Terrex 8x8, Ranpur Infantri Canggih Dari Singapura

Terrex hasil kolaborasi dengan beberapa pabrikan negara maju
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja beroda ban 8x8 Terrex buatan ST Kinetic (ST Engineering), Singapura, dapat dikatakan sebagai saingan dari kendaraan sejenis yang diproduksi oleh negara-negara maju seperti Piranha yang dibuat oleh Kanada, Yang merupakan lisensi dari Mowag Piranha buatan Switzerland.

Terrex juga dibuat di Otokar, Turki atas dasar lisensi dan diberi nama Yavuz (AV-82). Juga di pasarkan ke Amerika Serikat/AS melalui mitra dari ST Kinetic, yaitu, Sience Applications International Corporation (SAIC). Tepatnya kepada pihak Korps Marinir AS (USMC), antara lain untuk embarkasi pasukan dari kapal ke pantai. 

SAIC mendapat kontrak dari pihak USMC pada 2015 senilai $121,5 juta membuat prototip Terrex 2 untuk engineering, manufacturing, and development (EMD) dari program Amphibious Combat Vehicle 1.1. (ACV 1.1.).  Pengiriman pertama kepada USMC berupa 17 unit Terrex 2 dilaksanakan pada 2017.

Description: Marine Corps Awards Amphibious Combat Vehicle 1.1 Contracts to BAE Systems  and SAIC - USNI News

ACV 1.1. USMC

Terrex (AV81) merupakan kendaraan lapis baja ampibi yang digolongkan sebagai Infantry Carrier Vehicle (ICV), dan telah digunakan oleh Angkatan Darat Singapura, baik yang berpangkalan di dekat kawasan urban maupun di daerah Pesisir.  Saat ini telah dikembangkan dan dibuat dalam beberapa variant. 

ICV Terrex ini memang memiliki kelincahan gerak yang baik, didukung dengan sistem suspensi buatan Timoney Technology Ltd., Irlandia yang memang kesohor dalam dunia kendaraan taktis dan tempur. (Suspensi jenis double-wishbone buatan Timoney digunakan pada Truk Taktis MAESA-1).

Angkatan Darat Singapura telah memiliki 430 unit Terrex dari berbagai varian. Selain itu, Ghana juga telah menggunakan Terrex dengan kubah UT30 buatan Elbit dari Israel.

TEROBOSAN INDUSTRI ASIA TENGGARA

Terrex mulai dirancang pada penghujung era 1990an. Pertama dipertontonkan dalam pameran persenjataan pada awal 2001 dengan nama AV81. Setelah dilakukan beberapa penyempurnaan/perubahan atas kebutuhan pengguna, dan pemberian lisensi kepada Turki di 2017, Terrex tampil baru dengan nama AV82.

Bobot kendaraan untuk berbagai variant antara 25 hingga 30 ton, dilengkapi dengan kubah berupa multiple-type weapon platform, termasuk remote-type weapon system dan overhead weapon station (OWS). Hull kendaraan dibuat dari bahan steel armour dengan sistem V-over-V (VoV) hull, atau dalam jajaran militer AS disebut sebagai double-V hull. 

Memiliki panjang 8 meter, lebar 3,6 meter dan tinggi versi standar 2,8 meter, berkapasitas muat/angkut seberat 9 ton. Kapasita angkut pasukan 12 personel tempur dengan peralatannya dan dua awak kendaraan (pengemudi dan komandan kendaraan/Danran). Pasukan masuk dan keluar kendaraan melalui pintu ramp dibagian belakang kendaraan yang bekerja dengan sistem elektris/power-operated.

Kualitasnya sudah diakui oleh pihak militer AS, sebagaimana produk kendaraan lapis baja dari Singapura lainnya, Hunter (tank beroda rantai), yang sempat turut berkompetisi untuk US Army dan USMC hingga tahap akhir, akhirnya dikalahkan oleh tim BAE Systems.

Description: Terrex 8x8 Infantry Fighting Vehicle | ST Engineering

USMC ACV 1.1.

SAIC yang telah memasok 17 unit prototype Terrex untuk USMC ternyata harus puas sampai ditahap prototip saja.  Karena berikutnya USMC membuat kontrak dengan BAE Systems, yang dalam tahap program EMD merupakan saingan dari SAIC.  Dalam pembuatan ACV 1.1. ini BAE Systems kolaborasi dengan Iveco Defence Vehicles, asal Italia.  ACV 1.1. sebagai pengganti kendaraan USMC sebelumnya yaitu AAV7. Di 2020/2021 lalu, USMC telah memesan 72 unit ACV 1.1, termasuk versi ACV-P (pengangkut personel) dengan total nilai 2x $184 juta (dalam dua kontrak).

