KLHK Siapkan Strategi Pengamanan Lintasan Gajah Di Tol Pekanbaru-Dumai

Gajah tampak memasuki badan jalan tol
Riau
 (IndonesiaMandiri) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama pihak terkait menyiapkan langkah pengamanan jalur lintas gajah di KM 69 – KM 74 Tol Pekanbaru-Dumai. Ini dilakukan untuk mencegah berulangnya kejadian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) liar melintas di jalan tol km. 73 +250 m beberapa hari lalu.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, menyampaikan pihaknya telah melakukan pertemuan bersama para pihak di Kantor Balai Besar KSDA Riau (17/2). Disepakati kedepannya akan ditingkatkan komunikasi antar pihak dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak Perencana Pembangunan Jalan Tol (pusat) guna membahas efektifitas underpass dan pagar pembatas ruas jalan tol pada jalur lintasan gajah, agar pada saat musim hujan underpass tetap dapat dilalui gajah dan gajah tidak melintas pada ruas jalan. Yang terdekat, akan dilakukan pembersihan pada underpass yang mengalami pendangkalan,” kata Fifin.

Untuk mencegah gajah melintasi jalan tol, akan dilakukan penanaman pengkayaan pakan gajah jenis Pisang di luar pagar pengaman di sepanjang jalur lintasan gajah. Sedangkan, pada kanan kiri ruas jalan tol yang menjadi lintasan gajah, akan dilakukan penanaman tanaman yang tidak disukai gajah.

Sebagai pengamanan di area badan tol, akan dibuat marka kejut / rubber strip sebagai peringatan pada pengguna jalan agar mengurangi kecepatan pada jalur lintasan gajah. Selanjutnya, akan dibahas tentang rencana pembuatan pagar besi pengaman pada kanan kiri ruas jalan tol yang menjadi jalur lintasan gajah, agar gajah tidak dapat melintas pada ruas jalan tol.

Menurut Fifin, untuk memudahkan pemantauan pergerakan gajah, PT. Hutama Karya akan mendukung untuk mengadakan GPS Collar. Kemudian, akan dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada tim operasioal jalan tol Pekanbaru – Dumai.

“Kami juga akan melakukan optimalisasi pemantauan GPS Collar melalui Whatsapp group antara Balai Besar KSDA Riau, PT. Hutama Karya dan Rimba Satwa Fondation (RSF) guna memudahkan pemberian informasi arah pergerakan gajah. Saya kira perlu juga disusun SOP Mitigasi Interaksi Gajah dengan operasional Tol Pekanbaru Dumai,” terang Fifin.

Pihak KLHK memasang alat monitor di Gajah agar dapat dipantau
Dari hasil pengecekan di lokasi, gajah liar diketahui bernama Condet, berasal dari arah SM. Giam Siak Kecil. Dia berjalan tak melalui terowongan pada km. 72, karena pada malam harinya telah turun hujan lebat sehingga terowongan tersebut tertutup limpahan air hujan. ini menyebabkan Gajah Condet keluar dengan cara merobohkan pagar bagian atas dan menyeberangi jalan tol menuju kawasan SM. Balai Raja.

Pantauan terakhir berdasarkan koordinat GPS Collar yang terpasang pada Gajah Condet, gajah tersebut berada di kawasan SM Balai Raja, sekitar 4 km dari jalan tol (ma).

Lebih baru Lebih lama