Jawa Barat Bangun Politeknik Manufaktur

Pesatnya pembangunan di Jawa Barat membutuhkan kualitas SDM berkualitas
Bandung
 (IndonesiaMandiri) – “Saya harap dengan adanya Politeknik Manufaktur ini dapat berkontribusi untuk menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mengisi kebutuhan SDM di berbagai industri di Jawa Barat, nasional, bahkan hingga internasional,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, saat berkunjung ke Politeknik Manufaktur Bandung dan PT. Dirgantara Indonesia (8/2).

Luhut yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Politeknik Manufaktur Bandung dan simulator pesawat N-219. Pembangunan Politeknik Manufaktur Kampus II di Majalengka adalah salah satu program rencana aksi prioritas pertama, terlampir pada Peraturan Presiden No 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) dan Jawa Barat Bagian Selatan.

Rencananya, Proyek Prioritas ini memiliki target penyelesaian infrastruktur pada triwulan ke-3 di 2024. “Inovasi di Indonesia saat ini masih relatif tertinggal disebabkan masih rendahnya kualitas SDM, riset, dan juga teknologi. Sehingga saya harap politeknik ini ke depannya dapat turut membantu melahirkan inovasi yang baru di negara kita,” jelas Luhut.

Menko Luhut di Bandung
Tentang pengembangan pesawat N-219 yang dibuat PT. Dirgantara Indonesia, pesawat ini dapat mengangkut penumpang, sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam. Pesawat ini juga turut menjadi program nasional guna mendukung industri komponen lokal.

“Jawa Barat merupakan daerah yang potensial. Jadi Saya minta kita semua dapat bekerja dengan kompak agar semua pembangunan dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan usaha kita dapat membantu mendorong berbagai pembangunan untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik,” pesan Luhut (ma).

Lebih baru Lebih lama