Industri Pesawat Tempur Korsel Perkenalkan KF-21 Boromae

KF-21 didesain dengan tehnology stealth yang canggih
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Berita terakhir dari KAI (Korean Aircraft Industries) tentang progress pembuatan prototip pesawat KF-21 BORAMAE pada Januari 2022 ini menunjukkan banyaknya kemajuan.  Proses berjalan dengan cepat dan menurut release dari KAI, mereka telah menyelesaikan empat unit prototype KF-21 single seat – prototype nomor 1, 2, 3 dan 4, dan sedang menuntas dua prototip double seat (nomor 5 dan 6).

Baru-baru ini juga telah dilaksanakan uji PVI (Pilot Vehicle Interface) pada pesawat Prototype Nomor-3 yang melibatkan 7 pilot tempur Angkatan Udara Korea Selatan.  Dalam uji PVI tersebut, dievaluasi interaksi interface cockpit dan komponen baik untuk interior maupun exterior, ground release procedure, ejection escape, lighting, dan beberapa penujian dasar lainnya. 

Pengujian escape dengan kursi lontar juga dilakukan hingga sembilan kali.  Kursi lontar pesawan dibuat bersama dengan pabrikan dari Amerika Serikat yang sudah terkenal – Martin-Baker, disebut bahwa kursi lontar tersebut dari type Mk-18.

Kursi Lontar Mk-18 merupakan produk dengan teknologi mutakhir produksi Martin-Baker.  Pengujian sebelumnya untuk ejection seat dilakukan pada bulan April 2021, pengujian kali ini berupaka kegiatan uji yang lebih lengkap lagi.

Berita lainnya yang diliput jurnalis dari The JoongAng menyebut, KAI juga telah melakukan uji vertical drift pada pesawat prototype nomor 4 dan nomor 5.  Sebagai catatan, pesawat prototype nomor 1 dan nomor dua sudah dipasangi mesin , masing-masing dua unit mesin General Electric F414.

Uji pesawat dengan mesin tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini.  Apabila dalam pengujian nantinya berbagai panel instrument bekerja dengan mulus sesuai rencana, maka pesawat prototype tersebut akan lanjut ke tahap uji di runway.  Uji runway bukanlah uji terbang, tetapi pengujian terhadap kecepatan saat berjalan diatas runway serta kerjanya berbagai instrument pesawat.

Bila semua kegiatan berjalan lancar dan hasilnya memuaskan, diharapkan prototip pesawat dapat di uji terbang perdana pada akhir Juni atau awal Juli mendatang.  Sejauh ini menurut pihak KAI perakitan dan persiapan kearah uji terbang berjalan mulus, sehingga mereka optimis jadwal yang dicanangkan dapat berjalan lancar.

Pabrik pesawat tempur Korsel
Tahap uji pesawat ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat tahun setelah evaluasi proyeksi penampilan dan kemamuan prototip pesawat dinilai memuaskan, termasuk semua sistemnya, kelancaran penggunaan tanki bahan bakar eksternal dan persenjataan (termasuk hard point untuk tempat pemasangan senjata eksternal dan tanki).  Selanjutnya barulah masuk ketahap produksi masal. 

Aktivitas pengujian sistem dilakukan dalam waktu 24 jam, sedangkan uji terbang dilakukan pada siang hari, agar dapat dideteksi apabila terjadi kesalahan atau kekuarangan dari segi performance. Pesawat ini didesain untuk dapat dioperasikan selama 30 tahun (dalam penggunaan normal), mampu membawa beban tempur hingga 7,6 ton, termasuk misil, bom, dan tanki bahan bakar. 

 

Beban muat eksternal tersebut dipasang pada titik-titik (hard point) pada badan utama pesawat/fuselage dan sayap pesawat.  Karena pesawat dengan beban tersebut harus mampu terbang dengan kecepatan tinggi, maka kekokohan dan konstruksi sayap harus memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, sayap pesawat diuji secara berulang. KF-21 merupakan pesawat tempur generasi ke 4-5, dengan technology stealth yang lebih baik dibandingkan dengan yang ada saat ini (m. ali haroen&abriyanto).


Sumber: KAI, Aviationline, Airforce_technology


Foto: Istimewa

Lebih baru Lebih lama