Kemenparekraf-BMKG Perkuat Kerjasama Mitigasi Bencana

Giri (paling kiri) mendengar penjelasan pihak BMKG
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  kolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna memaksimalkan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dalam pengembangan mitigasi bencana sektor parekraf.

Melalui langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kesiapsiagaan masyarakat serta para pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang parekraf. Selain pertukaran informasi dan/atau pemanfaatan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, kerja sama ini juga mencangkup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemberian pemahaman dan pendampingan di bidang-bidang tersebut.

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan kerja sama, dilakukan antara Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani dengan Sekretaris Utama BMKG Dwi Sutrisno, berlangsung di Gedung BMKG, Jakarta (30/11).

Giri mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire. Kondisi ini membuat sejumlah daerah di Indonesia menjadi kawasan rawan bencana alam yang menimbulkan kekhawatiran bagi dunia pariwisata.

“Bencana memang tidak bisa kita hindari, tapi upaya-upaya apa yang bisa kita lakukan untuk melakukan mitigasi. Maka kolaborasi yang kita laksanakan ini sangatlah bermanfaat untuk bisa memberikan informasi bagi wisatawan terkait perkiraan cuaca sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman," jelas Giri.

Kerjasama Kemenparekraf-BMKG perkuat mitigasi dan SDM tentang kebencanaan
Sementara Sekretaris Utama BMKG Dwi Sutrisno menyampaikan, "BMKG siap untuk melanjutkan kolaborasi dan mendukung sektor pariwisata untuk dapat segera bangkit. Karena kita ketahui bersama, pariwisata sejak dulu merupakan salah satu sektor yang cukup diandalkan namun terdampak akibat pandemi COVID-19" (ma/vh).

Lebih baru Lebih lama