BEREVOLUSI
Kehebatannya diakui oleh Angkatan Bersenjata AS
Guna memenuhi kebutuhan pengguna, Terrex terus dikembangkan dari versi awal ke Terrex-2, hingga Terrex-3. Kubah kendaraan ini dapat dipasangi senjata berupa senapan mesin caliber 12,7mm (.50), ataupun kanon otomatis caliber 30mm, dan pelontar granad asap. 

Terrex-3 sempat dipamaerkan pada Eurosatory International Defence Exhibition di Paris (2016).  Bobotnya lebih berat dari Terrex-2, yaitu 35 ton.  Saat ini Terrex-3 sedang turut dalam persaingan di Australia dalam program Land 400, dimana Terrex tersebut diberi nama Santinel 2. ST Kinetic dalam program tersebut berkoloborasi dengan Elbit Systems Australia.

Description: Terrex 3 8x8 armoured vehicle personnel carrier technical data sheet specifications description information identification intelligence pictures Singapore ST Kinetics army defence industry military technology

Terrex-3

KARAKTERISTIK
Terrex fleksibel dalam berbagai medan pertempuran
Memiliki kemampuan proteksi terhadap tembakan munisi kaliber kecil dan serpihan ledakan proyektil, hull dengan pola VoV dapat melindungi kendaran dari ledakan ranjau ataupun IED (improvised explosive device) hingga standar NATO STANAG 4569.tutup lubang (hatch) tertutup.

Pengemudi dapat melihat situasi diluar kendaraan melalui tiga vision block pada cupola. Hatch Danran dan petugas penembak dipasangi sarana panoramic day/night stabilized sight. Di badan kenaraan (hull) terdapat 10 kamera fusion sehingga operator dapat melihat situasi disekeliling kendaraan baik pada siang maupun malam hari.  Sebagai sarana Kodal, kendaraan dilengkapi dengan perangkat sensor dan C4ISR.

IFV Terrex-2 menggunakan mesin penggerak Caterpillar C9.3. 600hp dengan torsi 1.900nm. Mesin terhubung transmisi Allison 4500 SP dengan 6 gigi maju dan 1 gigi mundur. Terrex-2 dapat melaju dijalan raya dengan kecepatan maksimum 90km/jam, dan 11 km/jam untuk bergerak di air, dengan tingkat keselamatan operasi di perairan sesuai dengan Sea State 3.  Jarak tempuh maksimum di jalan raya 600 km. Sudut datang kendaraan 40 derajat, side slope/kemiringan menyamping 30%, dan sudut menanjak 60%.

Untuk kenyamanan laju lintas medan, kendaraan menggunakan suspensi hydrostrut-supported double wishbone disemua roda.  Memiliki all-wheel steering and hydraulic dual-circuit brakes dengan anti-lock braking system (ABS). Untuk mengontrol kesediaan angin pada roda ban dilakukan dengan CTIS – central tire inflation system. 

Untuk melitas air/ampibi, terdapat dua propeller masing-masing pada bagian sisi belakang badan kendaraan, digerakan oleh motor hidrolik yang dikendalikan oleh full-authority digital engine control system.

Terrex-2 dipamerkan sebagai ICV yang berpasangan dengan kendaraan robotic sebagai Manned-Unmanned Teamed. Dimana Terrex bertindak sebagai pengendali.

Terrex-2 MUM-T dengan robotic tersebut dipamerkan dalam Singapore Airshow 2022 lalu.

Terrex-2 yang dikembangkan menjadi ‘mothership’ MUM-T, pada kabin bagian belakang dilengkapi dengan konsol operator yang mengendalikan robotic/ground unmanned vehicle – atau juga drone/UAV. Dalam Singapore Airshow lalu, Terrex experimental tampil dengan dua unit UGV yang juga diproduksi oleh ST Kinetic (ST Engineering), satu UGV beroda ban – Jaeger 8x8 yang dipersenjatai dengan RCWS caliber 12,7mm, dan satunya lagi beroda rantai – dipersenjatai dengan dua senapan mesin Ultimax caliber 5,56mm.

(M. AlI Haroen&Abriyanto).
Lebih baru Lebih lama