Perkuat Kampung Iklim, Hadapi Masalah Sampah Nasional

Pembenahan sampah harus melibatkan semua pihak
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional/HPSN kali ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK meresmikan  empat Desa Program Kampung Iklim atau ProKlim di Kabupaten Gianyar, yaitu Desa Taro, Sukowati, Ubud dan Batuan. KLHK juga beri apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali yang berperan aktif membantu kegiatan pendampingan ProKlim ini.

HPSN yang diperingati setiapl 21 Februari, kali ini dibuat lebih besar lagi, melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional dan bahkan individual. Ini menunjukkan, HPSN telah menjadi milik masyarakat.

Puncak peringatan HPSN secara nasional dilaksanakan secara daring dan luring (21/2), dihadiri oleh Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong secara langsung di Manggala Wanabakti, Jakarta, bertema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”.

Dalam pesan Menteri LHK disampaikan oleh Alue Dohong menyatakan, penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor persampahan juga sangat penting karena terkait dengan upaya menahan gas buang melalui sistem pengelolaan siklik/rantai. Sehingga tidak ada material terbuang menjadi gas; juga dalam hal posisinya sebagai substitusi energi, energi alternatif dari sampah menjadi listrik; serta sampah organik menjadi pupuk; dan sampah sebagai bahan baku industri.

Alue menyampaikan lebih lanjut, sampah menjadi salah satu sumber yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi menurun kualitasnya. Bukan semata soal estetika, tetapi lebih penting lagi, karena sampah merupakan salah satu sektor sumber emisi GRK yang berbahaya bagi kerusakan atmosfir yang akan memberikan dampak buruk pada kehidupan masyarakat.

Itu sebabnya, peran Proklim menjadi sangat penting, agar masyarakat di tingkat tapak ikut peduli bersama Pemerintah Daerah dalam mengelola lingkungannya. Pada peringatan HPSN 2022, ditampilkan kisah sukses enam ProKlim, Desa Wanagiri di Kabupaten Buleleng, Desa Amahusu di Kota Ambon, Kelurahan Lenteng Agung di Jakarta Selatan, Gunung Ibul Barat di Kota Prabumulih, Desa Sepinggan di Kota Balikpapan dan Lippu di Kabupaten Majene.

Sempat ada dialog interaktif antara Wamen LHK bersama tiga perwakilan Desa ProKlim Lestari, yaitu  Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar, Desa Mukti Jaya, Kabupaten Rokan Hilir dan Desa Poleonro, Kabupaten Bone, membahas tentang upaya nyata dalam mengelola sampah dan pengembangannya  sehingga dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan. 

HPSN 2022 dilakukan secara masif baik secara daring dan luring
HPSN 2022 juga mempertontonkan pameran secara hybrid, virtual dan faktual pengelolaan sampah dalam “Festival Peduli Sampah Nasional”. Pameran akan diisi berbagai stakeholder dan dari perwakilan Proklim, bank sampah dan perhutanan sosial. Rencananya pameran dilaksanakan pada Juni – Desember 2022 dan diharapkan menjadi platform baru dalam kolaborasi ProKlim yang lebih maju ke depannya (ma).

Foto: abri/Istimewa

Lebih baru Lebih lama