Unesco Akui Nama Fitur Bawah/Gunung Laut “Gapuro Sagoro”

Hasil riset Pushidrosal di Halmahera berbuah hasil
Paris
 (IndonesiaMandiri) – Sidang Sub-Committee on Undersea Feature Names (SCUFN) ke-35 di UNESCO, Paris, Prancis  menyetujui beberapa penamaan fitur bawah laut usulan Indonesia, yang salah satunya adalah Gunung Laut “Gapuro Sagoro”.

“Gapuro Sagoro” merupakan fitur bawah laut yang cukup menonjol dengan dimensi sangat besar, ditemukan saat kegiatan Ekspedisi Jalacitra-I 2021 (Aurora) oleh Pusat Hidro-Oseanigrafi TNI AL atau Pushidrosal, dan telah dikategorikan sebagai Gunung Laut atau Seamount oleh Sidang, sesuai dengan Publikasi IHO B-6 Standardization of Undersea Feature Names.

Temuan ini diakui forum internasional UNESCO
Sehingga, secara resmi  Gunung Laut Gapuro Sagoro merupakan nama pertama fitur bawah laut di Indonesia  yang telah dimasukkan dalam gazeteer internasional. Nama Gapuro Sagoro diambil dari serapan bahasa Jawa Kuno, yaitu “Gapura dan Sagoro”. Gapuro atau Gapura dilafalkan dengan “Gapuro”, berarti pintu gerbang. "Sagara" atau "Sagoro" berarti laut atau Samudra. Dalam bahasa Indonesia disebut Sagoro berarti "Laut".

Gapuro Sagoro memiliki makna sebagai pintu gerbang arus dunia yang dikenal sebagai Great Ocean Conveyor Belt atau Arus Lintas Indonesia yang memasuki perairan Indonesia dari bagian Timur Laut melalui sebelah Timur Pulau Halmahera dimana lokasi Gapuro Sagoro berada (ma).

Lebih baru Lebih lama