PWI Dukung Pengembangan Pariwisata Wakatobi

Wakatobi masuk dalam sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
Jakarta (IndonesiaMandiri) –  "Beyond Wakatobi ini dikemas menjadi paket wisata yang dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sultra. Wisatawan dari Amerika dan Eropa yang rela menempuh perjalanan udara hingga 30 jam akan memiliki beragam pengalaman wisata alam dan budaya yang menarik," kata Hugua, tokoh pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), saat Forum Group Discussion/FGD digelar Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Pusat baru-baru ini.

PWI mendukung kebangkitan pariwisata Sultra, dengan mendeklarasikan Beyond Wakatobi dan memantapkan langkah pemerintah yang telah menjadikan Wakatobi sebagai sepuluh destinasi prioritas. Beyond Wakatobi  melibatkan 7 obyek wisata di Sultra yang disebut 7 wonders. Inii momentum kebangkitan kembali Wakatobi menjadi pusat Segitiga Karang Dunia maupun salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

FGD yang dilakukan secara hybrid ini, sekaligus mendukung posisi Presiden Joko Widodo sebagai Ketua G20 dan Presiden COP dalam mengangkat isu kekayaan maritim nasional. "Karena tahun ini presiden jadi presiden COP dan isu daratan sudah sangat umum. Maka isu lautan langka. Sebagai negara maritim yang besar, potensi alam bawah laut kita  luar biasa,"jelas Hugua, salah satu nara sumber di FGD.

Ketua Umum PWI Pusat. Atal S Depari menyebut, tema FGD : "Desa Wisata Bahari, Pelopor Kebangkitan Pariwisata Sultra” sudah sangat tepat dengan tren pariwisata pasca pandemi yang menjadi trend dunia. "Pariwisata Bangkit adalah tema besar yang kami gaungkan sambut Hari Pers Nasional pada Tahun 2022 ini. Mengapa ? karena kegiatan pariwisata memiliki multiplier effect yang demikian luas hingga sedikitnya 15 kementrian memiliki keterkaitan dengan pariwisata, " papar Atal.

Menurut Atal, seluruh dunia kehilangan devisa dari sektor pariwisata, jutaan pekerja di bidang  travel dan tourism juga kehilangan pekerjaan. Sekarang di tengah pemulihan pandemi dengan tetap waspada maka pariwisatalah yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. Momentum ini yang dipakai PWI saat merayakan Hari Pers Nasional/HPN pada Februari di Sultra. Karena sedikitnya menerima kunjungan 3.000 orang, baik pengurus PWI, peserta. para undangan maupun pendamping. Mereka datang dari dalam dan luar negri. 

"Itulah wisatawan yang kehadirannya membutuhkan transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, oleh-oleh, obyek wisata dan kebutuhan lainnya yang menggerakkan perekonomian daerah," urai Atal. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Sultra, H.Belli Tombili mengatakan, KSPN Wakatobi tak perlu disebut sebagai Bali Baru, karena Wakatobi memiliki identitas sendiri. "Di Sultra kami memiliki daerah kepulauan yang indah juga peninggalan budaya yang lebih tua dari China seperti layang-layang daun yang di Liangkabori," sambung Belli.

Hasil FGD akan disampaikan ke Presiden Jokowi di Puncak Acara HPN di Kendari, Sultra. Pada 5 - 10 Febuari 2022, diluncurkan melalui TVRI Jakarta ( 30/1) dan rangkaian acaranya  "Beyond Wakatobi ini dikemas menjadi paket wisata yang dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sultra. Wisatawan dari Amerika dan Eropa yang rela menempuh perjalanan udara hingga 30 jam akan memiliki beragam pengalaman wisata alam dan budaya yang menarik," kata Hugua, tokoh pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), saat Forum Group Discussion/FGD digelar Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Pusat baru-baru ini.

PWI mendukung kebangkitan pariwisata Sultra, dengan mendeklarasikan Beyond Wakatobi dan memantapkan langkah pemerintah yang telah menjadikan Wakatobi sebagai sepuluh destinasi prioritas. Beyond Wakatobi  melibatkan 7 obyek wisata di Sultra yang disebut 7 wonders. Inii momentum kebangkitan kembali Wakatobi menjadi pusat Segitiga Karang Dunia maupun salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

FGD yang dilakukan secara hybrid ini, sekaligus mendukung posisi Presiden Joko Widodo sebagai Ketua G20 dan Presiden COP dalam mengangkat isu kekayaan maritim nasional. "Karena tahun ini presiden jadi presiden COP dan isu daratan sudah sangat umum. Maka isu lautan langka. Sebagai negara maritim yang besar, potensi alam bawah laut kita  luar biasa,"jelas Hugua, salah satu nara sumber di FGD.

FGD digelar PWI Pusat dengan narasumber dari Pemda dan tokoh Sultra 
Ketua Umum PWI Pusat. Atal S Depari menyebut, tema FGD : "Desa Wisata Bahari, Pelopor Kebangkitan Pariwisata Sultra” sudah sangat tepat dengan tren pariwisata pasca pandemi yang menjadi trend dunia. "Pariwisata Bangkit adalah tema besar yang kami gaungkan sambut Hari Pers Nasional pada Tahun 2022 ini. Mengapa ? karena kegiatan pariwisata memiliki multiplier effect yang demikian luas hingga sedikitnya 15 kementrian memiliki keterkaitan dengan pariwisata, " papar Atal.

Menurut Atal, seluruh dunia kehilangan devisa dari sektor pariwisata, jutaan pekerja di bidang  travel dan tourism juga kehilangan pekerjaan. Sekarang di tengah pemulihan pandemi dengan tetap waspada maka pariwisatalah yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. Momentum ini yang dipakai PWI saat merayakan Hari Pers Nasional/HPN pada Februari di Sultra. Karena sedikitnya menerima kunjungan 3.000 orang, baik pengurus PWI, peserta. para undangan maupun pendamping. Mereka datang dari dalam dan luar negri. 

"Itulah wisatawan yang kehadirannya membutuhkan transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, oleh-oleh, obyek wisata dan kebutuhan lainnya yang menggerakkan perekonomian daerah," urai Atal. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Sultra, H.Belli Tombili mengatakan, KSPN Wakatobi tak perlu disebut sebagai Bali Baru, karena Wakatobi memiliki identitas sendiri. "Di Sultra kami memiliki daerah kepulauan yang indah juga peninggalan budaya yang lebih tua dari China seperti layang-layang daun yang di Liangkabori," sambung Belli.

Hasil FGD akan disampaikan ke Presiden Jokowi di Puncak Acara HPN di Kendari, Sultra. Pada 5 - 10 Febuari 2022, diluncurkan melalui TVRI Jakarta ( 30/1) dan rangkaian acaranya telah resmi dimulai. Perhelatan HPN tahun ini mengambil tema "Sultra Jaya Indonesia Maju” (ma). resmi dimulai. Perhelatan HPN tahun ini mengambil tema "Sultra Jaya Indonesia Maju” (ma).

Lebih baru Lebih lama