KLHK Perkuat Diplomasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Terbukti berbagai pertemuan penting internasional membawa peran/isu lingkungan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Peran diplomasi isu lingkungan menjadi pilihan Indonesia untuk menunjukkan komitmen dan langkah-langkah pemerintah dan masyarakat Indonesia memperjuangkan kepentingan nasional dan global. Diplomasi lingkungan juga telah menjadi instrumen politik luar negeri yang kian sentral dalam diplomasi Indonesia.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang bagaimana melakukan diplomasi dengan baik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK gelar "Briefing Diplomasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan," di Jakarta (16/3). Kegiatan ini sangat penting untuk memperjuangkan posisi Indonesia dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan di forum internasional.

"Berbagai permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia, telah menjadi isu global yang challenging dan memerlukan penanganan baik di level nasional, maupun secara bersama-sama di kancah global melalui jalur diplomasi," kata Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, saat mewakili Menteri LHK membuka acara.

Dalam kurun waktu 2015 sampai Maret 2022, tercatat 93 perjanjian kerja sama luar negeri di bidang LHK ditandatangani dengan berbagai mitra internasional, baik negara, organisasi internasional dan organisasi internasional non pemerintah. Saat ini, terdapat tiga pola kerja sama lingkup Kementerian LHK yang berkembang yaitu kerja sama pembangunan, kerja sama ekonomi, dan bantuan teknis.

KLHK mengundang para dubes untuk berbagai pengalaman
Pada sesi diskusi, acara dimoderatori oleh Penasihat Senior Menteri LHK Dr. Efransjah, dengan menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang Duta Besar Indonesia yang terlibat dalam penanganan isu LHK di kancah global. Keempat Duta Besar tersebut yaitu Soehardjono Sastromihardjo, Yuri Octavian Thamrin, Makarim Wibisono, dan R.A. Esti Andayani.

Dubes Esti Andayani menyampaikan proses berjalannya negosiasi di Food and Agriculture Organization (FAO) yang terkait dengan masalah kehutanan. Dia juga menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam memajukan kepentingan Indonesia di forum internasional.

"Penguatan diplomasi kehutanan pada forum internasional sangat penting. Selain itu, yang paling penting perlunya data valid yang menjadi acuan bersama untuk disampaikan kepada forum internasional," jelasnya.

Sementara Dubes Soehardjono Sastromihardjo menceritakan pengalamannya, bagaimana proses diplomasi berlangsung, termasuk tips dan trik dalam persidangan atau negosiasi. Dirinya juga menyebutkan bahwa 'senyum' yang menjadi ciri khas Indonesia dapat memberikan sejumlah peran penting dalam diplomasi.

Lalu Dubes Yuri Octavian Thamrin menyampaikan diplomasi Indonesia dalam percaturan politik bidang LHK, khususnya pengendalian perubahan iklim. Dia menyampaikan apresiasi kepada KLHK atas berbagai upaya dan capaian dalam pengendalian perubahan iklim yang telah ditunjukkan juga kepada internasional. "Kita pantas untuk mendapatkan apresiasi dari dunia internasional atas hal ini. We deserves to be appreciated as glass of full, not half empty," ungkapnya.

Lebih baru Lebih lama