Home » » Evaluasi Kecelakaan, Ini Rekomendasi KNKT Untuk Transjakarta

Evaluasi Kecelakaan, Ini Rekomendasi KNKT Untuk Transjakarta

Posted by Berita Indonesia Mandiri on Desember 24, 2021

Beberapa rekomentasi penting diberikan KNKT untuk Transjakarta
Jakarta (IndonesiaMandiri) – “Kecelakaan yang terjadi memang menjadi evaluasi. Namun saya juga berterimakasih kepada para pelanggan Transjakarta bahwa para pelanggan masih memberikan kepercayaan kepada kami’, kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Mochammad Yana Aditya, menanggapi evaluasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), terkait musibah kecelakaan beberapa waktu lalu.

KNKT soroti empat faktor, yakni manajemen risiko TransJakarta, kelaikan armada, kesiapan awak dan keselamatan atau keamanan rute atau lintasan TransJakarta. Rekomendasi ini akan dijadikan acuan untuk beberapa perubahan dan perbaikan sistem yang ada di manajemen Transjakarta.

Yana menerangkan, sistem yang direkomendasikan sangat luas termasuk terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada mitra operator. “Nantinya SOP yang berlaku di Transjakarta juga akan berlaku kepada operator sehingga tidak ada SOP yang berbeda yang diterapkan antara Transjakarta dan Mitra Operator,” tambahnya di Kantor Pusat Transjakarta, Jakarta (12/12).

Terkait sanksi yang diberikan kepada mitra operator, Transjakarta sudah memberi sanksi dan dari sisi perbaikanpun juga telah dilakukan. Adapun terkait menurunnya jumlah pelanggan, Yana menyebutkan pelanggan Transjakarta saat ini sudah mendekati angka 500 ribu orang per hari.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Ahmad Wildan mengatakan KNKT mengusulkan penambahan departemen khusus yang mengelola manajemen risiko dan memberikan jaminan keselamatan.

"Saat ini unit serupa sudah ada tapi masih terlalu kecil, sehingga perlu ditingkatkan paling tidak sama dengan direktorat yang berada di bawah Direktur Utama Transjakarta yang dipimpin Direktur," jelasnya di kantor pusat Transjakarta, Jakarta, Rabu (22/12).

Rekomendasi kedua, KNKT meminta manajemen TransJakarta membuat standar prosedur adaptif dan responsif menyangkut kelaikan awak dan kendaraan. Karena ditemukan adanya dinamika, salah satunya menyangkut teknologi karena bus yang digunakan ada yang konvensional hingga listrik. Sementara itu, keselamatan rute atau lintasan, KNKT bersama manajemen TransJakarta melakukan pemetaan di 13 koridor lintasan bus.

Bakal hadirnya Bus Listrik Transjakarta juga jadi sorotan KNKT
"Kami menemukan beberapa hazard di dalam lintasan sehingga perlu dilakukan pemetaan komprehensif yang lebih luas tidak hanya di 13 koridor, tapi juga lintasan non BRT," bahasnya. Rekomendasi dari KNKT kepada Badan Pengelola Transportasi Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi/Jabodetabek (BPTJ) membuat peta lintasan baik di rute BRT (Bus Rapid Transit), Non BRT, maupun tol. Hal ini dapat menjadi panduan kebijakan bagi pemangku kepentingan khususnya pengelola tol hingga manajemen TransJakarta.

Sedangkan terkait kelaikan pengemudi, KNKT menilai, perlu ada kajian ulang terkait Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan skema sertikasi profesi untuk pengemudi angkutan massal.

Antisipasi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan, "kami bersama manajemen TransJakarta mengupayakan untuk merealisasikan rekomendasi dari KNKT terhadap hal yang perlu penyesuaian" (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Berita Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »