Indonesia-Singapura Permudah Kerjasama Sektor Parekraf

Menparekraf Sandiaga Uno Bersama Menteri Perdagangan Singapura Tan See Leng
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu Menteri Perdagangan dan Industri Kedua Singapura Tan See Leng membahas potensi kerja sama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari tindak lanjut Vaccinated Travel Lane (VTL), Wisata Kebugaran, hingga subsektor ekonomi kreatif (15/3).

Tindak lanjut penerapan VTL di Batam dan Bintan berlaku di seluruh pelabuhan internasional yang ada di Batam dan Bintan. “Bahwa dengan antigen saja sudah cukup, tidak perlu lagi menggunakan PCR. Ada perubahan aturan lainnya, sehingga dapat memudahkan dan membuat para wisman nyaman datang ke Batam dan Bintan, kemudian penambahan kuota bagi VTL itu sendiri,” ujarnya.

Kawasan Kepulauan Riau (Kepri) seperti Batam dan Bintan menjadi surga para pegolf asal Negeri Singa itu dengan lapangan berkualitas internasional dan keramahtamahan masyarakat menjadi daya tarik sendiri. “Potensi ini akan meningkat secara signifikan. Terutama jika golf dikombinasikan dengan perjalanan ke destinasi,” ujarnya.

Kerjasama sektor parekraf bakal banyak diperluas antar kedua negara
Lalu, menurut Sandiaga, salah satu sektor low hanging fruit yang dapat dikerjasamakan ke depannya, yaitu Wisata Minat Khusus Cruise. Selain kerja sama di bidang pariwisata, terdapat tiga subsektor yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf Indonesia yang dapat sinergi dengan Singapura. Pertama kuliner yaitu sebesar 41,5 persen. Kedua fesyen 17,7 persen, dan kriya sebesar 15 persen.

“Wellness tourism menjadi hal yang potensial untuk dikembangkan antara Indonesia-Singapura. Untuk itu, potensi ini perlu ditindaklanjuti terlebih saat ini kami sedang mempersiapkan infrastruktur di 5 destinasi super prioritas, salah satunya pada bidang kesehatan. Kami membuka peluang untuk berinvestasi di medical tourism di 5 DSP. Karena kalau ingin menjadi destinasi wisata kelas dunia harus memiliki salah satunya fasilitas kesehatan kelas dunia,” terang Sandiaga (dh).

Lebih baru Lebih lama