan waktu tapi Allah menggerakkan langkah saya. Ternyata sampai di sana saya bertemu dengan orang utan dan belum ada namanya," kata Sandiaga.

Sandiaga menuturkan orang utan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. "(orang utan) itu seakan-akan menyambut kita datang ke sini," tambahnya.

Namun, Sandiaga tidak ingin mendekati orang utan tersebut. Ia lebih memilih untuk melihat orang utan itu dari jauh saja.

"Kita maunya menjaga kelestarian alam dan itu menjadi suatu pengalaman tersendiri. Ini menjadi sebuah cerita," jelas Sandiaga.

Sehingga, Sandiaga pun bertanya ke Anggota Komisi X DPR RI, Djohar Arifin Husin, untuk memberikan nama bagi orang utan liar tersebut. "Saya usulkan namanya Si Alang, Aset Langka," ujar Djohar.

Menparekraf Sandiaga Uno bertemu orang utan di Bukit Lawang
Sandiaga pun setuju dan mengapresiasi nama yang diberikan Djohar.

Selain itu, Sandiaga juga mengapresiasi kehadiran destinasi wisata Bukit Lawang yang menghadirkan konsep wisata berbasis alam dan berkelanjutan. 

"Ini merupakan konsep ekowisata terbaik dan menurut saya harus kita tingkatkan. Bukan hanya _planet, people, and profit_ tapi juga _peace and partnership_," papar Sandiaga.

Oleh karena itu, Sandiaga mengajak pihak-pihak terkait untuk saling bergotong royong membangun ekowisata yang mampu mendatangkan kesejahteraan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Langkat. "Kolaborasi ini harus menghadirkan ekowisata tingkat dunia," harap Sandiaga (dh).



*
Lebih baru Lebih lama