Homestay Desa Gili Tramena NTB Topang Ajang MotoGP

Menparekraf Sandiaga Uno menyapa wisatawan asing di NTB
Lombok Utara/NTB
 (IndonesiaMandiri) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno, menekankan kualitas dan kompetensi pengelola homestay di Desa Gili Tramena, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat/NTB, harus ditingkatkan. Itu sebabnya, pihaknya gelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas pengelola homestay di Desa Gili Tramena, Lombok Utara (19/2).

Kegiatan ini komitmen Kemenparekraf dalam meningkatkan kualitas SDM dari segi pengelolaan homestay. “Ini agar para pengelola dapat memperkuat keberadaan homestay di destinasi super prioritas (DSP), mampu mengoptimalkan fungsi hunian, serta mampu memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan standar internasional,” katanya.

Dengan begitu kepuasan wisatawan akan meningkat dan akan berdampak pula pada peningkatan length of stay sehingga kebangkitan dan pemulihan ekonomi dapat terwujud. Terlebih, NTB, khususnya di Mandalika, menjadi tuan rumah ajang MotoGP yang Maret depan akan terselenggara. Imbas hunian wisatawan pasti akan mengarah ke Lombok Utara pula.

Bimtek pengelolaan homestay yang diikuti 50 peserta, Menparekraf berharap pemerataan dari segi kebangkitan dan kepulihan ekonomi."Pelatihan ini kita harapkan menjadi lokomotif untuk kepulihan sektor parekraf dan kebangkitan ekonomi," ujar Sandiaga.

Sementara, Dosen Poltekpar Lombok, Yoshua Richard Agustinus menjelaskan, fokus pariwisata ke depan mengusung konsep sustainable tourism. Dimana pembangunan dan pengelolaan Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata) atau homestay masuk di dalamnya.

Sarana penginapan homestay ini sangat membantu ajang MotoGP Mandalika
Kemenparekraf juga bekerja sama dengan Kementerian PUPR menghadirkan 98 Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Gili Trameno, sebagai alternatif penginapan lainnya jelang perhelatan MotoGP Mandalika 2022. Sarhunta terdiri 19 unit di Gili Trawangan, 42 unit di Gili Meno, dan 38 unit di Gili Air. Dengan kisaran harga antara Rp200.000 - Rp350.000/malam, sudah termasuk sarapan.

“Kami nyatakan setelah melakukan kunjungan di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, 98 Sarhunta yang dibangun pemerintah, antara Kemenparekraf dan KemenPUPR di wilayah ini telah siap untuk dioperasikan. Kami memberikan alternatif hunian di Gili Tramena lengkap dengan breakfast, shuttel service baik laut dan darat, hingga sampai ke Mandalika dengan kisaran antara Rp1,5 juta," tambahnya (lw).

Lebih baru Lebih lama